Amerika Serikat Menyerang Iran, Tiga Lokasi Dijatuhi Bom

Presiden Trump mengumumkan, AS telah menjatuhkan bom ke Iran pada Minggu (22/6/2025) pagi WIB. Ia menyebut serangan itu sangat sukses.

22 Jun 2025 08:14 WIB · Internasional

Oleh Nur Hidayati

WASHINGTON DC, MINGGU — Amerika Serikat menyerang Iran pada Minggu (22/6/2025) pagi waktu Indonesia barat. AS telah bergabung dengan Israel dalam serangan yang diklaim dimaksudkan untuk melumpuhkan fasilitas nuklir Iran tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan AS tersebut, Sabtu (21/6) petang waktu Washington atau Minggu pagi WIB.

”Kami telah dengan sangat sukses menyerang tiga lokasi fasilitas nuklir Iran, termasuk Fordo, Natanz, dan Esfahan,” ujar Trump melalui unggahan di akun media sosialnya. ”Seluruh pesawat (penyerang) kini sudah berada di luar wilayah udara Iran. Bom dalam jumlah besar telah dijatuhkan di lokasi nuklir utama Fordow.”

Kantor Berita Iran, IRNA, mengutip Akbar Salehi, Deputi Gubernur Isfahan yang menangani urusan keamanan, membenarkan adanya serangan di sekitar lokasi fasilitas nuklir Iran, tetapi tidak menerangkan lebih detail. Pejabat lain mengonfirmasi serangan ditargetkan ke fasilitas nuklir bawah tanah Fordo.

Trump menyebutkan, serangan ke Iran itu sebagai momen historik bagi Amerika Serikat, Israel, dan bagi dunia. ”Iran sekarang pasti setuju untuk mengakhiri perang ini. Terima kasih!” tulisnya dalam pernyataan terpisah yang diunggah berikutnya.

Sebelumnya pada Sabtu pagi, dilaporkan bahwa pesawat pengebom B-2 yang mampu membawa bom penembus bunker terpantau terbang keluar dari AS, melintasi pasifik.

Amerika Serikat menyerang Iran dengan pesawat pengebom dan kapal selam. Setidaknya 30 rudal Tomahawk dan setidaknya 14 bom GBU-57 ditembakkan ke Iran.

(FILES) A B-2 Stealth Bomber flies over the Washington Monument at the National Mall, during the Independence Day celebrations in Washington DC on July 4, 2020. A powerful American bunker-buster bomb, the only one capable of destroying Iran's deeply buried nuclear facilities, is Donald Trump's strategic weapon of choice should he decide to engage the US in conflict alongside Israel. The GBU-57, a 13-ton warhead capable of sinking dozens of meters before exploding, is all Israel needs to achieve its first war goal: blocking Teheran's construction of an atomic bomb. (Photo by Jose Luis Magana / AFP)

Serangan AS ke Iran dilancarkan pada Minggu (22/6/2025) dini hari. Waktu serangan AS sama dengan waktu serangan Israel ke Iran pukul 03.00 waktu setempat.

AS menerbangkan enam pesawat pengebom B-2 dari pangkalan di Missouri, AS. Pesawat itu terbang 37 jam tanpa henti dan didampingi tanker udara untuk isi ulang bahan bakar sembari tetap terbang (Kompas.id, Minggu 22 Juni 2025).

Namun, Gedung Putih dan Pentagon belum mengelaborasi lebih jauh apakah pesawat ini dan bom penembus bunker berbobot 13,6 ton yang dibawanya digunakan dalam serangan AS ke Iran ini.

Pada Kamis (19/6/2025) lalu, Gedung Putih mengumumkan, Trump akan menanti dua pekan lagi untuk memutuskan apakah AS akan bergabung dengan Israel menyerang Iran atau tidak. Alasannya, memberi waktu untuk mencari solusi diplomatik.

Bersamaan dengan itu, Iran kembali ke meja diplomasi dengan negara-negara Eropa di Geneva, Swiss, terkait dengan program nuklirnya. Trump sempat memberi respons positif atas perkembangan diplomasi tersebut.

This handout satellite image courtesy of Maxar Technologies shows an overview of Iran's Fordow Fuel Enrichment Plant (FFEP), in Fordo, Iran on June 20, 2025. President Donald Trump on June 21, 2025 warned Iran to not respond after US strikes targeted its main nuclear enrichment facilities in attacks he called a "spectacular military success." President Donald Trump said June 21, 2025 the US military has carried out a "very successful attack" on three Iranian nuclear sites, including the underground uranium enrichment facility at Fordo. "We have completed our very successful attack on the three Nuclear sites in Iran, including Fordow, Natanz, and Esfahan," Trump said in a post on his Truth Social platform. (Photo by Satellite image ©2025 Maxar Technologies / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Satellite image ©2025 Maxar Technologies"  - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Kepada reporter, Jumat, Trump mengatakan bahwa ia tidak berminat membawa pasukan darat AS untuk menyerbu Iran. ”Itu hal terakhir yang ingin dilakukan,” ujarnya.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengingatkan, Rabu (18/6), keterlibatan langsung AS dalam serangan Israel ke Iran akan menimbulkan ”kerusakan yang tidak dapat diperbaiki” bagi AS ataupun Israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei kemudian menambahkan, intervensi AS akan mengobarkan perang besar di kawasan.

Merespons hal itu, Sabtu (21/6), milter Israel menyatakan, mereka telah mempersiapkan kemungkinan perang dalam jangka waktu panjang.

Kemungkinan perang meluas juga diperkuat pernyataan kelompok Houthi di Yaman untuk menyerang kapal perang AS di Laut Merah jika pemerintahan Trump bergabung dengan Israel menyerang Iran. Sebelumnya, Houthi menghentikan serangan sejak Mei lalu karena kesepakatan dengan AS. (AP)

*Catatan: berita ini akan diperbarui sesuai perkembangan


Kerabat Kerja

Penulis:

Nur Hidayati
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .