Kompas.id Brief

Apa yang terjadi dengan Beasiswa Fulbright?

Beasiswa Fulbright, salah satu program paling bergengsi di dunia, sekarang nasibnya tidak jelas.

16 Mar 2025 12:00 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

1. Apa itu beasiswa Fulbright?

2. Apa yang terjadi kepada Fulbright?

3. Kenapa terjadi penangguhan dana?

4. Apa dampak efisiensi Pemerintah AS?

5. Apakah efisiensi pernah dilakukan sebelumnya?

1. Apa itu beasiswa Fulbright?

copy title

Program beasiswa ini dicanangkan pada 1946 oleh Senator J William Fulbright dari Amerika Serikat dan resmi berjalan pada 1947. Program ini termasuk beasiswa internasional tertua di dunia dan menjangkau 60 negara. Di Indonesia, beasiswa Fulbright ada sejak 1952.

Makna beasiswa Fulbright tidak sekadar membantu mahasiswa negara-negara berkembang memperoleh pendidikan tinggi bermutu di AS. Tujuan utama Fulbright adalah sebagai alat diplomasi publik dan diplomasi lunak yang merekatkan masyarakat AS dengan dunia.

2. Apa yang terjadi dengan beasiswa Fulbright?

copy title

Pada 12 Februari 2025, Departemen Luar Negeri AS selaku kementerian yang membawahkan Fulbright mengumumkan program ini ditangguhkan. Sejauh ini, penangguhan dilakukan sampai dengan 19 April 2025.

Ada 7.400 mahasiswa asing yang sedang belajar di AS dan 3.500 mahasiswa AS di luar negeri terdampak penangguhan itu. Khusus Indonesia, ada 191 mahasiswa dari tahun ajaran 2022-2024 yang berisiko tidak menerima uang beasiswa.

Yayasan Pertukaran AS dan Indonesia (AMINEF) selaku pengelola Fulbright Indonesia dan Kedutaan Besar Indonesia di Washington DC berusaha menalangi sementara biaya bagi para mahasiswa.

Fulbright kemudian mengucurkan biaya untuk Maret yang dibagi ke dalam tahapan per pekan. Akan tetapi, belum diketahui jika di bulan April uang beasiswa akan diberikan. Untuk berjaga-jaga, para mahasiswa diizinkan bekerja sambilan demi memenuhi kebutuhan hidup.

3. Kenapa ada penangguhan dana?

copy title

Departemen Luar Negeri AS menangguhkan semua program kerja sama internasional. Selain Fulbright, beasiswa Gilman, dan studi bahasa kritis juga dibekukan. Belum ada penjelasan mengenai alasan penangguhan, selain program-program itu sedang dievaluasi.

Tindakan Deplu AS itu sejalan dengan program Presiden AS Donald Trump. Melalui Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dikepalai miliarder Elon Musk, Trump ingin merampingkan birokrasi. Menurut dia, hal ini bisa menghemat pengeluaran pemerintah hingga 2 triliun dollar AS.

4. Apa dampak efisiensi ini?

copy title

Sebelum Fulbright, Badan untuk Pembangunan Internasional (USAID) ditutup dan seluruh pegawainya dipecat. Trump menganggap, memberi bantuan pembangunan kepada negara-negara lain menghambur-hamburkan uang AS.

Pemecatan juga dilakukan di berbagai kementerian/lembaga federal. Total, sudah 30.000 pegawai yang dipecat, mulai dari staf kementerian sampai dengan jagawana di taman nasional.

Beberapa pemecatan berakhir dengan permintaan bekerja kembali. Contohnya di Departemen Pertanian dan Badan Pengelola Keamanan Nuklir Nasional (NNSA). Setelah memecat ribuan pegawai, Trump dan DOGE baru menyadari bahwa orang-orang di Departemen Pertanian penting untuk menanggulangi wabah flu burung yang sedang terjadi.

Demikian pula dengan para staf NNSA yang mengelola keseimbangan reaktor nuklir. Mereka pun diminta kembali bekerja, tetapi sebagian pegawai terlanjur marah kepada pemerintah dan menolak kembali.

5. Apakah efisiensi pernah dilakukan sebelumnya?

copy title

Presiden AS periode 1993-2001 Bill Clinton juga melakukan efisiensi. Melalui Kemitraan Nasional Perumusan Ulang Pemerintahan (REGO) yang dipimpin Wapres Al Gore, mereka memecat 426.000 pegawai.

Namun, berbeda dengan DOGE, REGO melakukan kajian mendalam di setiap kementerian/lembaga. Mereka mendengar masukan kementerian/lembaga mengenai jenis efisiensi yang harus dilakukan.

Setelah enam bulan, REGO mengeluarkan proposal efisiensi dengan 400 usulan yang diserahkan kepada Kongres. Begitu disetujui oleh Kongres, efisiensi dilakukan secara bertahap. Hasilnya, para pegawai tidak sakit hati, kinerja kementerian/lembaga meningkat, dan pemerintah surplus anggaran.


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .