Brasil tertatih-tatih menuju Piala Dunia 2026. Harapan demi trofi keenam kini bertumpu pada racikan Carlo Ancelotti yang membuka pintu kembalinya Neymar Jr.
11 Jun 2026 08:20 WIB · Olahraga
AFP/CARL DE SOUZA
Brasil adalah raja Piala Dunia, satu-satunya negara yang tak pernah absen ambil bagian di babak utama sejak Piala Dunia digelar pada 1930. Mereka lima kali juara.
Pertama, 1958 di Swedia. Pele, pemain berusia 17 tahun, meledak. Era jogo bonito dimulai. Kedua, 1962 di Chile. Pele cedera, muncul Garrincha. Ketiga, 1970 Meksiko. Saat itu, mereka disebut tim terbaik sepanjang sejarah. Ada Pele, Jairzinho, Tostao, Rivellino, dan Carlos Alberto.
Keempat, 1994 di Amerika Serikat. Saat itu adalah era pragmatis Dunga, Romario, Bebeto di timnas Brasil. Puasa gelar 24 tahun terbayarkan.
Terakhir, 2002 di Korea-Jepang. Trio R, Ronaldo, Rivaldo, Ronaldinho, menyihir dunia. Ronaldo Luis Nazario de Lima mencetak gol terbanyak dengan 8 gol.
Kini, 24 tahun lagi menanti. ”Selecao” datang dengan sejumlah anomali. Membawa sejarah kelam, tragedi Belo Horizonte saat kalah 1-7 dari Jerman di semifinal Piala Dunia 2014. Kekalahan terburuk sepanjang sejarah.
Hal itu setara peristiwa Maracanazo ketika kalah 1-2 dari Uruguay di final Piala Dunia 1950 yang disaksikan 200.000 penonton. Dua kejadian itu menghadirkan trauma nasional dan masih membekas sampai detik ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/f9ae62335129e3d988d1b2e6c9e268cd-000_B4QR629.jpg)
Anomali Brasil tergambar sejak babak kualifikasi edisi 2026. Mereka hampir gagal lolos. Penampilan terburuk di kualifikasi Conmebol, kalah 0-1 dari juara bertahan Argentina di Maracana, 21 November 2023. Itulah kekalahan kandang pertama Brasil di kualifikasi Piala Dunia sepanjang sejarah.
Brasil juga kalah dari Uruguay, Kolombia, dan Bolivia. Publik Brasil sampai tak percaya bila tim kebanggaannya terancam gagal ke Piala Dunia 2026. Sampai akhirnya, Brasil mendatangkan Carlo Ancelotti pada 26 Mei 2025 sebagai pelatih asing pertama asal Italia.
Di level klub, Ancelotti memang pelatih juara dengan lima trofi Liga Champions Eropa (dua bersama AC Milan dan tiga saat menangani Real Madrid). Ia spesialis trofi, baik saat menangani Juventus, Milan, Chelsea, PSG, maupun Bayern Muenchen. Namun, di level timnas, Carletto hanya mampu membawa Italia jadi runner-up Piala Dunia 1994 sebagai asisten pelatih.
Don Carlo mengubah gaya jogo bonito dengan permainan yang pragmatis, fokus ke pertahanan solid ala catenaccio dengan transisi cepat. Hasilnya belum menjanjikan. Dari 10 laga, 5 kali menang, 2 kali imbang, dan 3 kali tumbang (Bolivia, Jepang, dan Perancis). Ancelotti bilang, Brasil tak punya ”pemain referensi” seperti Neymar, tetapi punya skuad merata.
Apakah kami bisa melaju ke final Piala Dunia? Ya, kami bisa berada di final. Tetapi, saya pikir itu belum cukup.
Bisa jadi ini alasan utama Carletto memanggil kembali Neymar yang terakhir kali berseragam ”Samba” pada 17 Oktober 2023. Ia masuk skuad final menuju Piala Dunia 2026. Ia menyisihkan Joao Pedro yang sedang on fire bersama Chelsea. Reaksi keluarga Joao Pedro yang sudah siap berselebrasi pun menjadi viral.
Alasan lain Ancelotti memanggil Neymar, yang hanya bermain 686 menit bersama Santos, adalah besarnya tekanan publik. Memang Neymar saat ini menjadi pencetak gol terbanyak Brasil dengan 79 gol dari 128 penampilan. Namun, permainannya sudah usang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/a8f30de56b1416d5c5eacec5332f9494-Brazil_WCup_Soccer.jpeg)
”Kami mengevaluasinya sepanjang tahun, dia bermain terus-menerus, kondisi fisiknya membaik. Dia adalah pemain penting di Piala Dunia. Dia memiliki peran dan kewajiban yang sama dengan yang lain,” tutur Ancelotti, dilansir dari UOL.
”Kami memilih Neymar bukan karena kami pikir dia akan menjadi pemain pengganti yang baik, tetapi dia bisa membawa kualitas, bermain 1 menit, 5, 90, tidak bermain, dan mengambil penalti,” ucap Ancelotti kemudian.
Kembalinya Neymar ke Selecao bukan tanpa syarat. Ancelotti menetapkan tiga kebijakan yang harus dipatuhi. Tuntutan pertama adalah Neymar tidak lagi menyandang status kapten. Kedua, Ancelotti tidak memberikan jaminan pemain mula.
Dan, ketiga, bersifat nonteknis, tetapi dianggap krusial. Ancelotti meminta Neymar untuk mengurangi aktivitasnya di media sosial selama turnamen berlangsung. Langkah ini diambil karena banyak pihak menilai keaktifan Neymar di dunia maya sering kali berdampak pada fokus dan performanya di lapangan.
”Saya harus menjaga harmoni nasional. Kalau saya coret Neymar, orang Brasil akan memakainya untuk menyerang saya. Neymar masuk untuk menjaga kedalaman skuad, bukan starter,” kata Ancelotti.
Neymar sangat antusias bisa masuk skuad Selecao di Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 34 tahun itu membuat pengakuan jujur bahwa dirinya langsung menangis selama berjam-jam setelah mendengar namanya kembali disebut untuk membela panji negaranya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/21/10f1e928fe8fe35359bfdd66dbac8cc3-20260521_ANU_Pemain_Terbaik_mumed.jpg)
Perjalanan kembali menuju tim nasional merupakan sebuah perjuangan yang sangat emosional bagi pemain bernomor punggung 10 itu. Berbicara secara terbuka kepada media setelah pengumuman skuad resmi, penyerang veteran ini tidak mampu menyembunyikan rasa harunya yang mendalam.
Neymar menyatakan bahwa emosi yang berkecamuk di dalam dirinya sangat sulit untuk diungkapkan dengan untaian kata-kata biasa. Pengorbanan besar yang harus dilewati selama masa pemulihan cedera panjang membuat momen pemanggilan ini terasa seperti sebuah mukjizat.
”Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di sini. Pemanggilan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua orang yang terlibat dalam proses ini, semua yang bersama saya di lapangan ataupun di luar lapangan, menjaga keselamatan kami, kebugaran kami, dan makanan kami,” kata Neymar.
Brasil akan menghadapi lawan-lawan tangguh di fase grup. Tim Samba akan bertemu Maroko, Haiti, dan Skotlandia di Grup C. Ancelotti menilai kehadiran Neymar bisa menambah kekuatan tim dalam menghadapi persaingan ketat.
”Saya mempunyai pengetahuan dan kepercayaan diri bahwa tim ini bisa bersaing dengan tim terbaik di dunia,” ujar Ancelotti.
Target Brasil bukan hanya mencapai final, melainkan juga memenanginya. ”Apakah kami bisa melaju ke final Piala Dunia? Ya, kami bisa berada di final. Tetapi, saya pikir itu belum cukup. Tujuan utamanya adalah berada di final dan memenanginya,” kata mantan pelatih Real Madrid tersebut.
Mampukah Brasil meraih gelar keenam Piala Dunia setelah penantian 24 tahun? Sejumlah anomali yang terjadi telah meragukannya!
Kiper: Alisson (Liverpool), Éderson (Fenerbahce), Weverton (Grêmio)
Bek: Alex Sandro (Flamengo), Bremer (Juventus), Danilo (Flamengo), Douglas Santos (Zenit St Petersburg), Gabriel Magalhães (Arsenal), Léo Pereira (Flamengo), Marquinhos (Paris Saint-Germain), Roger Ibañez (Al Ahli), Wesley (AS Roma)
Gelandang: Bruno Guimarães (Newcastle United), Casemiro (Manchester United), Danilo Santos (Botafogo), Fabinho (Al-Ittihad), Lucas Paquetá (Flamengo)
Penyerang: Endrick (Olympique Lyon), Gabriel Martinelli (Arsenal), Igor Thiago (Brentford), Luiz Henrique (Zenit St Petersburg), Matheus Cunha (Manchester United), Neymar (Santos), Raphinha (Barcelona), Rayan (Bournemouth), Vinícius Júnior (Real Madrid)
Pelatih: Carlo Ancelotti
Penulis:
Akmal Marhali, Koordinator Save Our SoccerEditor:
Prasetyo Eko Prihananto, Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar