Antara Thom Haye dan Jay Idzes, Siapa Bisa Hindari Timnya Degradasi?

Setelah jalani tugas negara, Thom Haye dan Jay Idzes mengemban misi berat di sisa musim ini. Mereka melawan kemustahilan untuk hindari tim masing-masing turun kasta.

30 Mar 2025 18:49 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Dua pemain andalan tim nasional Indonesia, Thom Haye dan Jay Idzes, memiliki misi serupa setelah menjalani dua gim bersama ”Garuda”, Maret ini. Kedua ”pemimpin” di dalam tim asuhan Patrick Kluivert itu bertekad menghindari klub masing-masing turun kasta dari kompetisi kasta tertinggi.

Thom membela Almere City yang tengah berada di peringkat ke-17 di Eredivisie atau liga terbaik di Belanda. Adapun Jay bersama Venezia masih berkutat di posisi ke-19 Serie A yang merupakan kompetisi teratas dalam piramida kompetisi profesional Italia.

Gelandang Almere City, Thom Haye, menggiring bola di tengah kawalan pemain Willem II, Erik Schouten,  pada laga Liga Belanda di Stadion Koning Willem II, Sabtu (29/3/2025). Thom menghasilkan satu asis bagi kemenangan Almere.

Merujuk klasemen itu, Thom dan Jay harus kerja ekstra keras untuk mengeluarkan timnya keluar dari zona degradasi. Almere setara dengan Venezia berada di posisi kedua terbawah di liga masing-masing.

Hanya berselang empat hari setelah berkontribusi bagi kemenangan 1-0 Indonesia atas Bahrain, Selasa (25/3/2025), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Thom dan Jay sudah memainkan pertandingan secara penuh di klub mereka. Thom membantu Almere mengalahkan Willem II Tillburg 2-0, Sabtu (29/3/2025), di Stadion Koning Willem II.

Thom mencatatkan laga penuh keenam bersama Almere di musim ini. Ia pun mencatatkan asis kedua pada musim ini untuk gol kedua Almere yang dicetak oleh bek Marvin Martins pada menit ke-49.

Sementara itu, Jay kian menegaskan diri sebagai pemain terpenting di skuad Venezia musim ini. Ia menjadi kapten pada laga menghadapi Bologna di Stadion Pier Luigi Penzo. Sayangnya, penampilan ke-29 Jay di Serie A musim ini berujung kekalahan 0-1. Gol tunggal penyerang sayap Bologna, Riccardo Orsolini, membuyarkan ambisi Venezia mengemas poin.

Nyaris mustahil

Almere menyisakan tujuh pertandingan di Eredivisie 2024-2025 untuk tidak kembali ke Eerste Divisie alias Divisi Kedua Belanda. Dalam sejarah klub, Almere untuk pertama kali meraih tiket promosi ke Eredivisi pada musim 2022-2023.

Prestasi promosi kali pertama tim berjuluk ”Domba Hitam” itu adalah warisan dari Alex Pastoor, asisten pelatih timnas Indonesia. Alhasil, musim ini adalah periode kedua Almere berada di Eredivisie.

Klasemen paruh bawah Eredivisie 2024-2025 hingga pekan ke-27.

Namun, ambisi tim yang berusia 25 tahun itu bertahan di kompetisi kasta tertinggi Belanda bisa disebut nyaris mustahil. Menurut Footystats, Almere termasuk kategori tim ”risiko tinggi” terdegradasi. Probabilitas Almere menutup musim ini di zona merah mencapai 70 persen.

Nilai persentase degradasi yang disematkan Almere itu adalah yang tertinggi dari 18 peserta. Bahkan, kemungkinan skuad Domba Hitam lolos dari ancaman degradasi (30 persen) lebih rendah dari RKC Waalwijk yang duduk di posisi terakhir hingga pekan ke-27, yaitu 35 persen.

Hanya mengoleksi 18 poin dari 27 pertandingan menyebabkan Almere berjarak enam poin dari Willem II yang duduk di posisi ke-16. Tim yang berada di peringkat keenam Eredivisie akan menghadapi posisi ketiga Eerste Divisie pada laga playoff untuk memperebutkan satu jatah terakhir tampil di Eredivisie musim depan.

Pemain Almere City, Charles-Andreas Brym (kanan), merayakan golnya ke gawang Willem II bersama rekannya, Korneluis Hansen, pada laga Liga Belanda, Sabtu (29/3/2025), di Stadion Koning Willem II. Almere menang 2-0.

Adapun jarak Almere dengan tim di batas akhir zona aman atau peringkat ke-15, yang dihuni Heracles, mencapai 10 poin. Dengan situasi itu, Thom dan kawan-kawan harus meraup poin sebanyak-banyaknya demi memperbaiki posisi.

Almere akan menghadapi tiga tim yang menduduki zona Eropa, yakni PSV Eindhoven, Go Ahead Eagles, dan AZ Alkmaar. Mereka juga memiliki jadwal menghadapi empat tim dengan kualitas setara, seperti PEC Zwolle (posisi ke-13), Heerenven (10), Sparta Rotterdam (15), dan Fortuna Sittard (9).

Empat dari tujuh duel pamungkas musim ini pun dijalani di kandang sendiri, Stadion Yanmar. Tiga gim kandang terakhir berlangsung secara beruntun dari pekan ke-31 hingga pekan ke-33.

Empat gim itu berpeluang menjadi laga kandang terakhir Almere di Eredivisie sebelum kembali ke kasta kedua. Satu-satunya cara agar hal itu tidak terulang adalah membenahi performa mereka. Di Stadion Yanmar musim ini, persentase kemenangan Almere hanya 15 persen, sedangkan kekalahan mereka mencapai 69 persen.

Almere hanya mengemas delapan poin di rumah sendiri. Sebanyak 10 poin lainnya dibawa pulang dari gim tandang.

Quote

Kami mengatakan beberapa kali untuk memburu kemenangan dan hal itu akhirnya terjadi pada laga ini. Kami memiliki kesempatan terakhir untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya demi mendekati (zona aman).

Thom Haye Pemain Timnas Indonesia Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Buruknya penampilan di kandang juga menjadi ”kambing hitam” dari buruknya performa Almere musim 2024-2025. Mereka hanya mencetak rerata 0,77 gol per gim kandang dari 1,41 expected goals (xG) per gim. Gawang Almere juga sudah kemasukan 2,31 gol per gim di rumah sendiri meskipun hanya catatkan 1,6 xG against per laga.

Thom menuturkan, kemenangan atas Willem II adalah momentum bagi timnya untuk memangkas jarak dengan para rival. Ia mengatakan, skuad Almere akan berjuang untuk terhindar dari tampil bermain di kasta kedua pada kompetisi kampanye 2025-2026.

”Kami mengatakan beberapa kali untuk memburu kemenangan dan hal itu akhirnya terjadi pada laga ini. Kami memiliki kesempatan terakhir untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya demi mendekati (zona aman),” kata Thom kepada ESPN Belanda seusai laga.

Benahi lini serang

Semetara itu, kekalahan dari Bologna membuat Venezia gagal mendekat dengan Lecce yang berada di peringkat ke-17 atau posisi terakhir zona aman. Jarak kedua tim tetap lima poin. Setelah menjalani gim ke-30, Venezia baru mengumpulkan 20 poin.

Pada paruh kedua musim ini, Venezia sempat menjalani periode baik ketika meraih empat hasil imbang beruntun. Tiga tim yang dihadapi bahkan adalah tim penghuni papan atas, yaitu Napoli, Atalanta, dan Lazio.

Klasemen paruh bawah Serie A Italia 2024-2025 hingga pekan ke-30.

Namun, Venezia belum sekali pun meraih kemenangan setelah pergantian tahun. Hasil positif terakhir ditorehkan pada gim kandang menghadapi Cagliari, 22 Desember 2024.

Performa Venezia di kandang memang cukup baik. Tiga kemenangan yang mereka hasilkan seluruhnya disajikan ketika tampil di hadapan pendukung sendiri.

Jay dan kawan-kawan hasilkan 14 poin di kandang, sedangkan mereka hanya catatkan enam poin dari enam hasil remis pada gim tandang.

Pada delapan laga tersisa, Venezia akan menjalani empat laga tandang yang berat. Mereka bakal menjamu Monza, kemudian disusul tiga tim yang berjuang meraih tiket kompetisi Eropa, yakni AC Milan, Fiorentina, dan Juventus.

Venezia juga dibayangi empat laga tandang yang bakal menghadirkan jebakan. Mereka akan tampil di kandang Lecce, Empoli, Torino, dan Cagliari.

Footystats belum menganggap Venezia sebagai tim yang berpotensi besar terdegradasi. Probabilitas Venezia tampil di Serie B 2025-2026 ialah 57 persen atau dalam penilaian ”risiko sedang”. Setidaknya ada tiga tim lain yang dianggap memiliki risiko degradasi lebih besar walaupun ketiga tim itu tengah berada di luar zona degrasi.

Pemain Tim Nasional Sepak Bola Indonesia, Jay Idzes

Mereka adalah Lecce (peringkat ke-17) yang diselimuti 70 persen peluang degradasi, lalu Cagliari (#15) dengan 62 persen dan Hellas Verona (#14) yang dinilai 79 persen berpotensi turun kasta.

Seusai laga melawan Bologna, Jay menganggap kelemahan timnya adalah kurangnya ketajaman dalam lini serang. Kata Jay, timnya mengkreasi tiga hingga empat peluang emas, tetapi gagal memanfaatkannya dengan maksimal.

”Kami bermain baik seperti menghadapi Lazio, Napoli, dan Atalanta, tetapi sekali lagi, kami kekurangan gol. Itu sangat mengecewakan,” ucap Jay dilansir laman klub.

”Saya pikir pertandingan seharusnya bisa berjalan berbeda jika kami bisa mencetak gol. Sebab, kami tidak memberikan penyerang mereka kesempatan ciptakan ancaman,” tambahnya.

Kegusaran Jay cukup beralasan. Venezia hanya cetak 0,77 gol per gim. Angka itu di bawah 1,16 xG per gim. Tingkat tembakan akurat Venezia pun salah satu yang terminim di Italia, yaitu hanya 9 persen.

Sebelum berharap kembalinya Thom dan Jay di Jakarta, Juni mendatang, pendukung timnas Indonesia perlu mendukung keduanya untuk menolong tim terhindar dari ancaman degradasi. Meski tekad itu sulit terwujud, sepak bola tak pernah bosan menyajikan kejutan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata