Anggaran Kemenkes Dipangkas, Cek Kesehatan Gratis Tetap Dimulai 10 Februari 2025

Hari pertama penyelenggaraan cek kesehatan gratis untuk warga yang berulang tahun akan dipantau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

05 Feb 2025 17:29 WIB · Humaniora

Oleh Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Di tengah pemangkasan anggaran Kementerian Kesehatan, program cek kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat yang berulang tahun akan tetap dimulai pada 10 Februari 2025. Layanan tersebut bisa diakses secara langsung di pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas dan klinik-klinik yang terhubung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seusai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/2/2025), mengatakan, program cek kesehatan gratis untuk masyarakat akan dimulai pada 10 Februari 2025.

Layanan yang diberikan untuk seluruh warga yang tengah berulang tahun itu bisa diakses di 10.000 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan 15.000 klinik yang terhubung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

Pada penyelenggaraan di hari pertama, kata Budi, Presiden akan memantau secara langsung. Program cek kesehatan gratis merupakan salah satu bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat atau Quick Win yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Selain itu, cek kesehatan gratis merupakan program terbesar pemerintah karena layanan ini diberikan kepada 280 juta penduduk, mulai dari bayi yang baru lahir hingga warga lanjut usia. 

”Nanti beliau sama seperti yang (program) Makan Bergizi Gratis (MBG), mau lihat di salah satu puskesmas,” ungkapnya.

Budi mengakui, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, terdapat pemangkasan anggaran di Kementerian Kesehatan. Berdasarkan dokumen yang diterima Kompas, anggaran Kementerian Kesehatan akan dipotong sekitar Rp 19 triliun dari total pagu Rp 105 triliun.

Kendati demikian, pemangkasan itu tidak memengaruhi penyelenggaraan cek kesehatan gratis. 

Tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengecek tekanan darah warga yang berolahraga di sekitar Taman Plaza Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/1/2025). Pengecekan tekanan darah gratis tiap hari Minggu tersebut dilakukan oleh para tenaga kesehatan dari puskesmas secara bergiliran. KOMPAS/AGUS SUSANTO 12-1-2025

Menurut Budi, sejak awal program ini sudah dihitung akan menghabiskan dana Rp 4,7 triliun. Total dana itu sudah memperhitungkan kebutuhan sekitar 200 juta penduduk. Oleh karena itu, ia optimistis anggaran yang ada tahun ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Diperkirakan, pada tahun pertama belum semua warga akan menggunakan layanan cek kesehatan gratis. ”Saya enggak yakin bahwa 200 juta masyarakat akan screening. Mungkin di tahun pertama, sampai 100 juta saja saya sudah sangat senang sekali,” kata Budi.

Selain sebagai bagian dari program prioritas, lanjutnya, program kesehatan gratis merupakan salah satu faktor yang berkontribusi besar terhadap kepuasan publik pada kinerja pemerintah.

Merujuk hasil survei Kompas, awal Januari lalu, tingkat kepuasan publik kepada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencapai 80,9 persen. Dari seluruh responden, 85 persennya puas karena pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan gratis. ”Jadi, kita harus pastikan bahwa ini jalannya baik lah, (itu) pesannya dari Presiden,” ungkap Budi.

Tenaga kesehatan memeriksa katarak pada mata pasien di RSUD Tamansari, Jakarta Barat, Senin (20/1/2025). RSUD Tamansari bekerja sama dengan Baznas dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menggelar skrining katarak yang diikuti 80 peserta. Setelah proses skrining, 50 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan menjalani operasi katarak gratis pada 25 Januari 2025. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 20-01-2025

Teknis pelayanan

Budi melanjutkan, cek kesehatan gratis akan dilakukan untuk dua kelompok usia, warga yang berusia di bawah enam tahun dan di atas enam tahun.

Warga bisa mengaksesnya di puskesmas dan klinik yang terhubung dengan BPJS Kesehatan mulai dari hari ulang tahun mereka hingga satu bulan ke depan. Khusus untuk warga yang lahir pada Januari, Februari, Maret, bisa mengklaimnya April mendatang.

”Khusus yang usia sekolah, (cek kesehatan gratis) dilakukannya bukan pada saat ulang tahun, tetapi pada saat masuk sekolah. Kenapa? Supaya tidak penuh puskesmasnya, karena ini, kan, 280 juta (penduduk),” katanya.

Warga sepulang mengantarkan anaknya dari Puskesmas Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Senin (24/10/2022).

Selain memberikan pelayanan cek kesehatan secara fisik, lanjut Budi, program ini juga akan memberikan layanan pemeriksaan mental. Hal itu dinilai krusial, karena berdasarkan survei yang dilakukan 1 dari 10 masyarakat mengalami gangguan kecemasan. Adapun pemeriksaan mental akan dimulai dari pelajar sekolah dasar. 

”Kemudian, untuk warga yang sudah di atas 40 tahun, ada screening kanker, terutama yang yang empat besar, yaitu kanker payudara dan serviks untuk wanita, karena itu, kan, pembunuh terbesar. Kemudian laki-laki untuk kanker paru dan kolorektal,” ujar Budi. 

Sebelumnya, Direktur Tata Kelola Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Roy Himawan mengatakan, sebelum melakukan pemeriksaan, masyarakat perlu memastikan telah mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile.

infografik Aplikasi Satu Sehat

Setelah itu, masyarakat harus mengisi biodata diri pada aplikasi tersebut. Sistem dalam aplikasi tersebut kemudian akan menginformasikan kapan waktu pemeriksaan bisa dilakukan. Pemberitahuan waktu pemeriksaan akan disampaikan tiga hari, yakni sejak 30 hari sebelum pelaksanaan pemeriksaan, seminggu sebelum pemeriksaan, dan sehari sebelum pemeriksaan.

”Mohon kesediaannya juga untuk mengisi dulu kuesioner sebelum datang ke puskesmas untuk mendapatkan PKG (pemeriksaan kesehatan gratis). Saat sudah mengisi kuesioner baru, kita siap melakukan PKG dengan mendatangi puskesmas yang ditunjuk,” tuturnya.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan telah terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)/BPJS Kesehatan sebelum melakukan pemeriksaan. Kepesertaan JKN akan memudahkan peserta untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya masalah kesehatan yang membutuhkan tata laksana lebih lanjut.

Bagi masyarakat yang memiliki kendala untuk mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile, akses untuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis tetap tersedia secara manual. Masyarakat bisa langsung datang ke puskesmas dengan terlebih dahulu mengisi kuesioner dan mendaftarkan diri melalui tenaga kesehatan. Namun, cara ini tidak disarankan karena membutuhkan waktu yang lebih lama.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro