Alih-alih menjadi anak baik sesuai janjinya, Ronaldo justru menjadi bocah nakal di Dublin. Dampak sikap buruknya, ”CR7” terancam absen di laga pembuka Piala Dunia.
14 Nov 2025 11:32 WIB · Olahraga
AP
DUBLIN, JUMAT — Kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, mengingkari janjinya untuk bersikap baik saat bertemu Irlandia. Di laga penting itu, Ronaldo justru mengeluarkan sisi terburuknya dan menerima kartu merah pertama bersama timnas. Sang veteran berulah karena terhanyut aroma perseteruan di masa lalu.
Ronaldo menjalani salah satu laga terburuk dalam kariernya di Stadion Aviva, Dublin, Irlandia, Jumat (14/11/2025) dini hari WIB. Sudah gagal mengantar Portugal untuk memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 akibat kalah 0-2 dari Irlandia, dia juga diusir dari lapangan ketika laga masih tersisa setengah jam.
Penyerang 40 tahun itu kedapatan menyikut punggung bek tuan rumah, Dara O’Shea, di awal paruh kedua. Wasit Glenn Nyberg mengeluarkan kartu kuning lebih dulu. Setelah mendapat saran dari video asisten wasit (VAR), Nyberg merevisi keputusannya menjadi kartu merah.
Dalam tinjauan ulang, Ronaldo terlihat dengan sengaja mengayunkan sikut ke arah pemain lawan. Gerakan itu tidak natural. Mereka tidak sedang dalam perebutan bola. Alhasil, sang kapten harus pasrah menerima kartu merah pertama dalam penampilan internasional ke-226 bersama Portugal.
Tindakan kurang dewasa Ronaldo berlanjut seusai insiden penyikutan. Megabintang klub Al Nassr itu mengeluarkan gestur yang seolah meminta O’Shea untuk tidak cengeng. Dia berpura-pura mengusap air mata. Gestur itu menuai respons negatif dari puluhan ribu pendukung Irlandia.
Bukannya merasa berdosa setelah diusir, Ronaldo mengacungkan dua jempol dengan wajah arogan. Dia seperti berkata, dirinya baik-baik saja. Ronaldo juga berdebat dengan pelatih lawan, Heimir Hallgrimsson, saat berjalan keluar lapangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/14/943315c8fec3bc7088e88890bca57430-Ireland_Portugal_WCup_Soccer.jpg)
”Dia memuji saya karena berhasil menekan wasit,” kata Hallgrimsson tentang perdebatan dengan Ronaldo yang diakhiri jabat tangan. ”(Padahal) Tindakannya di lapangan yang membuatnya dapat kartu merah. Itu tidak ada hubungan dengan saya, kecuali jika ada saya di kepalanya,” lanjut sang pelatih.
Kelakuan Ronaldo di Dublin tidak sesuai dengan janjinya dalam konferensi pers sebelum laga. Dia sempat berkata akan fokus ke pertandingan walaupun mendapat provokasi dari pendukung lawan. ”Saya harap mereka tidak terlalu banyak mencemooh saya besok. Saya bersumpah akan berusaha menjadi anak yang baik,” ujarnya.
”CR7”, panggilannya, sangat disorot oleh publik Irlandia setelah pertemuan sebelumnya di kandang Portugal, Oktober lalu. Dalam laga yang berujung kemenangan Portugal lewat gol dramatis pada pengujung laga itu, Ronaldo tampak merayakan gol dengan berlebihan di hadapan para pemain lawan.
Ronaldo sengaja berteriak dan melompat di depan wajah O’Shea dan Nathan Collins. Ekspresi itu merupakan bentuk akumulasi emosinya selama laga. Dia bertarung keras dengan para bek Irlandia sepanjang laga. Saat mendapat kesempatan penalti pun, Ronaldo gagal mengeksekusi.
Selain konflik bawaan dari pertemuan terdahulu, Ronaldo juga tidak senang dengan perang psikologis dari pelatih lawan jelang laga. Hallgrimsson meminta wasit agar tidak terpengaruh dengan nama besar Ronaldo, terutama dalam memberikan keputusan vital seperti penalti.
Bibit-bibit perseteruan itu pun menyatu di Dublin. Kebetulan, Ronaldo datang dengan ambisi berlebih. Dia ingin mengantar Portugal lolos langsung ke Piala Dunia. Adapun tim asuhan Pelatih Roberto Martinez bisa memastikan posisi puncak klasemen Grup F jika menang atas Irlandia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/14/6aa60a752f255295f30b0387f63baae1-APTOPIX_Ireland_Portugal_WCup_Soccer.jpg)
Martinez membela anak asuhnya. ”Saya pikir (hukuman) itu terlalu berat karena dia hanya menunjukkan kepedulian terhadap tim. Dia ditarik dan didorong selama 60 menit di kotak penalti. Di momen itu, dia hanya berupaya untuk melepaskan diri dari bek lawan. Itu bukan sikutan, tidak seperti terlihat dari sudut pandang kamera,” katanya.
Dampak tindakan itu, Ronaldo dipastikan akan absen dalam laga pamungkas grup versus Armenia pada Senin depan. Portugal, 10 poin, membutuhkan kemenangan untuk memastikan status juara grup dan tiket lolos langsung ke Piala Dunia. Mereka dibayangi Hongaria (8) dan Irlandia (7).
CR7 juga berpotensi absen dalam laga pembuka Piala Dunia jika Portugal berhasil lolos. Menurut kode disiplin FIFA, pemain berpotensi disanksi larangan bertanding selama minimal tiga laga jika melakukan tindakan tidak pantas, seperti menyikut, memukul, atau menendang lawan.
Adapun tidak banyak yang bisa disorot dari Ronaldo di laga tadi, selain kartu merah. Dia hanya menghasilkan satu tembakan ke gawang karena kesulitan menghadapi duel fisik di kotak penalti lawan. Panggung yang harusnya dimiliki sang megabintang direbut oleh penyerang Irlandia, Troy Parrott, yang menjadi pahlawan tuan rumah lewat sumbangan sepasang gol. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan