Setelah mengalahkan Zheng Qin Wen, Iga Swiatek akan bertemu Mirra Andreeva. Dua petenis itu mengalahkan Swiatek dalam pertemuan sebelumnya.
14 Mar 2025 10:24 WIB · Olahraga
INDIAN WELLS, KAMIS — Iga Swiatek mempertahankan peluang menjuarai turnamen tenis WTA 1000 Indian Wells untuk ketiga kali. Adapun Mirra Andreeva meraih kemenangan kesepuluh kali beruntun. Kini, keduanya akan berhadapan, mengulang dua pertemuan lain.
Swiatek memperoleh tiket semifinal pertama tunggal putri setelah mengalahkan Zheng Qin Wen dengan skor 6-3, 6-3 pada perempat final di Indian Wells Tennis Garden, California, Amerika Serikat, Kamis (13/3/2025) waktu setempat atau Jumat (14/3/2025) WIB. Hasil tersebut menjadi pembalasan kekalahan Swiatek dari Zheng dalam pertemuan terakhir mereka di semifinal Olimpiade Paris 2024.
Kekalahan saat itu menjadi yang pertama bagi Swiatek setelah enam kali mengalahkan petenis China tersebut secara beruntun. Satu hal yang menyesakkan, kekalahan itu menggagalkan perjalanan Swiatek memperoleh medali emas Olimpiade yang akhirnya didapat Zheng. Sementara, Swiatek mendapat perunggu.
Mereka baru bertemu kembali tujuh bulan kemudian, di Indian Wells, dan Swiatek memanfaatkan kesempatan itu untuk membalas kekalahan. Setelah servisnya hanya dua kali dipatahkan lawan dari tiga pertandingan sebelumnya, servis Swiatek dua kali dipatahkan Zheng. Itu menjadi laga terberatnya sejak mengawali turnamen pada babak kedua setelah mendapat bye di babak pertama.
”Setelah servis saya dipatahkan dan semua hal yang terjadi, saya berusaha tenang. Saya berupaya kembali fokus dan senang bisa melakukannya,” kata Swiatek.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/14/783d148fa9de713c92ec37ba33df2f3b-AFP_372A8UE.jpg)
Selain berhasil keluar dari tekanan lawan, petenis Polandia ini bisa mengatasi tekanan dari faktor eksternal, yaitu angin yang kencang. Dia beradaptasi dengan lebih cepat dibandingkan lawannya.
Tiket semifinal mendekatkan peluang Swiatek untuk menjadi petenis pertama yang menjuarai WTA Indian Wells tiga kali. Sejak turnamen diselenggarakan pada 1989, banyak petenis yang dua kali meraih gelar, tetapi tak ada yang lebih dari itu. Pada era 2000-an, petenis yang dua kali menjadi juara diantaranya Kim Clijsters (2003, 2005), Maria Sharapova (2006, 2013), dan Victoria Azarenka (2012, 2016). Adapun Swiatek juara pada 2022 dan 2024.
Swiatek memiliki faktor yang membuatnya nyaman tampil di Indian Wells karena lapangan keras di arena yang berada di sekitar gurun ini memantulkan bola tak secepat lapangan keras lain. Pantulan bola masih cukup tinggi hingga banyak petenis menyebut bahwa bermain di Indian Wells bagai bermain di lapangan tanah liat yang berkarakter lambat. Dan, Swiatek adalah petenis yang menguasai karakter lapangan tanah liat, terbukti dengan empat gelar Grand Slam Perancis Terbuka.
Kenyamanan itu akan diuji Andreeva yang berada pada performa terbaik. Setelah tampil dalam turnamen WTA 1000 Dubai dan juara, petenis berusia 17 tahun itu melanjutkan perjalanan ke Indian Wells. Dia menambah kemenangan beruntunnya menjadi 10 setelah mengalahkan Elina Svitolina 7-5, 6-3 pada perempat final.
Kemenangan itu tidak berarti apa-apa ketika kami bertemu lagi di sini. Jumat nanti akan menjadi hari baru, pertandingan baru, kondisi baru, dan negara baru. Semuanya berbeda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/14/6d8d3e01c8b09e35007c3fa5cb516dc3-2205002755.jpg)
Andreeva, yang semakin solid dengan variasi pukulan sejak dilatih mantan atlet Spanhyol, Conchita Martinez, membuat 23 winner, dua kali lebih banyak dari 11 winner Svitolina. Kemenangan atas petenis senior yang telah 15 tahun bersaing di arena tenis profesional ini menjadi yang ke-27 dalam karier Andreeva pada turnamen WTA 1000, level tinggi dalam struktur turnamen putri profesional. Jumlah itu menjadi yang terbanyak untuk kategori atlet yang belum berusia 18 tahun sejak WTA 1000 diperkenalkan pada 2009.
Swiatek dua kali berpengalaman menghadapi Andreeva dengan potensinya untuk menjadi petenis top dunia dan keduanya terjadi pada turnamen WTA 1000. Walaupun menang, Swiatek mendapat perlawanan ketat Andreeva di perempat final Cincinnati 2024. Petenis yang memiliki lima gelar juara Grand Slam ini kehilangan set pertama, tetapi bangkit untuk menang 4-6, 6-3, 7-5.
Andreeva yang ditemui di seberang net oleh Swiatek pada pertemuan berikutnya, perempat final di Dubai, pada Februari 2025, adalah petenis yang kian matang dalam permainan dan pola pikir. Andreeva mengalahkan Swiatek 6-3, 6-3 dan lanjutan dari perjalanannya menghasilkan gelar juara.
”Kemenangan itu tidak berarti apa-apa ketika kami bertemu lagi di sini. Jumat nanti (Sabtu WIB) akan menjadi hari baru, pertandingan baru, kondisi baru, dan negara baru. Semuanya berbeda,” ujar Andreeva.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/14/aa78a12606428e41779d7acfeef5bdaa-2205002786.jpg)
Penampilan solid juga diperlihatkan juara Australia Terbuka, Madison Keys. Dia menang 6-1, 6-1 atas Belinda Bencic dengan membuat 30 winner. Lawan Keys pada semifinal adalah Aryna Sabalenka, pemain yang dikalahkannya saat final Australia Terbuka.
(AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari