DOGE versus REGO. Sejak 30 tahun lalu, AS sudah melakukan efisiensi birokrasi. Kenapa kini bermasalah?
24 Feb 2025 15:21 WIB · Internasional
WASHINGTON DC, SENIN — Polemik pemecatan ribuan pegawai di departemen dan lembaga pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump terus berlangsung. AS pernah melakukan hal serupa di bawah Presiden Bill Clinton. Apa bedanya?
Akhir pekan lalu, miliarder Elon Musk yang ditunjuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) mengirimkan surat elektronik (surel) kepada para pegawai federal. Mereka diminta melaporkan apa yang telah mereka kerjakan selama sepekan sebelumnya. Sejumlah lembaga menyuruh pegawai mereka tidak merespons pesan apa pun dari Musk dan DOGE.
Per Senin (24/2/2025), arahan penolakan itu dikeluarkan antara lain oleh Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Biro Penyelidikan Federal (FBI), dan Departemen Luar Negeri. Para pegawainya menerima surel dari Musk yang berisi pertanyaan: ”Apa saja capaian Anda pekan lalu?” Tidak menjawab pesan tersebut berisiko membuat mereka dipecat.
Selama Februari 2025, DOGE dan Musk mengobrak-abrik berbagai kementerian dan lembaga di AS. Musk ditunjuk Presiden Donald Trump untuk memimpin DOGE dengan tujuan efisiensi anggaran pemerintah. Musk menargetkan pemerintah bisa menyelamatkan sampai dengan 2 triliun dollar AS.
Terjadi kebingungan di tengah banyaknya pemecatan. Seperti yang terjadi di Departemen Kesehatan pada Minggu (23/2/2025). Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr (RFK Jr) memerintahkan 80.000 pegawai kementerian itu mematuhi permintaan DOGE.
Namun, tidak lama sejak perintah RFK Jr keluar, muncul surat edaran dari penjabat Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan Sean Keveney agar jangan ada pegawai yang membalas surel dari Musk. Walhasil, audit kepegawaian di Departemen Kesehatan untuk saat ini ditangguhkan.
”Jujur saja, setelah bekerja selama 70 jam pekan lalu menyusun prioritas pemerintahan sekarang, saya benar-benar tersinggung menerima surel ini (dari Musk),” kata Keveney di dalam surat edarannya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/1c6485fb-be0c-429f-9739-81cd51da1022_jpg.jpg)
Ia menjelaskan, berbagai pekerjaan pegawai Departemen Kesehatan bersifat sensitif. Bahkan, ada yang dilindungi kerahasiaannya oleh hukum. Surel dari Musk ataupun DOGE tidak menjamin perlindungan hukum ataupun penghormatan klausul tersebut.
Pekan lalu, kebingungan juga terjadi di sejumlah lembaga yang telah merumahkan pegawai mereka, misalnya di Departemen Pertanian dan Badan Pengelola Keamanan Nuklir Nasional (NNSA). DOGE telah memecat ribuan pegawai.
Setelah itu, mereka menyadari, tanpa pegawai, Departemen Pertanian tidak bisa mengendalikan wabah flu burung. Harga telur di AS melonjak hingga delapan kali lipat gara-gara ayam-ayam terkena wabah penyakit tersebut.
Demikian pula dengan NNSA, mereka tidak memiliki pegawai untuk memantau keamanan dan kestabilan berbagai reaktor nuklir. Walhasil, DOGE pun mempekerjakan mereka kembali.
”Pengelolaan efisiensi ini kacau sekali. Mohon DOGE memiliki empati. Para pegawai ini mencari nafkah untuk keluarga. Ada anak-anak yang harus dihidupi,” kata John Curtis, Senator Partai Republik dari Negara Bagian Utah.
Di Utah, ada 33.000 pegawai federal yang terancam efisiensi. Secara nasional, ada 75.000 pegawai federal AS yang terancam dirumahkan oleh DOGE.
Sementara pegawai di Badan Bantuan Internasional AS (USAID) sebanyak 1.600 orang yang berbasis di AS resmi dirumahkan. Para pegawai USAID lain yang tersebar di seluruh dunia diminta mengambil cuti panjang. Total, lembaga ini memiliki 10.000 pegawai.
Efisiensi pemerintahan ini bukan yang pertama dilakukan oleh Pemerintah AS. Presiden AS periode 1993-2001 Bill Clinton juga melakukannya dan merumahkan 426.000 pegawai. Bedanya, efisiensi versi Clinton ini dinilai sukses, baik oleh para pakar pemerintahan maupun publik.
Program efisiensi Clinton diluncurkan pada 1993 dan dinamai Kemitraan Nasional untuk Perumusan Ulang Pemerintahan (National Partnership for Reinventing Government/REGO). Wakil Presiden Al Gore bertanggung jawab mengepalai REGO. Ia bertugas merampingkan birokrasi dan menghapus ego sektoral.
Hasilnya, selama empat tahun berturut-turut, AS surplus anggaran. ”Pemerintah memberi rakyat AS administrasi yang lebih kecil dan minim birokrasi. Era pemerintahan besar dan gemuk sudah usai,” kata Clinton dalam pidato kenegaraan, State of the Union 1996.
Morley Winograd, mantan Direktur REGO, diwawancarai oleh majalah Newsweek edisi 19 Februari 2025. Ia menjelaskan, perbedaan utama efisiensi ala Trump dengan Clinton ada di landasan pemikiran.
”Kami di REGO memercayai, pegawai federal adalah orang-orang mumpuni yang terjebak sistem birokrasi buruk. Birokrasi itulah yang harus dibenahi,” tutur Winograd.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/620e717b-a056-48ad-a6cf-39e8399c25a4_jpg.jpg)
Selama sistem dibenahi, para pegawai tetap melakukan tugas mereka di lembaga masing-masing. Pada Maret 1993, REGO mengkaji ulang kementerian/lembaga yang hasilnya diterbitkan pada September 1993. Di dalamnya ada 400 usulan kepada pemerintah. Pemerintahan Clinton-Gore menerapkannya secara bertahap.
”Kuncinya, kami memotong ’lemak’, bukan mengamputasi diri,” kata Elaine Kamarck, peneliti di Institut Brookings yang dulu menjadi salah satu pemimpin kajian di REGO. Ia berbicara kepada CBS, 20 Februari 2025.
Ia mengatakan, tim mendengarkan masukan dari tiap-tiap kementerian/lembaga mengenai sistem yang harus dibenahi di unit masing-masing. Setelah laporan REGO keluar, eksekutif mengajukan proposal efisiensi ke Kongres AS. Walhasil, keputusan efisiensi itu solid didukung oleh eksekutif dan legislatif.
”Hormati kementerian/lembaga. Bagaimanapun mereka yang memahami pekerjaan dan hambatan masing-masing,” ujar Kamarck. Menurut dia, ketika efisiensi dilaksanakan, relatif tidak ada penolakan dari kementerian/lembaga.
Pandangan ini bertolak belakang dengan efisiensi ala Trump dan Musk. Terkait USAID saja, misalnya, Trump dan Musk menuduh para pegawai lembaga itu gila, ekstremis, dan pelaku pencucian uang. Praktis tanggapan dari kementerian/lembaga terhadap program efisiensi jauh dari kooperatif.
Paul Light, Guru Besar Emeritus Ilmu Pemerintahan Universitas New York, berpendapat, efisiensi ala Trump ini seperti asal menebang. Kepada harian USA Today, 21 Februari 2025, ia menuturkan, DOGE tidak melakukan kajian mendalam mengenai tugas pokok dan fungsi para pegawai federal. Demikian pula dengan pelaksanaan dan capaian program-program kementerian/lembaga.
”Kami tidak tahu kajian yang menjadi landasan pengambilan keputusan pemerintah,” ujar Light.
Sementara di kalangan masyarakat konservatif AS beredar istilah baru yang populer, yaitu Dark MAGA. MAGA adalah kependekan dari Make America Great Again, slogan kampanye Trump untuk mengembalikan kejayaan industri dan perekonomian AS.
Adapun kata ”dark” atau gelap merupakan tambahan di depan MAGA. Istilah Dark MAGA pertama kali muncul di topi yang dikenakan Musk. Topi pet berwarna hitam itu selalu ia pakai setiap kali tampil di depan publik bersama Trump ataupun di acara-acara Partai Republik.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/2df17e55-561c-4265-b1b9-22b6d1c47c0b_jpg.jpg)
Bagi para pendukung Partai Republik yang ultrakonservatif, istilah Dark MAGA ini memberi angin segar. Ini juga melambangkan penerimaan khalayak konservatif atas kian menguatnya pengaruh Musk di pemerintahan Trump.
Musk menjadi tamu kehormatan di Konferensi Komite Aksi Politik (CPAC). Kehadirannya adalah kejutan yang disambut meriah oleh para peserta acara.
”Elon itu orangnya unik, tidak dibuat-buat. Makanya, saya senang dia ada di tim kita (Partai Republik),” kata peserta acara, Whitney Mason (52), seorang agen properti.
(AP/AFP)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Fransisca Romana Ninik W