Apakah Eliano Reijnders Tak Layak untuk Timnas Indonesia atau Bermasalah dengan Shin Tae-yong?

Eliano Reijnders bernasib malang di timnas Indonesia. Dengan kemampuan dan kualitas cukup baik di Liga Belanda, dua gim ia tak masuk skuad.

16 Nov 2024 14:08 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Pelatih Indonesia Shin Tae-yong mengambil keputusan yang kontroversi dengan tidak memasukkan Eliano Reijnders dalam daftar susunan pemain di dua gim Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2024. Pemain PEC Zwolle hanya menyaksikan rekan timnya bertanding melawan China dan Jepang di tribune.

Hal menarik terlihat dalam daftar susunan pemain (DSP) Indonesia kontra Jepang, Jumat (15/11/2024), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Eliano tidak masuk dalam daftar pemain meski menjalani sesi latihan dengan tim sejak tiba di Jakarta, Senin (11/11/2024).

Kontroversi itu tak lepas dari Shin hanya mendaftarkan 22 pemain pada gim melawan Jepang. Padahal, kuota pemain dalam satu pertandingan mencapai 23 pemain. Jepang saja memaksimalkan kuota 23 pemain itu.

Indonesia sejatinya menyiapkan 23 pemain yang ditandai dengan penggunaan nomor punggung 23 oleh Justin Hubner. Dalam skuad Indonesia melawan Jepang terdapat nomor 10 yang lowong.

Quote

Saya siap dimainkan di posisi mana pun sesuai instruksi pelatih. Di musim ini, saya bermain sebagai bek sayap, tetapi saya juga siap jika diturunkan sebagai penyerang.

Nomor 10 yang biasanya keramat di sepak bola tidak berlaku di skuad ”Garuda” saat ini. Egy Maulana Vikri dan Malik Risaldi pernah menggunakan nomor itu. Egy, Eliano, Yance Sayuri, dan Ramadhan Sananta adalah pemain yang bisa dimainkan, tetapi tidak masuk dalam skuad kontra Jepang.

Dengan kosongnya satu kuota pemain itu, tentu amat layak jika jatah pemain itu diberikan kepada Eliano. Pemain berusia 24 tahun itu sejatinya adalah tipe pemain kesukaan Shin.

Eliano Reijnders (kanan) bergabung bersama pemain tim nasional sepak bola Indonesia mencoba lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam sesi latihan, Kamis (14/11/2024). Indonesia akan menjamu Jepang pada pertandingan kelima Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia yang akan digelar pada Jumat (15/11/2024). *** Local Caption *** Saat ini, Timnas Indonesia berada di urutan 5 dengan 3 poin pada klasemen Grup C

Eliano adalah pesepak bola versatile alias serbabisa menempati sejumlah posisi. Dari bek sayap kanan, gelandang sayap, gelandang serang, hingga penyerang sayap bisa diemban Eliano. Akan tetapi, ketika Indonesia butuh pemain yang multiguna di kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin justru mengesampingkan Eliano.

”Saya siap dimainkan di posisi mana pun sesuai instruksi pelatih. Di musim ini, saya bermain sebagai bek sayap, tetapi saya juga siap jika diturunkan sebagai penyerang,” kata Eliano pada sesi media day, Selasa (12/11/2024), di Jakarta.

Ketika disinggung tentang tidak masuknya Eliano dalam DSP kontra Jepang, Shin menjawab, ”Eliano belum layak untuk masuk skuad sehingga saya memilih (tidak memasukkanya ke dalam skuad) itu.”

Ketika menyampaikan pernyataan Shin tentang Eliano, dua penerjemah Shin masing-masing berbahasa Indonesia dan Inggris sempat mengambil jeda 4 detik untuk menyebut kata ”tidak layak” itu.

Eliano Reijnders (kanan) bergabung bersama pemain tim nasional sepak bola Indonesia mencoba lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam sesi latihan, Kamis (14/11/2024). Indonesia akan menjamu Jepang pada pertandingan kelima Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia yang akan digelar pada Jumat (15/11/2024). *** Local Caption *** Saat ini, Timnas Indonesia berada di urutan 5 dengan 3 poin pada klasemen Grup C

Statistik mumpuni

Apakah benar Eliano belum mampu memenuhi standar Shin?

Mari kita mencermati statistik penampilan Eliano di klub pada musim 2024-2025. Eliano sudah bermain delapan gim yang tiga laga diawali sejak sepak mula.

Rerata ia bermain 43 menit per gim bersama Zwolle di seluruh kompetisi musim ini. Eliano rutin menempati pos bek sayap kanan di level klub.

Menurut Sofascore, ia melakukan rata-rata 30 sentuhan per gim, 17 operan akurat per gim dengan tingkat akurasi 83 persen, 67 persen operan akurat di zona pertahanan lawan, dan 35 persen umpan jauh akurat. Eliano juga mengoleksi catatan 2,4 perebutan bola dan 1,6 sapuan per laga.

Itu adalah angka statistik penampilan yang tidak bisa dibilang buruk. Selain itu, dengan merujuk rata-rata menit bermain, Eliano sudah lebih rutin bermain sehingga tentu memiliki kebugaran laga (match fitness) lebih baik daripada bek sayap kanan Indonesia lainnya, Sandy Walsh, di musim 2024-2025.

Sandy sudah kehilangan tempat utama di KV Mechelen. Ia hanya mencatatkan 30 menit penampilan per gim. Ia pun baru tampil di empat laga dari 14 gim yang telah dijalani Mechelen di Liga Belgia.

Para pemain Indonesia berlatih di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (12/11/2024). Indonesia akan menghadapi Jepang pada pertandingan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia yang akan digelar pada Jumat (15/11) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Durasi menit bermain Eliano di klub juga sudah lebih banyak daripada empat pemain Indonesia yang sudah lebih rutin tampil bersama tim Garuda, seperti Nathan Tjoe-A-On (1 gim), Justin Hubner (1 gim), Rafael Struick (rerata 23 menit dalam tiga gim), dan Ragnar Oratmangoen (rerata 40 menit dalam empat gim).

Alhasil, hanya enam pemain diaspora Indonesia yang bermain lebih rutin dari Eliano di klub yang tampil di kompetisi kasta tertinggi. Mereka adalah Jay Idzes (Venezia), Kevin Diks (Copenhagen), Mees Hilgers (Twente), Thom Haye (Almere City), Calvin Verdonk (NEC Nijmegen), dan Maarten Paes (FC Dallas).

Dua pemain lain, yakni Ivar Jenner dan Shayne Pattynama, mengoleksi menit bermain lebih banyak daripada Eliano. Akan tetapi, Ivar di Jong Utrecht dan Shayne di KAS Eupen bermain pada kompetisi kasta kedua.

Dalam sejumlah kesempatan, Shin selalu berharap pemain-pemain Indonesia yang berkarier di luar Indonesia untuk bermain lebih sering agar memiliki kondisi kebugaran dan mental yang terbaik ketika bergabung dengan timnas. Dengan harapan itu, tentu Eliano sudah jauh lebih layak untuk bermain dengan merujuk pengalamannya bermain di klub yang cukup rutin.

Beri rekomendasi

Rasanya mustahil Eliano tidak layak membela skuad Garuda. Ia baru bermain 45 menit pada gim melawan Bahrain.

Pasalnya, Shin memiliki andil besar untuk proses naturalisasi. Peran juru taktik asal Korea Selatan itu adalah memberikan rekomendasi teknis untuk pemain yang layak dinaturalisasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Mees Hilgers dan Eliano Reijnders (kanan ke kiri) menjalani sumpah setia WNI sebagai proses final menjalani naturalisasi, Senin (30/0/2024), di Brussels, Belgia.

Sebelum mengeluarkan rekomendasi teknis itu, Shin diberi kewenangan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir memilih pemain-pemain diaspora hasil pemantauan yang dianggap bisa membantu peningkatan kualitas timnas Indonesia.

”Jadi, Shin tahu dan terlibat dalam pemilihan pemain untuk dinaturalisasi. Rekomendasi pemain murni dari dia, bukan dari PSSI atau Pak Erick,” ujar sumber Kompas.

Setelah ada rekomendasi teknis dari Shin, Kemenpora baru melanjutkan proses naturalisasi itu kepada Kementerian Hukum dan HAM.

Itu artinya proses kilat naturalisasi yang dilakukan Eliano bersama Mees Hilgers hanya dalam waktu 24 hari sepenuhnya mendapat restu dari Shin.

”Shin sudah memberikan rekomendasi agar Eliano dinaturalisasi. Kan, aneh tidak dimainkan,” lanjutnya.

Jadi, apa sebenarnya yang dirahasiakan Shin dari misteri menepikan Eliano? Hanya Shin yang tahu.…


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata