Andreeva Membuat Swiatek Frustrasi

Mirra Andreeva lolos ke final turnamen WTA 1000 Indian Wells. Dia mengalahkan Iga Swiatek dalam dua pertemuan terakhir.

15 Mar 2025 13:12 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

INDIAN WELLS, JUMAT — Remaja berusia 17 tahun, Mirra Andreeva, menjadi petenis putri terbaik dalam sebulan terakhir. Setelah menjuarai WTA 1000 Dubai, dia memiliki kesempatan menjuarai dua turnamen WTA 1000 secara beruntun dengan lolos ke final di Indian Wells, Amerika Serikat. Dalam kedua turnamen tersebut, Andreeva mengalahkan Iga Swiatek.

Andreeva menyingkirkan Swiatek pada semifinal yang berlangsung di Indian Wells Tennis Garden, California, Jumat (14/3/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi waktu Indonesia. Keduanya bersaing dengan tantangan eksternal yang sama, yaitu suhu udara dingin dan embusan angin cukup kencang.

Laga itu menjadi persaingan antara Andreeva yang memenangi sepuluh pertandingan terakhir dan Swiatek yang memiliki dua gelar dari Indian Wells. Setelah bertanding selama dua jam 17 menit, Andreeva menang dengan skor 7-6 (1), 1-6, 6-3.

Hasil tersebut membuat Andreeva sebagai petenis termuda yang lolos ke final WTA Indian Wells sejak Kim Clijsters pada 2001. Dia bisa menjadi juara termuda pada turnamen lapangan keras ini sejak Bianca Andreescu juara pada 2019. Saat itu, Andreescu berusia 18 tahun.

Petenis remaja Mirra Andreeva melepas pukulan ”backhand” ke arah petenis Iga Swiatek dalam pertandingan semifinal Indian Wells di Indian Wells Tennis Garden, California, Sabtu (15/3/2025) WIB.

Untuk bisa menjadi juara yang lebih muda dari Andreescu dan juara WTA 1000 dua kali beruntun, Andreeva harus mengalahkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, yang ”menghancurkan” juara Grand Slam Australia Terbuka, Madison Keys, 6-0, 6-1. Itu menjadi pembalasan kekalahan Sabalenka dari Keys dalam final Australia Terbuka.

Kemenangan Andreeva di semifinal menjadi yang kedua beruntun atas Swiatek. Sebulan lalu, dia mengalahkan petenis ranking kedua dunia itu dalam perempat final WTA Dubai. Andreeva membuktikan diri menjadi petenis yang lebih baik setelah kalah dalam pertemuan pertama dengan Swiatek pada perempat final WTA 1000 Cincinnati 2024.

Tak banyak petenis yang bisa mengalahkan Swiatek dua kali berturut-turut, terutama ketika petenis Polandia itu konsisten bermain dengan level kemampuan tinggi sejak 2022. Dari jajaran petenis ranking sepuluh besar dunia, hanya ada Cori Gauff dan Elena Rybakina yang mengalahkannya dua kali atau lebih secara berturut-turut. Gauff menang dalam dua pertemuan terakhir, yaitu pada penyisihan grup Turnamen Final WTA 2024 dan kejuaraan beregu campuran Piala United 2025.

Rybakina memiliki statistik lebih baik dengan mengalahkan Swiatek tiga kali beruntun yang terjadi pada 2023 di babak keempat Australia Terbuka, semifinal Indian Wells, dan perempat final WTA 1000 Roma. Hanya saja, kemenangan di Roma didapat setelah Swiatek mundur pada set ketiga karena cedera.

Quote

Saya menganggap itu menjadi ’tiebreak’ terakhir dalam hidup saya. Jadi, saya mengeluarkan semua kemampuan.

Selebrasi Mirra Andreeva setelah mendapat poin saat melawan Iga Swiatek dalam pertandingan semifinal Indian Wells di Indian Wells Tennis Garden, California, Sabtu (15/3/2025) WIB.

Kini, Andreeva muncul dan membuat Swiatek frustrasi. Keduanya saling menunjukkan kemampuan terbaik pada set pertama dengan membuat lebih banyak winner dibandingkan unforced error. Andreeva mematahkan servis Swiatek lebih dulu pada gim kesembilan dan unggul 5-4, tetapi Swiatek membalas pada gim berikutnya.

Menjalani tiebreak, Andreeva begitu percaya diri dengan menahan perolahan poin Swiatek pada angka satu. ”Saya menganggap itu menjadi tiebreak terakhir dalam hidup saya. Jadi, saya mengeluarkan semua kemampuan,” kata Andreeva dalam laman resmi WTA.

Setelah kehilangan set kedua, Andreeva mengembalikan fokusnya dengan cepat pada set penentuan. Dia mematahkan servis Swiatek dua kali dari lima gim awal hingga pemilik lima gelar juara Grand Slam itu frustrasi. Kemenangan Andreeva juga didapat dengan mematahkan servis Swiatek.

Petenis Rusia itu memenangi pertandingan dengan 32 winner termasuk lima as dan 21 unforced error. Semua statistik itu lebih baik dibandingkan Swiatek. Selain angka-angka tersebut, Andreeva memenangi pertarungan besar karena bisa mengatasi rasa tegang.

Aryna Sabalenka memukul bola saat melawan Madison Keys dalam pertandingan semifinal Indian Wells di Indian Wells Tennis Garden, California, Sabtu (15/3/2025) WIB. Sabalenka mengalahkan Keys, 6-0, 6-1. Sabalenka akan melawan Mirra Andreeva pada babak final, Minggu (16/3/2025) waktu setempat.

Satu tantangan lagi yang akan dihadapinya datang dari Sabalenka yang menyingkirkan Andreeva pada babak keempat Australia Terbuka dengan skor cukup telak, 6-1, 6-2. Kemenangan atas Keys melambungkan semangat Sabalenka yang sangat kecewa dengan kekalahan di final Australia Terbuka. Setelah kekalahan itu, Sabalenka tersingkir pada babak kedua WTA 1000 Doha dan babak ketiga WTA 1000 Dubai.

Dalam persaingan petenis putra di ATP Masters 1000 Indian Wells, semifinal pada Minggu pagi waktu Indonesia mempertemukan Holger Rune dengan Daniil Medvedev dan Carlos Alcaraz dengan Jack Draper. Alcaraz adalah juara Indian Wells Masters dua tahun terakhir dengan lawan yang sama, yaitu Medvedev. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra