Rehan/Gloria lolos ke babak kedua turnamen All England. Mereka menyingkirkan unggulan kedua asal Malaysia di babak awal.
12 Mar 2025 21:59 WIB · Olahraga
BIRMINGHAM, RABU — Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja baru memenangi satu babak dalam turnamen bulu tangkis All England. Meski baru maju selangkah, perjuangan mereka pada awal masa berpasangan ini patut diapresiasi.
Satu-satunya wakil Indonesia pada nomor ganda campuran itu menghadapi undian yang tak mudah pada debut mereka di All England sebagai pasangan. Pada pertandingan di Utilita Arena Birmingham, Rabu (12/3/2025), Rehan/Gloria berhadapan dengan unggulan kedua asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, dan memenangi pertandingan tersebut dengan skor 18-21, 22-20, 21-11.
Sepekan sebelum bermain All England, Rehan/Gloria bertemu Chen/Toh pada babak kedua Orleans Masters. Saat itu, mereka juga menang dalam laga lebih mudah, yaitu 21-8, 21-17.
Di tempat dan atmosfer yang berbeda, jalannya pertandingan berbeda. All England, yang diselenggarakan sejak 1899, adalah salah satu dari hanya empat turnamen berlevel Super 1000, sama seperti Malaysia, Indonesia, dan China Terbuka.
Namun, di mata pebulu tangkis, gengsi All England lebih besar. Prestisenya bisa dikatakan selevel dengan Grand Slam Wimbledon di area tenis. Jangankan menjadi juara, untuk bisa menjadi bagian dari 32 peserta All England pada setiap nomor pun menjadi kebanggaan bagi setiap atlet.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/12/3d67432c-dd8e-4c45-98b3-38accb71fc44_jpg.jpg)
Maka, ketika Rehan/Gloria dan Chen/Toh bertemu di turnamen bulu tangkis tertua itu, suasana pun berbeda. Apalagi, pemain Malaysia ranking keempat dunia itu membawa misi membalas kekalahan.
Mereka memperlihatkan semangat itu dengan merebut gim pertama setelah tertinggal pada awal pertandingan. Raut wajah dan gerak tubuh Chen/Toh memperlihatkan rasa percaya diri ketika unggul 16-12 setelah tertinggal 3-7 pada awal gim pertama.
Pasangan Malaysia yang dilatih mantan pemain Indonesia, Nova Widianto, itu hampir mewujudkan misi mereka ketika mengubah ketertinggalan 17-20 menjadi 20-20 pada gim kedua. Namun, pada momen ini, Rehan/Gloria memperlihatkan daya juang yang diiringi permainan taktis.
Gloria bertahan dengan baik ketika dihujan smes Chen. Sementara itu, Rehan melancarkan serangan yang bervariasi dari belakang lapangan. Selain smes, putra dari mantan pebulu tangkis, Tri Kusharjanto, melancarkan dropshot silang atau drive ketika terdapat sedikit celah di lapangan lawan.
Kemenangan pada gim kedua tersebut menyalakan kembali semangat Rehan/Gloria hingga mereka bisa mengontrol permainan pada gim penentuan. Di sisi lain, performa lawan pun menurun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/12/b993886c-7d86-41bd-87af-cc8d356585bf_jpg.jpg)
”Dibandingkan minggu lalu, tensi pertandingan di All England lebih tinggi dan itu terasa. Setelah melewati dua turnamen Super 300, kami dites di level Super 1000. Ini tidak mudah karena harus tetap tangguh, harus tetap menjaga semua faktor,” komentar Gloria.
Sementara itu, Rehan mengatakan, kunci kemenangan atas Chen/Toh adalah komunikasi yang terjaga baik antara dia dengan Gloria dan pelatih. ”Saya berterima kasih karena kak Gloria mau menerima masukan saya walau dia sudah senior. Kami juga berani capai walau tidak gampang menjaga fokus dan kondisi tubuh dalam memasuki pekan ketiga turnamen,” ujar Rehan.
Rehan dan Gloria berpengalaman tampil di All England ketika berpartner dengan pemain lain. Rehan tampil bersama Lisa Ayu Kusumawati dengan menembus semifinal pada debut mereka, tiga tahun lalu. Sementara itu, Gloria bermain bersama beberapa partner sejak 2015, yaitu Edi Subaktiar, Hafiz Faisal, dan Dejan Ferdinansyah.
Meski demikian, ada hal yang lebih penting pada All England pertama Rehan/Gloria selain hasil, yaitu performa dan daya juang. Apalagi, Rehan dikeluarkan dari pelatnas bulu tangkis Indonesia pada 2025 hingga dia harus melangkah lagi dari awal.
Dibantu klub asalnya, PB Djarum, dan dengan komitmen untuk bangkit yang diperlihatkannya, Rehan bisa tetap berkiprah di arena bulu tangkis internasional. Dia berpasangan dengan Gloria setelah Dejan dipanggil ke pelatnas dan mereka dilatih Vita Marissa.
Rehan memperlihatkan komitmennya pada masa persiapan dengan memperkuat kondisi fisik dan teknik. Mantan pelatih ganda campuran pelatnas Richard Mainaky memperlihatkan video ketika Rehan berlatih drilling bersamanya sambil mengatakan, ”Motivasinya berlipat setelah degradasi (dari pelatnas)”.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/12/5a2c982d-a48b-4ace-a342-acd4ed1bea51_jpg.jpg)
Setelah kalah pada babak kedua Thailand Masters, Rehan/Gloria mulai memperlihatkan solidnya permainan mereka dalam Tur Eropa. Mereka mencapai final dalam dua turnamen pemanasan All England, yaitu Jerman Terbuka dan Orleans Masters. Walaupun gagal juara, mereka membawa bekal dengan bertemu atlet-atlet top yang akhirnya menjadi lawan di All England, salah satunya Chen/Toh.
Lawan pada babak kedua, yaitu Jesper Toft/Amelie Magelund, juga akan menjadi lawan lagi setelah bertemu di final Orleans Masters. Saat itu, Rehan/Gloria kalah 17-21, 13-21.
Rehan/Gloria menjadi salah satu dari lima wakil Indonesia yang tampil pada babak pertama, Rabu. Rekan-rekan mereka yang tampil hingga Rabu malam waktu Indonesia juga menang. Mereka adalah Gregoria Mariska Tunjung, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan juara bertahan ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Satu wakil lain, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, menjalani babak pertama melawan Liang Wei Keng/Wang Chang pada Kamis dini hari waktu Indonesia. Sabar/Reza memenangi pertandingan ini dengan skor 21-17, 22-20.
Sehari sebelumnya, hasil baik juga didapat skuad Indonesia. Lima wakil melaju ke babak kedua, yaitu Jonatan Christie, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, serta pemain debutan, Putri Kusuma Wardani dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi. Hanya Chico Aura Dwi Wardoyo yang tersingkir pada babak pertama.
Ketika pemain-pemain Indonesia, Jepang, dan China banyak yang lolos ke babak kedua, Malaysia kehilangan pemain-pemain andalan. Kekalahan Chen/Toh menyusul kekalahan rekan-rekan mereka sehari sebelumnya, di antaranya Lee Zii Jia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/12/0bdbeaf4df08dcf570f101584a65468b-Gregoria3_R32_AllEngland2025_PBSI_20250312.jpg)
Kemenangan hampir semua wakil Indonesia pada babak pertama tetap memberi catatan bagi setiap atlet untuk menjalani babak berikutnya. Gregoria, misalnya, meski menang dalam dua gim 21-18, 21-17 atas Michelle Li, selalu berada pada posisi tertinggal lebih dulu.
”Permainan hari ini belum sesuai keinginan saya karena masih banyak melakukan kesalahan. Saat tertinggal, saya mencoba lebih tenang, jangan terlalu banyak mau memukul dengan bagus, yang penting pukulannya masuk dulu,” kata Gregoria yang akan melawan Sim Yu Jin pada babak kedua.
Gregoria unggul 5-1 atas pemain Korea Selatan itu. Dua kemenangan di antaranya didapat pada 2024. Namun, atlet yang baru saja menikah itu tidak ingin berpikir tentang hasil. Apalagi, menurut dia, status unggulan kelima menambah tantangan pada All England kali ini.
”Saya memulai dari peringkat lima, peringkat tertinggi dalam karier saya. Pasti akan banyak bertemu pemain baru yang sangat bagus, selain dengan pemain-pemain top yang belum banyak berubah. Saya ingin menantang diri sendiri untuk terus ada di posisi ini,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/11/06627e8de3612d0a5b79d28fe3d1b0f1-FajarRian2_Latihan2_AllEngland2025_PBSI_20250310.jpg)
Sementara itu, Fajar Alfian juga mengatakan penampilan dia dan Rian belum maksimal. Mereka kesulitan ketika lawan, Chen Bo Yang/Liu Yi, bermain dengan taktik bertahan dulu lalu menyerang balik pada gim kedua. Meski menang 21-17, 15-21, 21-17, Fajar/Rian harus lebih siap dalam mengantisipasi perubahan pola main dari lawan.
Pada ganda putri, Apriyani mengevaluasi dirinya sendiri setelah mengalahkan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun (Taiwan) 17-21, 22-20, 21-19. Bertanding kembali pada pekan lalu di Orleans Masters, lalu All England, setelah absen di turnamen setelah Olimpiade Paris 2024, Apriyani merasa sangat tegang.
”Saya sangat tegang. Namun, ada momen diskusi dengan Fadia dan pelatih hingga saya akhirnya bisa keluar tekanan itu. Saya tegang karena keinginan menang saya sangat tinggi, tetapi jadi kurang kontrol ke permainan. Di sisi lain, lawan bermain cukup bagus, serangannya kuat, pertahanannya alot,” ujar Apriyani.
Di kala Gregoria dan kawan-kawan berjuang di All England, ”adik-adik” mereka bertanding dalam turnamen Ruichang Masters Super 100 di China. Tunggal putri, Ester Nurumi Tri Wardoyo, memenangi babak pertama dalam comeback setelah tidak bertanding sejak akhir Agustus 2024 karena cedera pada tulang kering kaki kiri. Ester, yang menjadi unggulan kedua, bermain selama satu jam 19 menit untuk mengalahkan wakil tuan rumah, Yang Jing Rui, 21-17, 26-28, 21-18.
Ester seharusnya bisa menang dalam dua gim saat menciptakan match point pada gim kedua pada skor 20-17, tetapi dia berbalik tertinggal 20-21. Yang akhirnya memperpanjang pertandingan menjadi tiga gim setelah merebut gim kedua pada game point keenam.
”Saya sempat unggul pada gim kedua, tetapi kontrol bola saya banyak yang tidak baik. Pada poin 20, saya sempat merasa tidak nyaman di pergelangan kaki. Jadi, pertandingan sempat berhenti lama karena tidak boleh mendapat perawatan. Akhirnya saya bisa main di pola permainan saya pada gim ketiga dan berhasil,” tutur Ester.
Sesuai peraturan dari BWF, perawatan medis hanya bisa dilakukan saat jeda, yaitu jeda pada poin 11 dan interval di antara setiap gim. Aturan ini telah diprotes banyak atlet karena terkadang perawatan medis dibutuhkan di luar waktu yang ditentukan.
Sebelum cedera, Ester, yang bermain dalam turnamen BWF World Tour sejak 2023, mendapat beberapa hasil baik pada 2024. Dia mencapai perempat final turnamen Super 300 di Thailand dan Spanyol Masters, lalu tampil di final Australia Terbuka Super 500.
Pada babak kedua, Ester akan berhadapan dengan senegara, Mutiara Ayu Puspitasari, yang menang atas Yeung Sum Yee (Hong Kong) 21-19, 21-12. Selain Ester dan Mutiara, ada Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi yang juga lolos ke babak kedua tunggal putri. Adapun Ruzana kalah dari unggulan teratas Zhang Yi Man, 14-21, 19-21.
Dari nomor tunggal putra, hasil berbeda didapat dua wakil Indonesia yang bermain pada babak kedua setelah mendapat bye di babak awal. Semifinalis Kejuaraan Dunia Yunior 2024, Mohammad Zaki Ubaidillah, mengalahkan pemain senior semifinalis Kejuaraan Dunia 2022, Zhao Jun Peng, 21-16, 21-16. Sebaliknya, unggulan ketiga, Yohanes Saut Marcellyno langsung tersingkir setelah kalah dari Zhou Xin Yu (China) 10-21, 16-21.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar Alexey