Amerika, Sambutlah Mbappe dan Multidimensi Serangan Perancis

Kylian Mbappe menyongsong Piala Dunia Amerika bersama kekuatan istimewa Perancis di lini serang. ”Si Biru” punya modal besar untuk kembali ke partai puncak lagi.

15 Nov 2025 02:37 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Kelvin Hianusa

PARIS, JUMAT — Banyak hal menarik dijanjikan tim nasional Perancis di Piala Dunia 2026 nanti. Mereka masih akan mengandalkan penyerang megabintang Kylian Mbappe yang bersinar di dua edisi terakhir. Bedanya, Mbappe kini dikelilingi banyak pemain berbakat di lini serang yang bisa mendukungnya dari berbagai dimensi.

”Si Biru” memastikan tiket ke Piala Dunia setelah menang atas Ukraina, 4-0, dalam laga kualifikasi Grup D di Stadion Parc des Princes, Paris, Perancis, Jumat (14/11/2025) dini hari WIB. Perancis menjadi juara grup dengan 13 poin. Walaupun masih menyisakan satu laga, poin mereka sudah tidak bisa dikejar oleh para pesaing.

Bagi Mbappe, malam itu sangat spesial. Selain mengantar Perancis ke Piala Dunia Amerika, dia juga menggenapi pencapaian 400 gol dalam kariernya. Mbappe, 26 tahun, menjadi pemain termuda di abad ke-21 yang mampu menggapai catatan tersebut. Seluruh gol itu dihasilkan hanya dalam 537 penampilan.

Mbappe berkata, motivasinya bertambah besar setelah pencapaian itu. ”Empat ratus gol tidak cukup membuat orang-orang terkagum. Saya ingin meninggalkan jejak di sepak bola, jadi saya harus mencetak setidaknya 400 gol lagi. Hanya ada satu pemain yang mencetak 950+ gol dan yang lain mencetak 900+ gol,” ujarnya. 

Mbappe selalu mencetak gol dalam enam laga terakhir Perancis, termasuk sepasang gol ke gawang Ukraina. Dia sedang berapi-api. Versi terbaik itu patut dinanti di Amerika. Seperti diketahui, sang penyerang Real Madrid selalu bersinar saat tampil di Piala Dunia. Itu dibuktikannya dengan catatan total 12 gol di Rusia 2018 dan Qatar 2022. 

”Dia sedang dipenuhi kebahagiaan. Anda bisa melihat dan merasakan itu,” kata Pelatih Perancis Didier Deschamps tentang Mbappe. ”Ketika dia di levelnya, itu akan jadi sulit untuk lawan kami dan jadi lebih mudah bagi kami. Ada periode di mana dia melewati laga tanpa mencetak gol, tetapi sekarang dia jadi sangat menentukan,” lanjutnya.

TOPSHOT - France's head coach Didier Deschamps (C) flanked by France's forward #10 Kylian Mbappe (C-R) celebrate with teammates and members of staff after winning the 2026 World Cup qualifiers Europe zone group D football match between France and Ukraine at the Parc des Princes stadium in Paris, on November 13, 2025. France wins 4 - 0 against Ukraine and qualifies foe the 2026 World Cup. (Photo by FRANCK FIFE / AFP)

Walaupun masih mengandalkan Mbappe, skuad Perancis bisa menjanjikan banyak hal lain dari lini serang. Deschamps tidak lagi bertopang kepada penyerang veteran, seperti Antoine Griezmann dan Olivier Giroud. Adapun trio Mbappe, Griezmann, dan Giroud merupakan andalan Perancis saat lolos ke final dalam dua edisi terakhir. 

Perancis saat ini memiliki banyak pemain muda berbakat di lini depan. Lihat saja di laga tadi, mereka memang tidak bisa menggunakan jasa dua penyerang Paris Saint-Germain, Desire Doue dan Ousmane Dembele. Namun, Mbappe masih didampingi pemain top lain, seperti penyerang sayap Michael Olise (23) dan Bradley Barcola (23) serta gelandang serang Rayan Cherki (22). 

Cherki sedang dalam performa terbaik di Manchester City. Saking berkualitas sang gelandang serang, dia berhasil merebut posisi starter di City dari pemain timnas Belanda, Tijjani Reijnders. Sementara itu, Olise berperan penting dalam rekor tidak terkalahkan Bayern Muenchen di seluruh kompetisi sejak awal musim.

Di bangku cadangan, Deschamps juga punya banyak pilihan. Salah satunya, striker Liverpool, Hugo Ekitike (23), yang diturunkan pada menit ke-67. Ekitike, yang menjalani musim debut impresif di Liverpool, turut menyumbang satu gol ke gawang Ukraina. Itu merupakan gol pertamanya untuk Perancis. 

Penyerang sayap AS Monaco, Maghnes Akliouche (23), menjadi langganan untuk masuk dari cadangan dalam tiga laga beruntun. Akliouche selalu mampu menaikkan tempo permainan dengan tusukan-tusukan dari sayap. Saat diturunkan versus Eslandia, bulan lalu, dia menyumbang umpan untuk gol kemenangan Si Biru. 

Deschamps berkata, mundurnya para pemain veteran dan kondisi cedera pada beberapa pemain berperan dalam rejuvenasi skuad. ”Itu (kedalaman skuad) memungkinkan saya untuk memainkan gaya yang saya inginkan. Tentu akan sulit memilih siapa yang akan tampil jika semua pemain tersedia,” ucapnya. 

Ukraine's midfielder #18 Yehor Yarmolyuk (R) pulls the jesey of France's forward #09 Hugo Ekitike (L) during the 2026 World Cup qualifiers Europe zone group D football match between France and Ukraine at the Parc des Princes stadium in Paris, on November 13, 2025. (Photo by FRANCK FIFE / AFP)

Kemewahan lini serang itu membuat Deschamps bisa sangat fleksibel dalam pemilihan taktik. Sang pelatih bisa mengganti-ganti posisi Olise sebagai sayap kanan dan gelandang serang dalam pertandingan yang sama. Barcola, Dembele, dan Doue juga bisa bermain di dua sisi sayap sekaligus. 

Bersama Ekitike, Perancis punya opsi untuk bermain super-ofensif saat situasi darurat. Dia terbukti bisa tampil efektif bersama Mbappe dalam formasi 4-4-2 ataupun mengisi sayap kiri di formasi 4-2-3-1. Sementara itu, Si Biru yang kekurangan pemain kreatif di Qatar akan memiliki solusi baru dalam diri Cherki, sang pemain ”nomor 10” murni.

Adapun skuad Perancis menyambut Piala Dunia dengan kepercayaan diri tertinggi. Mereka belum terkalahkan di laga kualifikasi Piala Dunia ataupun Piala Eropa sejak Juni 2019. Selama itu, mereka mencatat rekor impresif 22 menang dan 6 imbang. Hanya Belgia (46) yang mencatat rentetan laga tak terkalahkan lebih banyak. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul