Brasil dan Argentina diperkirakan menjadi pemenang di tengah perang dagang Beijing dengan Washington DC. Komoditas pertanian jadi andalan ekspor.
11 Mar 2025 10:15 WIB · Internasional
BEIJING, SELASA — Tarif bea masuk impor untuk aneka komoditas Amerika Serikat ke China resmi berlaku. Perang dagang dengan Amerika Serikat ini membuat China mengalihkan sumber impor komoditas mereka terutama ke Brasil dan Argentina. Australia juga bisa meraup laba karena ekspor pertanian ke China.
Media Amerika Serikat, CBS, pada Senin (10/3/2025) malam waktu Washington DC atau Selasa pagi WIB melaporkan, petani AS terpukul oleh kebijakan China. CBS menyebut, kebijakan itu pembalasan atas keputusan Presiden AS Donald Trump yang lebih dulu mengenakan bea masuk impor (BMI) terhadap aneka komoditas China ke AS.
China menjatuhkan tarif impor untuk produk pertanian AS. Komoditas yang terkena, antara lain, ialah daging sapi, daging babi, daging ayam, dan kedelai. Semua dikenakan bea masuk 15 persen.
Pekan lalu, AS resmi mengenakan BMI 20 persen untuk barang-barang dari China. AS sudah menetapkan tarif impor yang lumayan tinggi selama ini atas produk-produk China. Gara-gara aturan baru Trump, akan ada produk impor dari China yang bea masuknya mencapai 70 persen.
Bagi China, ini pun menjadi masalah karena mayoritas daging yang dikonsumsi masyarakatnya diimpor dari AS. Tidak hanya daging, mereka juga mengimpor jeroan, kaki, dan bagian-bagian binatang yang umumnya tidak dikonsumsi di AS.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/11/4f228eed-8044-4d8a-a8e1-bc05045fc680_jpg.jpg)
Secara total, nilai impor daging dari AS oleh China ialah 16,26 miliar dollar AS. Dari sisi kedelai, setengah produksi kedelai AS dijual ke China.
Oleh sebab itu, China mengalihkan sumber impor mereka ke beberapa negara. Brasil, Argentina, Australia, Uni Eropa, dan negara-negara Pasifik diperkirakan mengalami kenaikan ekspor produk pertanian berkat perang dagang AS-China.
Harga kedelai Brasil sudah naik karena permintaan melonjak. Kedelai premium diborong oleh China.
Brasil adalah negara yang diperkirakan paling diuntungkan. Brasil pengekspor kedelai, daging sapi, daging ayam, dan kapas terbesar di dunia.
Bahkan, pada perang dagang di masa jabatan pertama Trump, AS kehilangan pasar kedelai terbesar mereka gara-gara China beralih ke Brasil. Sampai sekarang, AS belum bisa mengatasi kerugian tersebut.
Perkiraannya, Brasil panen kedelai hingga 170 juta ton pada tahun 2025. Sebanyak 100 juta ton akan diekspor. Brasil pada tahun 2024 mengalami surplus neraca perdagangan dengan China senilai 30 miliar dollar AS.
”Harga kedelai Brasil sudah naik karena permintaan melonjak. Kedelai premium diborong oleh China,” kata analis firma Agrinvest, Eduardo Vanin.
Bagi Brasil, ini tren positif. Walaupun begitu, ada harga yang harus dibayar karena pasokan kedelai untuk pasar domestik berkurang. Walhasil, harga pakan ternak akan meningkat.
Sebaliknya, para analis memperkirakan, anjloknya permintaan di AS berarti membuat harga barang juga mengalami penurunan drastis. Petani-petani kedelai di AS akan mengalami kerugian.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/11/e3a77d4b-7875-431f-89e6-614f0e8ce287_jpg.jpg)
Sebaliknya, para analis memperkirakan, anjloknya permintaan di AS berarti membuat harga barang juga turun drastis. Petani-petani kedelai di AS akan rugi.
Semakin keras kebijakan AS, semakin negara-negara lain mendekat ke China.
Serupa dengan meroketnya permintaan impor daging oleh China. Harga daging di Brasil naik dan berarti harga makanan naik semua. Per Januari 2025, harga makanan sudah naik 9 persen. Apabila tidak dikelola dengan saksama, berisiko bagi pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva yang tingkat kepopulerannya menurun.
”Walaupun ada masalah domestik, secara umum, permintaan borongan dari China ini baik bagi daya saing Brasil,” kata Ricardo Santin, Ketua ABPA, yakni asosiasi pengusaha daging Brasil.
Argentina, negara yang juga terletak di Amerika Selatan, turut menuai untung. Padahal, Presiden Argentina Javier Milei yang ekstrem kanan selama ini memusuhi China. Meski demikian, di sektor perdagangan kedua negara sama-sama menikmati tren positif.
Berdasarkan data kantor berita Reuters, neraca perdagangan negara-negara di Amerika Latin dengan AS stagnan selama satu dasawarsa terakhir. Sebaliknya, perdagangan dengan China terus naik.
China selalu menekankan bahwa mereka adalah mitra yang pragmatis dan hanya berminat untuk berurusan bisnis. Ini yang membuat negara-negara yang secara politik anti-China tetap berdagang dengan Beijing. Secara perlahan, China menggantikan AS sebagai mitra dagang nomor satu di Amerika Selatan.
Argentina diperkirakan mengalihkan mayoritas ekspor daging sapi dan kedelai mereka ke China. Di sektor pertambangan, pada 2024, China membeli sepertiga produksi litium Argentina.
”Semakin keras kebijakan AS, semakin negara-negara lain mendekat ke China,” kata Li Xing, dosen di Institut Strategi Nasional Guangdong.
Sementara itu, Rod Baker, pakar dari firma produk pertanian Australian Crop Forecasters, mengatakan, untuk ekspor kedelai, Brasil dan Argentina memang mendominasi.
”Australia ketiban untung di ekspor jelai, sorgum, dan gandum,” ujarnya.
Penjatuhan tarif Trump atas Kanada dan Meksiko masih ditangguhkan sampai dengan 2 April 2025. Trump menerapkannya pada 4 Maret 2025, tetapi Kanada langsung membalas sehingga Trump menghentikan sementara. Khusus Meksiko, Trump masih bernegosiasi dengan Presiden Claudia Sheinbaum.
Walaupun begitu, Kanada tidak mundur. Mereka menjatuhkan tarif balasan ke berbagai produk AS. Minuman-minuman beralkohol produksi AS juga ditarik dari pasaran. Ini memukul pendapatan negara-negara bagian di selatan AS, antara lain Kentucky dan Louisiana, yang merupakan pendukung Trump.
Lebih lanjut, Provinsi Ontario di Kanada mengeluarkan keputusan meningkatkan tarif 25 persen untuk listrik yang mereka ekspor ke AS. Kenaikan bea listrik ini aktif per Senin (10/3/2025) waktu setempat atau Selasa (11/3/2025) waktu Indonesia. Negara-negara bagian AS Minnessota, Michigan, dan New York menikmati pasokan listrik dari Ontario.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/11/9c02ea99-0ff9-46ba-a81f-9c4740d3fd17_jpg.jpg)
”Saya benci melakukannya karena AS tetangga dekat Kanada. Namun, keputusan pemerintah kalian membuat semua kacau balau,” kata Menteri Utama Ontario Doug Ford kepada Fox News.
Ia mengatakan, jika AS terus memukul komoditas Kanada dengan tarif impor, Ontario akan sepenuhnya mematikan pasokan listrik.
Gubernur Minnessota Tim Walz mencuit di media sosial. ”Lihat akibat kekonyolan perang tarif ini. Warga Minnessota yang harus membayarnya, padahal mereka sudah bersusah payah memenuhi kebutuhan hidup.” Walz adalah calon wakil presiden AS dari Partai Demokrat pada pemilihan umum November 2024. (AP/Reuters)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Kris MadaPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .