Kompas.id Brief

Apa Perkembangan Mutakhir Terkait Perundingan Tarif Trump?

Proses perundingan tarif Trump antara delegasi dari Indonesia dan Amerika Serikat masih berlangsung. Apa perkembangan mutakhirnya?

15 Jul 2025 11:51 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Dimas Waraditya Nugraha, Agustinus Yoga Primantoro

Apa yang Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Bagaimana kerangka waktu perundingan tarif?
  2. Apa langkah Pemerintah Indonesia?
  3. Apa kabar perkembangan dari perundingan terakhir?

1. Bagaimana kerangka waktu perundingan tarif?

copy title

Indonesia dan Amerika Serikat sepakat mempercepat perundingan tarif dalam tiga pekan ke depan demi tercapainya kesepakatan jalan tengah. Langkah ini dinilai sejalan dengan langkah Indonesia yang memilih pendekatan nonretaliasi kendati strategi tersebut masih bisa diperkuat demi hasil negosiasi yang optimal.

Kesepakatan percepatan pembahasan tarif dicapai dalam pertemuan delegasi Pemerintah Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick dan Duta Besar Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer di Washington DC, Rabu (9/7/2025) waktu setempat.

Airlangga turut didampingi Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut pengumuman Presiden AS Donald Trump pada 7 Juli 2025 terkait kebijakan tarif resiprokal yang akan dikenakan AS pada produk-produk Indonesia sebesar 32 persen mulai 1 Agustus 2025.

”Kita sudah memiliki pemahaman yang sama dengan AS terkait progres perundingan. Dalam tiga minggu ke depan, kita akan terus berupaya menuntaskan negosiasi ini dengan prinsip saling menguntungkan,” kata Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima Kompas, Kamis (10/7/2025).

Perundingan Indonesia-AS mencakup isu tarif, hambatan nontarif, ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta kerja sama komersial dan investasi. Airlangga menegaskan, hubungan baik Indonesia-AS harus terus diperkuat melalui peningkatan transaksi bisnis di berbagai sektor.

2. Apa langkah Pemerintah Indonesia?

copy title

Di tengah proses negosiasi tarif dengan Amerika Serikat di Washington DC, Pemerintah Indonesia juga gencar bertemu perwakilan Uni Eropa dan Uni Ekonomi Eurasia. Penjajakan di sela-sela negosiasi itu dikebut demi mempercepat diversifikasi ekspor di luar AS.

Pertemuan dengan perwakilan Uni Eropa (UE) dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) digelar secara daring selama dua hari berturut-turut dari Washington DC, AS.

Awalnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maros Sefcovic, Rabu (9/7/2025). Sehari sesudahnya, Kamis (10/7/2025), Airlangga bertemu dengan Menteri Perdagangan Komisi Ekonomi Eurasia (EAEU) Andrey Slepnev.

Pertemuan dengan Sefcovic untuk menjajaki pasar Uni Eropa dilakukan pada hari yang sama dengan negosiasi tarif antara delegasi Pemerintah Indonesia dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Duta Besar Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer di Washington DC.

Indonesia kini sedang alot bernegosiasi dengan AS agar AS menurunkan tarif resiprokal 32 persen yang dikenakan AS terhadap produk-produk asal Indonesia. Targetnya, negosiasi beres dalam tiga pekan sebelum tenggat berlakunya tarif pada 1 Agustus 2025.

Di tengah negosiasi tarif dengan AS yang masih serba tidak pasti itu, Indonesia perlu punya rencana lain untuk menjaga pasar ekspornya, salah satunya ke negara-negara ”Benua Biru” alias Eropa dan sejumlah negara Asia. Ada dua perjanjian yang sedang dikebut dengan kawasan tersebut.

3. Apa kabar perkembangan dari perundingan terakhir?

copy title

Pemerintah memastikan Indonesia tidak akan terkena tarif tambahan 10 persen seperti yang diancamkan Presiden AS Donald Trump untuk negara-negara anggota BRICS. Saat ini, negosiasi intensif terus dilakukan untuk meredam dampak tarif impor 32 persen yang akan diberlakukan mulai 1 Agustus 2025.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Indonesia tetap berupaya menyelesaikan perundingan dengan otoritas AS agar skema tarif yang memberatkan dapat dihindari.

Dalam pertemuan terbaru dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Duta Besar Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer, pemerintah menyampaikan proposal negosiasi yang kini masih dibahas secara detail.

”Tambahan tarif 10 persen tidak ada. Saat ini prosesnya masih dalam tahap penyesuaian proposal, diharapkan final dalam tiga minggu ke depan,” ujar Airlangga dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Brussels, Belgia, Minggu (13/7/2025).

Pemerintah AS, lanjut Airlangga, telah sepakat untuk menelaah lebih lanjut usulan Indonesia dan memberi jeda waktu (pause) agar perundingan dapat dirampungkan sebelum kebijakan tarif diberlakukan.

Delegasi Indonesia pun menargetkan penyesuaian akhir atas proposal dagang selesai tepat waktu agar mendapatkan hasil negosiasi yang saling menguntungkan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Dimas Waraditya Nugraha, Agustinus Yoga Primantoro
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan