Rizky Ridho, Jay Idzes, Justin Hubner, dan Joey Pelupessy sudah layak mendapat jaminan tempat utama di timnas Indonesia. Mereka kunci ”Garuda” menang atas Bahrain.
26 Mar 2025 18:21 WIB · Olahraga
Judul tulisan ini dibuat layaknya surat dengan tujuan meminta sesuatu kepada orang terkasih. Pelatih Indonesia Patrick Kluivert sudah sepatutnya tidak mengubah susunan empat pemain bertahan demi harapan ke pentas dunia semakin dekat dengan kenyataan.
Keempat pemain bertahan itu terdiri dari trio bek tengah, yaitu Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner, serta gelandang bertahan, Joey Pelupessy. Mereka tampil solid—tanpa menepikan peran pemain lain—yang menjadi kunci bagi kemenangan 1-0 Indonesia atas Bahrain, Selasa (25/3/2025) malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Tiga bek tengah yang juga selalu menjadi andalan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, untuk pertama kali diturunkan sejak sepak mula oleh Kluivert. Pada laga kontra Australia, hanya Jay yang memulai laga sebagai pemain utama.
Ridho baru masuk di pengujung babak kedua untuk menggantikan Sandy Walsh yang cedera. Justin menjalani hukuman kartu merah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/b4eaf2b2-19b7-4b26-8308-8d4a43a09ad5_jpg.jpg)
Susunan tiga bek tengah sudah sepatutnya tidak diganggu gugat lagi setidaknya untuk dua laga pamungkas, Juni nanti. Jika tidak mengalami cedera, Ridho-Jay-Justin sudah tak perlu diragukan lagi harus tampil sejak awal laga menghadapi China dan Jepang.
Mereka sudah tampil pada empat pertandingan Garuda di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Hasilnya, ketangguhan ketiganya di garis pertahanan skuad Garuda mempersembahkan tujuh poin yang terdiri dari kemenangan kontra Arab Saudi dan Bahrain, lalu imbang menghadapi Australia dan kalah dari Jepang.
Terlepas dari hasil buruk menghadapi Jepang yang terlihat sudah tak memiliki tandingan di Asia, trio bek tengah itu juga mempersembahkan nirbobol pada tiga laga lainnya. Setidaknya dua kemenangan atas dua tim Timur Tengah di Grup C menunjukkan tuah ketiganya.
Laman statistik Sofascore pun memberikan tiga pemain itu selalu di atas nilai tujuh pada tiga laga ketika tampil tanpa cela kontra Australia, Saudi, dan Bahrain. Pada tiga laga itu, Justin sempat diberi rating 6,9 di pertandingan melawan Saudi. Namun, angka non-hijau itu dipengaruhi kartu merah yang diterimanya.
Selama 90+ menit berlaga menghadapi Bahrain, menurut Fotmob, trio bek tengah itu melakukan akumulasi 24 aksi defensif. Jumlah itu terdiri dari Justin menghasilkan 10 aksi bertahan, lalu diikuti Ridho (9) dan Jay (5).
Performa Justin menonjol dalam catatan pemulihan penguasaan bola sebanyak enam situasi dan sapuan yang dilakukan lima kali. Justin pun mencatatkan 100 persen tekel sukses dari dua kali tekel.
Adapun Ridho mencatatkan enam sapuan dan empat pemulihan penguasaan bola. Salah satu momen krusial dilakukan Ridho adalah sapuan sundulan pada menit ke-48 untuk menghindari bola masuk ke dalam gawang. Pada situasi itu, bola sepakan pemain Bahrain memantul ke pemain Indonesia yang melampaui di atas kepala kiper Maarten Paes.
Kluivert pun sangat senang menyaksikan penampilan kapten Persija Jakarta itu. Kluivert menyebut Ridho telah menunjukkan kepantasannya menjadi salah satu pilar utama di barisan pertahanan Indonesia.
”Ridho menjalani laga yang fantastis, sangat impresif. Ia memiliki masa depan yang cerah,” tutur Kluivert.
Jay pun tidak sungkan memuji Ridho. Menurut pemain Venezia itu, kunci utama performa apik pemain bertahan Indonesia adalah komunikasi yang baik.
”Ridho adalah pemain yang memiliki potensi di dalam tim. Saya senang bermain dengannya,” kata Jay.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/26/64060eb1-51fc-43ca-8248-ebe87cebc9a0_jpg.jpg)
Sementara itu, Jay meskipun dalam aksi bertahan, pemulihan bola (3 kali), dan sapuan (3) lebih inferior dari dua tandemnya itu, perannya sangat krusial. Dengan ban kapten terpatri di lengan kirinya, Jay menjadi pemimpin yang dibutuhkan rekan setimnya.
Ia adalah pemain paling vokal menyampaikan protes kepada wasit ketika skuad Garuda mengalami situasi yang tidak menguntungkan. Beberapa kali Jay juga melindungi rekan setimnya saat wasit memberikan peringatan kepada mereka, salah satunya kepada Justin yang mengganggu pergerakan kiper Bahrain, Ebrahim Lutfalla, pada menit ke-11.
Sementara itu, Joey membuktikan dirinya bukan pemain yang dinaturalisasi untuk menjadi pelapis di timnas Indonesia. Dengan pengalaman serta kualitasnya, kapten klub Belgia, Lommel SK, itu terbukti menjadi partikel pelengkap bagi taktik permainan Kluivert.
Kehadiran Joey mengakhiri kekurangan skuad Garuda untuk sosok pemain bernomor enam alias gelandang bertahan. Sejumlah pemain sempat dicoba Shin dan Kluivert, misalnya Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-On, hingga Jordi Amat, tetapi mereka belum memberikan jaminan kualitas untuk menghadirkan keseimbangan di lini tengah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/26/fa18cbfd64ffb73704e74aac8e2a3ad5-Screenshot_2025_03_26_at_4.01.24_PM.png)
Pada debutnya bersama timnas Indonesia, Joey tampil sangat efektif. Ia selalu menjadi pemain yang paling dekat dengan trio bek tengah. Kehadirannya memudahkan bek tengah memiliki target operan terdekat di lini tengah.
Penempatan posisi Joey itu juga membuat aliran bola Indonesia semakin lancar dalam proses build-up dari lini pertahanan. Aksi Joey juga menjadi permulaan bagi dua peluang besar Indonesia kontra Bahrain, salah satunya gol yang dicetak Ole Romeny pada menit ke-24.
Sebelum Thom Haye melepaskan umpan kunci kepada Marselino Ferdinan di sepertiga akhir pertahanan Bahrain, lalu menghadirkan asis untuk Ole, Joey adalah sosok yang mengoper bola kepada Thom. Ia menerima bola dari Jay yang mengakhiri penguasaan bola Bahrain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/26/e62389cde08e9d0ccbf1b35e27879db4-Screenshot_2025_03_26_at_5.16.36_PM.png)
Kemudian, pada menit ke-79, Joey berkolaborasi dengan Rizky Ridho dengan menjadi pemantul Ridho untuk operan satu-dua dalam proses menciptakan peluang yang disia-siakan Eliano Reijnders.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/26/96f0925c13363786cfe517a435b5b329-Screenshot_2025_03_26_at_4.05.49_PM.png)
Meskipun baru menjalani laga perdana berduet di jantung permainan Indonesia, Joey dan Thom sudah sangat padu. Mereka saling memahami tugas masing-masing. Joey bertugas menopang pertahanan, sedangkan Thom bisa lebih leluasa melayani pemain-pemain depan dengan umpan-umpan diagonalnya yang akurat.
Pembagian tugas itu pun membuat pergerakan kedua gelandang tersebut lebih efisien. Pemain berusia 31 tahun itu bergerak dekat dengan kotak penalti. Adapun Thom berkeliaran di garis tengah hingga sepertiga akhir pertahanan lawan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/26/cefb49aface767a6534a2aa932488432-WhatsApp_Image_2025_03_26_at_16.47.51.jpeg)
”Catatan 45 sentuh, 85 persen akurasi operan, dan lima pemulihan penguasaan bola adalah wujud peran ”bayangan” Joey yang tidak bisa dikesampingkan, terutama saat Garuda berusaha menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
”Saya bertemu Joey pada 2011 ketika masih melatih tim (yunior) Twente. Saya mengubah dia dari bek sayap ke posisi nomor enam yang bertahan hingga saat ini. Dia bangga mewakili negaranya dan (laga kontra Bahrain) ini baru permulaan bagi kualitasnya,” kata Kluivert tentang kesannya dalam debut Joey.
Sekali lagi. Semoga Kluivert tidak perlu lagi melakukan eksperimen untuk posisi empat pemain tersebut. Dengan masa persiapan lebih baik jelang laga bulan Juni nanti, pencinta timnas Indonesia berpeluang disajikan performa semakin matang dari keempat pemain itu.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar Alexey