Postecoglou memperpanjang kariernya setelah berhasil membawa Spurs ke semifinal Liga Europa. Namun, bukan berarti ia selamat dari ancaman pemecatan.
18 Apr 2025 09:42 WIB · Olahraga
FRANKFURT, JUMAT — Ange Postecoglou barangkali adalah orang yang paling lega sekaligus bahagia dengan keberhasilan Tottenham Hotspurs melaju ke semifinal Liga Europa. Tekanan besar yang membayanginya sedikit berkurang. Ia sejenak bisa menunda perpisahan dengan Spurs berkat kemenangan 1-0 atas Frankfurt di Stadion Deutsche Bank Park, Frankfurt, Jumat (18/4/2025) dini hari WIB.
Hasil pada pertemuan kedua itu membuat Spurs unggul 2-1 secara agregat. Pada pertemuan pertama di markas Spurs, kedua tim bermain imbang 1-1. Perjuangan pada pertemuan kedua dinilai bakal lebih sulit bagi Spurs mengingat Frankfurt belum pernah menelan kekalahan setiap kali bermain di markasnya pada Liga Europa.
Akan tetapi, James Maddison dan rekan-rekannya meruntuhkan pesimisme. Gol semata wayang kemenangan Spurs dilesakkan Dominic Solanke melalui eksekusi penalti pada menit ke-43. Wasit Davide Massa memberikan hadiah penalti setelah Maddison ditabrak kiper Frankfurt Kaua Santos saat berebut bola udara.
Setelah tertinggal, Frankfurt mencoba keras menyamakan kedudukan. Pelatih Dino Toppmoller menginstruksikan para pemainnya untuk tampil lebih menekan serta meningkatkan intensitas serangan.
Hanya saja, pertahanan Spurs yang digalang Cristian Romero dan Micky van de Ven terlalu solid untuk ditaklukkan. Frankfurt menciptakan lima tembakan tepat sasaran, tapi tidak ada yang terlalu merepotkan kiper Guglielmo Vicario. Itu tecermin dari nilai angka harapan gol (expected goal/xG) Frankfurt yang menyentuh 0,91. Jumlah itu masih lebih kecil dibandingkan Spurs yang tampil lebih efisien. Meski hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran, nilai xG Spurs mencapai 1,71.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/18/993c6dd1f8002b56f30c6f2fd7f400ca-c034a0b6cd6741ea955698612059abff_0_9832569556a746da953017c29129aedb.jpg)
”Kami sadar terhadap peluang. Kami tahu apa kekuatan kami dan tahu apa yang bisa terjadi jika berkomitmen secara mental, kami bisa menaklukkan siapa saja. Pemain-pemain ini hebat. Mereka siap bertarung untuk klub ini demi meraih trofi. Kami akan menjalani dua laga lagi dan akan menjadi semifinal yang hebat,” ujar Vicario.
Keberhasilan Spurs menjungkalkan Frankfurt di markasnya termasuk di luar prediksi banyak orang. Media dan juga pengamat menyangsikan peluang Spurs ke semifinal. Apalagi ”Si Lili Putih” tengah didera inkonsistensi di bawah arahan Postecoglou. Banyak pula spekulasi yang beredar bahwa manajer asal Australia itu akan kehilangan pekerjaannya setelah laga menghadapi Frankfurt.
Postecoglou banyak dikritik karena sifat batunya. Dia memang tipikal pelatih yang sangat idealis dengan pendekatan yang dibawa. Postecoglou menyulap Spurs menjadi tim yang sangat atraktif dalam menyerang, tetapi pada waktu bersamaan, kerap menyisakan lubang di pertahanan. Gaya bermain itu dikritik lantaran tidak adaptif terhadap lawan yang dihadapi. Berbulan-bulan lamanya, Postecoglou bergeming dan tetap memercayai idenya adalah yang paling tepat.
Anda semua harus bersabar dengan keberadaan saya sedikit lebih lama.
Namun, kenyatannya berbanding terbalik. Sifat keras kepala Postecoglou membuat Spurs tertahan di peringkat ke-15 Liga Inggris. Spurs pun sudah tersingkir di ajang Piala Liga Inggris dan Piala FA. Dengan begitu, Liga Europa jadi satu-satunya harapan Spurs untuk meraih trofi musim ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/18/b439b454c091a1b2f0284801d9a36056-880b81fb7120449a9478c622d0887339_0_d7d2e9da38484e5683b04c26ee1290ee.jpg)
Keberhasilan Postecoglou membawa Spurs ke semifinal menguatkan harapan Spurs menyudahi 17 tahun dahaga trofi. Berkat kemenangan atas Frankfurt pula posisinya untuk sementara aman dari pemecatan, meski memenangi Liga Europa juga tidak menjadi jaminan bagi Postecoglou tetap melatih Spurs musim depan. Hanya saja, meloloskan Spurs ke semifinal menjadi semacam cara Postecoglou dalam menunda perpisahan dengan para pemainnya.
”Anda semua harus bersabar dengan keberadaan saya sedikit lebih lama,” ucap Postecoglou seraya menyindir balik pihak-pihak yang mengkritiknya.
Suka atau tidak, para pendukung Spurs harus berdamai dengan kenyataan bahwa memecat pelatih saat ini bukanlah keputusan bijak. Sebagian besar dari mereka memang menghendaki Postecoglou angkat kaki. Mereka tidak menganggap keberhasilan melaju ke semifinal sebagai buah dari sistem yang dibangun Postecoglou. Kemenangan Spurs dinilai lebih disebabkan kecemerlangan individu pemain dalam menangani situasi lalu mencetak gol kemenangan.
Postecoglou harus membuktikan pilihan taktiknya bisa membawa Spurs ke final dan merebut trofi. Di semifinal, Spurs ditantang wakil Norwegia, Bodo/Glimt, yang menundukkan Lazio melalui babak adu penalti. Adapun semifinal lainnya mempertemukan Manchester United dan Athletic Bilbao.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/18/baaed146a48ab53eb73d3f2a61dc47c9-AFP_42PR6AW.jpg)
Jika Spurs dan MU sukses melewati lawan-lawannya di semifinal, pertandingan final Liga Europa akan berlangsung menarik lantaran mempertemukan dua tim yang sama-sama berkutat di zona bawah klasemen Liga Inggris. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nur Adji