Sebanyak 16 negara dari zona Eropa atau UEFA mendapat jatah untuk tampil di ajang Piala Dunia 2026. Mereka terdiri dari 12 negara juara setiap grup dari babak kualifikasi ditambah 4 negara yang lolos melalui babak playoff. Tim yang berhak masuk ke babak playoff adalah 12 tim peringkat kedua dari setiap grup dan empat tim terbaik Liga Nasional Eropa 2024-2025.
Pertarungan di atas lapangan masih terus berlangsung. Negara-negara raksasa sepak bola Eropa belum tentu lolos langsung sebagai juara grup di babak kualifikasi. Sementara itu, negara-negara yang awalnya dipandang sebelah mata masih mungkin membuyarkan prediksi di babak kualifikasi.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Tim mana saja yang sudah lolos langsung ke Piala Dunia 2026?
- Bagaimana Belanda dan Jerman lolos langsung?
- Mengapa Norwegia lolos langsung dan Italia tidak?
- Apakah Ronaldo akan tampil di Piala Dunia 2026?
1. Tim mana saja yang sudah lolos langsung ke Piala Dunia 2026?
Tujuh tim sudah lolos langsung ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sebagai juara grup di babak kualifikasi zona Eropa sampai Selasa (18/11/2025) WIB.
Tujuh tim tersebut adalah Kroasia (juara Grup L), Inggris (juara Grup K), Perancis (juara Grup D), Jerman (juara Grup A), Belanda (juara Grup G), Norwegia (juara Grup I), dan Portugal (juara Grup F).
Berikut catatan pencapaian tujuh negara yang sudah lolos tersebut di Piala Dunia.
-Kroasia (peringkat kedua Piala Dunia 1998 dan peringkat ketiga 2022)
-Inggris (juara 1966, perempat final 2022)
-Perancis (juara 1998 dan 2018, peringkat kedua 2022)
-Jerman (juara 1954, 1974, 1990, 2014)
-Belanda (peringkat kedua 1974, 1978, 2010)
-Norwegia (babak 16 besar 1938 dan 1998)
-Portugal (peringkat ketiga 1966)
2. Bagaimana Belanda dan Jerman lolos langsung?
Belanda lolos langsung ke Piala Dunia 2026 seusai mengalahkan Lituania dengan skor telak 4-0 pada laga penutup Grup G di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Selasa (18/11/2025) WIB. Tim ”Oranje” mengumpulkan 20 poin dari delapan pertandingan. Belanda pun bergabung dengan Inggris, Perancis, Kroasia, Portugal, Norwegia, dan Jerman yang sudah lebih dulu lolos langsung.
Belanda berhasil menjalani delapan laga di babak kualifikasi tanpa pernah kalah. Prestasi Belanda ini menjadikan gelandang sebagai pusat permainan sepak bola sekaligus sumber gol. Kekuatan lini tengah harus dimanfaatkan maksimal.
Di bawah arahan Pelatih Ronald Koeman, Oranje menemukan kembali identitas mereka melalui taktik 4-3-3 yang dianggap ketinggalan zaman. Koeman tidak mengandalkan penyerang tunggal seperti Memphis Depay, tetapi percaya kepada kreativitas para gelandang untuk merancang skema serangan yang sulit diantisipasi pemain lawan.
Tijjani Reijnders dan Xavi Simons memperlihatkan kemampuan untuk masuk ke kotak penalti dan membantu penyelesaian akhir. Peran Frenkie de Jong tak tergantikan di posisi nomor enam. Kontribusi pemain muda, seperti Jerdy Schouten, Luciano Valente, Sem Steijn, hingga Kenneth Taylor, adalah bukti melimpahnya stok gelandang Belanda.
Sementara itu, Jerman juga lolos langsung setelah mengalahkan Slowakia, 6-0, di Stadion Red Bull Arena, Leipzig, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. ”Der Panzer” lolos dramatis karena dikalahkan Slowakia 0-2 di laga pembuka Grup A.
Jerman sebenarnya hanya butuh hasil imbang untuk lolos sebagai juara grup, tetapi mereka memilih bermain habis-habisan sebagai isyarat siap bertarung di level lebih tinggi. Para pemain muda seperti Nick Woltemade dan Assan Ouedrago mendapat kepercayaan dari Pelatih Julian Nagelsmann. Ini menandakan estafet ke pemain muda di timnas Jerman berjalan mulus.
3. Mengapa Norwegia lolos langsung dan Italia tidak?
Kemenangan telak Norwegia atas Italia di San Siro, Milan, mengukuhkan status Norwegia sebagai salah satu kekuatan yang harus diwaspadai di Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berakhir dengan skor 4-1 itu membuat Italia, yang membutuhkan kemenangan besar, harus berjuang lagi di babak playoff.
Laga yang dibuka dengan gol cepat Francesco Pio Esposito menjadi bencana Italia setelah turun minum. Italia kehilangan determinasi, sementara Norwegia semakin berani. Norwegia bukan sekadar tim penggembira, melainkan kesebelasan yang layak diperhitungkan.
Kesempurnaan Norwegia terlihat dari delapan kemenangan beruntun dan rekor 37 gol, pencapaian tertinggi mereka sepanjang sejarah. Trio pemain Erling Haaland, Alexander Sorloth, dan Thelo Aasgaard menjadi mesin gol dengan total 26 gol. Catatan rata-rata 4,63 gol per pertandingan menjadikan mereka tim paling tajam dalam sejarah kualifikasi zona Eropa. Pelatih Norwegia Stale Solbakken menyebut hasil ini sebagai salah satu momen terbaik dalam perjalanan tim.
Sementara itu, Italia seperti mengulang tragedi di Piala Dunia 2018 dan 2022 akibat kegagalan di fase yang sama. Meski masih berstatus unggulan di undian playoff, Italia harus bisa mengatasi tekanan mental yang berat. Pelatih Italia Gennaro Gattuso menyebutkan, ada persoalan konsistensi dan keberanian ketika lawan sedang unggul.
4. Apakah Ronaldo akan tampil di Piala Dunia 2026?
Portugal sudah dipastikan menggenggam tiket ke Piala Dunia 2026. Pertanyaan selanjutnya, apakah Cristiano Ronaldo akan tampil pada Piala Dunia terakhir baginya?
Portugal menang 9-1 atas Armenia dalam laga terakhir kualifikasi di Stadion do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (16/11/2025) WIB. Kemenangan itu diraih tanpa Ronaldo yang tidak bisa dimainkan karena mendapat kartu merah. Tanpa kehadiran Ronaldo, Portugal malah tampil impresif dan menjadi juara Grup F. Penampilan Portugal tidak menjadi berantakan dengan absennya Ronaldo. Sementara itu, saat terakhir kali Ronaldo tampil, Portugal takluk 0-2 dari Irlandia.
Pemain yang dijuluki ”CR7” itu memiliki ego besar yang akan mengganggu tim jika tidak bisa dikendalikan. Portugal harus belajar dari pengalaman di Piala Dunia 2022. Saat itu, Portugal seolah hanya memiliki satu pemain, yaitu Ronaldo. Portugal juga akan hancur jika Ronaldo emosional seperti saat mendapat kartu merah.
Kematangan Ronaldo yang akan berusia 41 tahun pada 2026 akan menjadi kunci. Dia harus mau menjalani berbagai peran di lapangan, misalnya membantu pertahanan dan tidak hanya menunggu umpan ke depan.
Sebanyak 16 negara dari zona Eropa atau UEFA mendapat jatah untuk tampil di ajang Piala Dunia 2026. Mereka terdiri dari 12 negara juara setiap grup dari babak kualifikasi ditambah 4 negara yang lolos melalui babak playoff. Tim yang berhak masuk ke babak playoff adalah 12 tim peringkat kedua dari setiap grup dan empat tim terbaik Liga Nasional Eropa 2024-2025.
Pertarungan di atas lapangan masih terus berlangsung. Negara-negara raksasa sepak bola Eropa belum tentu lolos langsung sebagai juara grup di babak kualifikasi. Sementara itu, negara-negara yang awalnya dipandang sebelah mata masih mungkin membuyarkan prediksi di babak kualifikasi.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Tim mana saja yang sudah lolos langsung ke Piala Dunia 2026?
- Bagaimana Belanda dan Jerman lolos langsung?
- Mengapa Norwegia lolos langsung dan Italia tidak?
- Apakah Ronaldo akan tampil di Piala Dunia 2026?
1. Tim mana saja yang sudah lolos langsung ke Piala Dunia 2026?
Tujuh tim sudah lolos langsung ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sebagai juara grup di babak kualifikasi zona Eropa sampai Selasa (18/11/2025) WIB.
Tujuh tim tersebut adalah Kroasia (juara Grup L), Inggris (juara Grup K), Perancis (juara Grup D), Jerman (juara Grup A), Belanda (juara Grup G), Norwegia (juara Grup I), dan Portugal (juara Grup F).
Berikut catatan pencapaian tujuh negara yang sudah lolos tersebut di Piala Dunia.
-Kroasia (peringkat kedua Piala Dunia 1998 dan peringkat ketiga 2022)
-Inggris (juara 1966, perempat final 2022)
-Perancis (juara 1998 dan 2018, peringkat kedua 2022)
-Jerman (juara 1954, 1974, 1990, 2014)
-Belanda (peringkat kedua 1974, 1978, 2010)
-Norwegia (babak 16 besar 1938 dan 1998)
-Portugal (peringkat ketiga 1966)
2. Bagaimana Belanda dan Jerman lolos langsung?
Belanda lolos langsung ke Piala Dunia 2026 seusai mengalahkan Lituania dengan skor telak 4-0 pada laga penutup Grup G di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Selasa (18/11/2025) WIB. Tim ”Oranje” mengumpulkan 20 poin dari delapan pertandingan. Belanda pun bergabung dengan Inggris, Perancis, Kroasia, Portugal, Norwegia, dan Jerman yang sudah lebih dulu lolos langsung.
Belanda berhasil menjalani delapan laga di babak kualifikasi tanpa pernah kalah. Prestasi Belanda ini menjadikan gelandang sebagai pusat permainan sepak bola sekaligus sumber gol. Kekuatan lini tengah harus dimanfaatkan maksimal.
Di bawah arahan Pelatih Ronald Koeman, Oranje menemukan kembali identitas mereka melalui taktik 4-3-3 yang dianggap ketinggalan zaman. Koeman tidak mengandalkan penyerang tunggal seperti Memphis Depay, tetapi percaya kepada kreativitas para gelandang untuk merancang skema serangan yang sulit diantisipasi pemain lawan.
Tijjani Reijnders dan Xavi Simons memperlihatkan kemampuan untuk masuk ke kotak penalti dan membantu penyelesaian akhir. Peran Frenkie de Jong tak tergantikan di posisi nomor enam. Kontribusi pemain muda, seperti Jerdy Schouten, Luciano Valente, Sem Steijn, hingga Kenneth Taylor, adalah bukti melimpahnya stok gelandang Belanda.
Sementara itu, Jerman juga lolos langsung setelah mengalahkan Slowakia, 6-0, di Stadion Red Bull Arena, Leipzig, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. ”Der Panzer” lolos dramatis karena dikalahkan Slowakia 0-2 di laga pembuka Grup A.
Jerman sebenarnya hanya butuh hasil imbang untuk lolos sebagai juara grup, tetapi mereka memilih bermain habis-habisan sebagai isyarat siap bertarung di level lebih tinggi. Para pemain muda seperti Nick Woltemade dan Assan Ouedrago mendapat kepercayaan dari Pelatih Julian Nagelsmann. Ini menandakan estafet ke pemain muda di timnas Jerman berjalan mulus.
3. Mengapa Norwegia lolos langsung dan Italia tidak?
Kemenangan telak Norwegia atas Italia di San Siro, Milan, mengukuhkan status Norwegia sebagai salah satu kekuatan yang harus diwaspadai di Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berakhir dengan skor 4-1 itu membuat Italia, yang membutuhkan kemenangan besar, harus berjuang lagi di babak playoff.
Laga yang dibuka dengan gol cepat Francesco Pio Esposito menjadi bencana Italia setelah turun minum. Italia kehilangan determinasi, sementara Norwegia semakin berani. Norwegia bukan sekadar tim penggembira, melainkan kesebelasan yang layak diperhitungkan.
Kesempurnaan Norwegia terlihat dari delapan kemenangan beruntun dan rekor 37 gol, pencapaian tertinggi mereka sepanjang sejarah. Trio pemain Erling Haaland, Alexander Sorloth, dan Thelo Aasgaard menjadi mesin gol dengan total 26 gol. Catatan rata-rata 4,63 gol per pertandingan menjadikan mereka tim paling tajam dalam sejarah kualifikasi zona Eropa. Pelatih Norwegia Stale Solbakken menyebut hasil ini sebagai salah satu momen terbaik dalam perjalanan tim.
Sementara itu, Italia seperti mengulang tragedi di Piala Dunia 2018 dan 2022 akibat kegagalan di fase yang sama. Meski masih berstatus unggulan di undian playoff, Italia harus bisa mengatasi tekanan mental yang berat. Pelatih Italia Gennaro Gattuso menyebutkan, ada persoalan konsistensi dan keberanian ketika lawan sedang unggul.
4. Apakah Ronaldo akan tampil di Piala Dunia 2026?
Portugal sudah dipastikan menggenggam tiket ke Piala Dunia 2026. Pertanyaan selanjutnya, apakah Cristiano Ronaldo akan tampil pada Piala Dunia terakhir baginya?
Portugal menang 9-1 atas Armenia dalam laga terakhir kualifikasi di Stadion do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (16/11/2025) WIB. Kemenangan itu diraih tanpa Ronaldo yang tidak bisa dimainkan karena mendapat kartu merah. Tanpa kehadiran Ronaldo, Portugal malah tampil impresif dan menjadi juara Grup F. Penampilan Portugal tidak menjadi berantakan dengan absennya Ronaldo. Sementara itu, saat terakhir kali Ronaldo tampil, Portugal takluk 0-2 dari Irlandia.
Pemain yang dijuluki ”CR7” itu memiliki ego besar yang akan mengganggu tim jika tidak bisa dikendalikan. Portugal harus belajar dari pengalaman di Piala Dunia 2022. Saat itu, Portugal seolah hanya memiliki satu pemain, yaitu Ronaldo. Portugal juga akan hancur jika Ronaldo emosional seperti saat mendapat kartu merah.
Kematangan Ronaldo yang akan berusia 41 tahun pada 2026 akan menjadi kunci. Dia harus mau menjalani berbagai peran di lapangan, misalnya membantu pertahanan dan tidak hanya menunggu umpan ke depan.