Manchester United datang ke Anfield dengan ”jatah” menelan kekalahan. Mampukah siklus itu diakhiri? Liverpool pun belum kehilangan poin di rumah.
18 Okt 2025 11:54 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, SABTU – Untuk pertama kali dalam sejarah Liga Inggris yang tua dan panjang, dua tim dengan koleksi 20 trofi liga bakal bertarung. Liverpool selaku juara bertahan akan menyambut Manchester United di Stadion Anfield, Minggu (19/10/2025) pukul 22.30 WIB. Pemenang duel itu bisa sedikit sombong menganggap diri mereka raja dari para raja di kompetisi tersengit di dunia itu.
Dengan membandingkan performa pada awal musim 2025-2026, Liverpool lebih dijagokan untuk mengemas tiga poin. Ambisi ”Si Merah” jelas ingin mengakhiri tiga kekalahan beruntun yang tersaji di kandang lawan.
Setelah kalah tiga kali beruntun, tanpa peduli siapa lawan berikutnya, kami harus beraksi positif.
Mohamed Salah dan kawan-kawan memiliki bekal itu untuk mengakhiri catatan nirpoin itu pada pekan kedelapan Liga Inggris. Menyambut MU, sang rival abadi, Liverpool bermodal koleksi lima kemenangan beruntun di Anfield pada seluruh kompetisi musim ini.
Arsenal, pemuncak klasemen, hingga Everton, tim sekota, tidak mampu membawa pulang poin dari Anfield. Di kompetisi lain, Atletico Madrid di Liga Champions dan Southampton di Piala Liga pun sudah merasakan keperkasaan Liverpool di kandang sendiri.
”Setelah kalah tiga kali beruntun, tanpa peduli siapa lawan berikutnya, kami harus beraksi positif. Tidak hanya Mo (Salah), semua pemain harus memberikan respons dari kekalahan itu,” tutur Manajer Liverpool Arne Slot dalam konferensi pers jelang laga, Jumat (17/10/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/18/6249ff4a8d98d766a022705a9541ded4-Britain_Soccer_Premier_League_133100832.jpg)
Slot menyebut pertandingan melawan MU selalu terasa spesial. Pada Januari lalu, Slot mengalami salah satu laga paling intens dalam musim perdananya di Liverpool saat ditahan MU, 2-2, di Anfield.
Tanpa ragu, Slot menyebut pertandingan kali ini akan lebih sulit. Juru taktik asal Belanda itu menyebut MU menjalani penampilan yang jauh lebih baik dari permulaan musim lalu. Ia yakin, seharusnya ”Setan Merah” berada di posisi lebih atas dari peringkat ke-10 ketika memulai pekan kedelapan.
”Pertandingan yang sangat menarik dan dinanti akan tercipta di Anfield. Saya percaya pendukung akan sangat mendukung kami. Saya yakin mereka memahami bahwa tim ini menderita tiga kekalahan beruntun, jadi mereka akan bersiap untuk menolong kami bangkit,” ucap Slot.
Laga menghadapi MU bakal menjadi kesempatan Alexander Isak, penyerang Liverpool, membuktikan kemampuan terbaiknya. Bermain sejak sepak mula atau tidak, Isak dianggap sudah waktunya rutin menyumbang gol untuk Si Merah.
Slot pun menyebut penyerang asal Swedia itu sudah mendekati dalam kondisi kebugaran maksimal. ”Saya pikir, kami bisa menilainya secara adil mulai dari sekarang. Masa pramusimnya sudah selesai meskipun tidak ada gol diciptakannya untuk tim nasional. Jadi, mari kita lihat di mana kemampuannya dalam pekan-pekan mendatang,” kata Slot.
Selain menggantungkan ekspektasi besar kepada kemampuan individu pemain, Slot juga menyadari masih banyak kelemahan skuadnya dalam situasi bertahan. Sembilan gol yang bersarang di gawang Si Merah pada Liga Inggris tercipta dari tiga situasi berbeda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/18/55de47ddbafb66372cde18e5bc3a382f-Britain_Soccer_Premier_League_133098915.jpg)
Sebanyak empat gol tercipta melalui skema bola mati. Kemudian, dua gol berserang akibat Liverpool kurang waspada menghalau fast break atau serangan balik cepat lawan. Tiga gol lainnya dihasilkan lawan dalam proses permainan terbuka.
Sementara itu, MU datang ke Anfield dengan siklus menjalani laga dengan hasil kekalahan di liga. Sejak menang perdana di liga musim ini pada pekan ketiga kontra Burnley, MU selalu kalah pada pekan berikutnya saat tampil di kandang lawan.
Setelah menaklukkan Burnley, mereka dilibas Manchester City. Sempat unggul atas Chelsea, lalu tumbang dari Brentford. Sebelum jeda internasional lalu, MU mengemas kemenangan dan nirbobol perdana atas Sunderland, tim promosi.
Manajer MU Ruben Amorim mengakui, duel menghadapi Liverpool selalu penuh makna bagi para pemain dan pendukung timnya. Ia bertekad MU akan menjalani laga demi menjaga kehormatan diri.
”Saya tahu duel nanti sangat istimewa untuk klub kami. Saya tahu mereka juga bersaing dengan kami dalam jumlah titel (liga). Jadi, ini adalah lebih dari sekedar gim yang harus kami menangi,” ujar Amorim, seperti dikutip BBC.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/18/f4d219b54d934cb5fc7b4f0e1b413834-Britain_Soccer_Premier_League_133094364.jpg)
Di tengah performa yang masih inkonsisten, Amorim mendapat angin segar seiring dukungan penuh pemilik, Sir Jim Ratcliffe, kepada dirinya. Amorim minimal digaransi bisa memegang MU selama tiga musim.
Sistem dukungan mumpuni itu seharusnya bisa dibalas pelatih asal Portugal itu dengan hasil manis di akhir pekan ini. Apalagi, MU sudah 9 tahun belum pernah membawa pulang kemenangan atas Liverpool di Anfield. Catatan itu terakhir kali tercipta pada Januari 2016. MU unggul 1-0 berkat gol tunggal Wayne Rooney.
Demi memupus tren buruk di Anfield, Amorim mengakui bahwa hal pertama yang dilakukan timnya adalah mengubah pola pikir. Tekanan untuk menang pada laga-laga tertentu, diakui Amorim, tidak mampu dikelola dengan baik oleh skuadnya secara individu dan kolektif.
”Mungkin ketika Man United tidak diprediksi menang, itu lebih mudah bagi pemain untuk bermain baik. Namun, hal itu harus kami ubah. Kami harus bisa terus tampil baik dan meraih hasil ketika ada ekspektasi dan tanggung jawab untuk konsisten menang,” ujarnya.
Amorim berencana tidak akan mengubah susunan 11 pemain utama pada gim kontra Sunderland. Ini termasuk mempertahankan Senne Lammens di bawah mistar yang membantu Setan Merah mencatatkan clean sheet pertama di liga musim ini.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul