Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Bagaimana arus lalu lintas pada puncak arus mudik Lebaran 2025?
- Apakah one way atau satu arah berdampak pada waktu tempuh perjalanan mudik?
- Kapan prediksi puncak arus mudik Lebaran 2025?
- Apa imbauan kepolisian kepada pemudik?
1. Bagaimana arus lalu lintas pada puncak arus mudik Lebaran 2025?
Arus lalu lintas di jalan tol pada puncak arus mudik Lebaran 2025 relatif lancar. Hal ini tidak lepas dari kebijakan pemberlakuan one way atau satu arah dari Kilometer 70 Gerbang Tol Cikarang Utama hingga Km 414 di GT Kalikangkung.
Khusniyati (25), salah satu warga yang mudik dari Jakarta menuju Batang, Jawa Tengah, mengatakan, arus lalu lintas cenderung lancar pada Jumat siang. Kendati terdapat antrean akibat kendaraan mogok, secara umum perjalanan mudik kali ini relatif lancar. Hal itu, menurut dia, berbeda ketika mudik Lebaran tahun lalu.
”Tahun lalu mudik dari Jakarta ke Batang memerlukan waktu 6-7 jam. Untuk tahun ini, kami bisa tiba di Batang sekitar 4,5 jam. Rekayasa lalu lintas oleh petugas juga, menurut saya, cukup membantu kelancaran mudik,” tuturnya.
2. Apakah kebijakan ”one way” berdampak pada waktu tempuh perjalanan mudik?
Kementerian Perhubungan mengklaim waktu tempuh rata-rata perjalanan dari Jakarta ke Semarang saat puncak arus mudik Lebaran 2025 lebih cepat 42 menit atau turun 11,8 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu. Rekayasa lalu lintas berupa one way atau satu arah nasional membuat arus mudik lancar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, 1,2 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta pada periode 21-28 Maret 2025. Sebanyak 609.000 kendaraan atau 48,3 persen di antaranya mengarah ke Tol Trans-Jawa.
Hasil analisis bahkan menunjukkan, waktu tempuh rata-rata dari Jakarta hingga Semarang adalah 5 jam 21 menit. Waktu tempuh ini lebih cepat 42 menit dibandingkan saat Lebaran 2024 yang mencapai 6 jam 3 menit.
”Dengan segala kebijakan dan upaya yang kita lakukan bersama, arus mudik bisa dikatakan sejauh ini berjalan aman, lancar, dan dalam kendali yang baik,” ujar Dudy melalui keterangan tertulis, Jumat (28/3/2025).
3. Apakah puncak arus mudik sudah terlewati?
Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menyebut, puncak arus mudik Lebaran 2025 bakal terjadi pada Jumat (28/3/2025) malam hingga Sabtu (29/3/2025) siang. Rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way masih diandalkan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas.
Menurut Listyo, peningkatan volume kendaraan sudah terjadi sejak Kamis (27/3/2025) malam. Rekayasa lalu lintas berupa one way atau satu arah bahkan diberlakukan mulai Kilometer 70 hingga Km 263. One way nasional lantas diberlakukan hingga Km 414 pada Jumat pagi.
”Saat terjadi kemacetan dan volume kendaraan sudah melebihi kapasitas, kami mengambil alternatif terakhir berupa one way,” tuturnya.
4. Apa imbauan kepolisian kepada pemudik?
Kepolisian Negara RI meminta pemudik yang kelelahan agar beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Memaksakan perjalanan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian Negara RI Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, hasil pemantauan di sejumlah ruas jalan tol dan arteri menemukan, beberapa pemudik memaksakan perjalanan dalam kondisi kelelahan. Padahal, kondisi itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
”Saya imbau seluruh pemudik untuk memanfaatkan tempat istirahat yang telah disediakan. Jangan terburu-buru, utamakan keselamatan. Petugas di lapangan juga telah diperintahkan untuk lebih aktif mengingatkan para pemudik,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (28/3/2025).
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Bagaimana arus lalu lintas pada puncak arus mudik Lebaran 2025?
- Apakah one way atau satu arah berdampak pada waktu tempuh perjalanan mudik?
- Kapan prediksi puncak arus mudik Lebaran 2025?
- Apa imbauan kepolisian kepada pemudik?
1. Bagaimana arus lalu lintas pada puncak arus mudik Lebaran 2025?
Arus lalu lintas di jalan tol pada puncak arus mudik Lebaran 2025 relatif lancar. Hal ini tidak lepas dari kebijakan pemberlakuan one way atau satu arah dari Kilometer 70 Gerbang Tol Cikarang Utama hingga Km 414 di GT Kalikangkung.
Khusniyati (25), salah satu warga yang mudik dari Jakarta menuju Batang, Jawa Tengah, mengatakan, arus lalu lintas cenderung lancar pada Jumat siang. Kendati terdapat antrean akibat kendaraan mogok, secara umum perjalanan mudik kali ini relatif lancar. Hal itu, menurut dia, berbeda ketika mudik Lebaran tahun lalu.
”Tahun lalu mudik dari Jakarta ke Batang memerlukan waktu 6-7 jam. Untuk tahun ini, kami bisa tiba di Batang sekitar 4,5 jam. Rekayasa lalu lintas oleh petugas juga, menurut saya, cukup membantu kelancaran mudik,” tuturnya.
2. Apakah kebijakan ”one way” berdampak pada waktu tempuh perjalanan mudik?
Kementerian Perhubungan mengklaim waktu tempuh rata-rata perjalanan dari Jakarta ke Semarang saat puncak arus mudik Lebaran 2025 lebih cepat 42 menit atau turun 11,8 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu. Rekayasa lalu lintas berupa one way atau satu arah nasional membuat arus mudik lancar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, 1,2 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta pada periode 21-28 Maret 2025. Sebanyak 609.000 kendaraan atau 48,3 persen di antaranya mengarah ke Tol Trans-Jawa.
Hasil analisis bahkan menunjukkan, waktu tempuh rata-rata dari Jakarta hingga Semarang adalah 5 jam 21 menit. Waktu tempuh ini lebih cepat 42 menit dibandingkan saat Lebaran 2024 yang mencapai 6 jam 3 menit.
”Dengan segala kebijakan dan upaya yang kita lakukan bersama, arus mudik bisa dikatakan sejauh ini berjalan aman, lancar, dan dalam kendali yang baik,” ujar Dudy melalui keterangan tertulis, Jumat (28/3/2025).
3. Apakah puncak arus mudik sudah terlewati?
Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menyebut, puncak arus mudik Lebaran 2025 bakal terjadi pada Jumat (28/3/2025) malam hingga Sabtu (29/3/2025) siang. Rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way masih diandalkan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas.
Menurut Listyo, peningkatan volume kendaraan sudah terjadi sejak Kamis (27/3/2025) malam. Rekayasa lalu lintas berupa one way atau satu arah bahkan diberlakukan mulai Kilometer 70 hingga Km 263. One way nasional lantas diberlakukan hingga Km 414 pada Jumat pagi.
”Saat terjadi kemacetan dan volume kendaraan sudah melebihi kapasitas, kami mengambil alternatif terakhir berupa one way,” tuturnya.
4. Apa imbauan kepolisian kepada pemudik?
Kepolisian Negara RI meminta pemudik yang kelelahan agar beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Memaksakan perjalanan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian Negara RI Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, hasil pemantauan di sejumlah ruas jalan tol dan arteri menemukan, beberapa pemudik memaksakan perjalanan dalam kondisi kelelahan. Padahal, kondisi itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
”Saya imbau seluruh pemudik untuk memanfaatkan tempat istirahat yang telah disediakan. Jangan terburu-buru, utamakan keselamatan. Petugas di lapangan juga telah diperintahkan untuk lebih aktif mengingatkan para pemudik,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (28/3/2025).