Arsenal Kesulitan Melawan Diri Mereka Sendiri

Arsenal memiliki dua kesempatan beruntun untuk memperlebar jarak dari City, tetapi selalu mengakhirinya dengan hasil imbang tanpa gol. Tren itu bukan kebetulan.

18 Jan 2026 06:32 WIB · Olahraga

AP/DAVE SHOPLAND

Oleh Kelvin Hianusa

NOTTINGHAM, SABTU — Banyak pihak berpendapat, lawan terberat Arsenal dalam perburuan juara Liga Inggris musim ini adalah diri mereka sendiri. Hal itu terdengar agak klise, tetapi mulai terbukti. Arsenal berturut-turut gagal memanfaatkan kejatuhan tim pesaing karena lebih takut kalah ketimbang gagal menang.

Arsenal membuang begitu saja peluang untuk unggul sembilan poin di puncak klasemen atas Manchester City. Beberapa jam setelah City takluk dalam derbi Manchester, mereka ikutan gagal menang. Arsenal ditahan imbang Nottingham Forest, 0-0, di Stadion City Ground, Nottingham, Minggu (18/1/2026) dini hari WIB.

Sekali mungkin hanya kebetulan, tetapi jika dua kali beruntun, maka patut dipertanyakan. Sepuluh hari lalu, tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu juga bermain imbang tanpa gol dengan Liverpool setelah City kehilangan poin terlebih dulu. Hasil kurang maksimal itu menjadi tren. Arsenal gagal menang dan tidak mampu mencetak gol.

Quote

Pastinya kecewa karena kami ingin menang. Kami tidak kecolongan satu pun tembakan (tepat sasaran) dan sebaliknya kami mampu menciptakan empat peluang besar.

Penyerang Arsenal (Viktor Gyokeres) meninggalkan bek Nottingham Forest ketika situasi transisi serangan balik dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion City Ground, Nottingham, Minggu (18/1/2025) dini hari WIB.

Masalahnya, performa Arsenal jauh dari standar. Tidak terlihat intensitas dan agresivitas Martin Odegaard dan rekan-rekan seperti saat menang 3-2 di kandang Chelsea dalam semifinal pertama Piala Liga pada tengah pekan lalu. Di kandang Forest, mereka bermain sangat hati-hati dengan tempo lambat sejak awal laga hingga peluit panjang.

Arteta berkata, Arsenal hanya kurang beruntung jika berkaca dari peluang yang didapatkan. ”Pastinya kecewa karena kami ingin menang. Kami tidak kecolongan satu pun tembakan (tepat sasaran) dan sebaliknya kami mampu menciptakan empat peluang besar. Tetapi, kami tidak mampu memenangi laga,” ujarnya.

”Si Meriam”, julukan Arsenal, memang menghasilkan empat peluang besar. Sebanyak tiga kali diselamatkan kiper Forest, Matz Sels. Meskipun begitu, peluang-peluang itu datang dari serangan yang monoton, mulai dari bola mati hingga umpan silang. Tim tamu tidak menemukan cara lain untuk menguji pertahanan Forest.

Peluang Arsenal untuk mencuri laga tandang itu sangat besar. Forest, peringkat ke-17, bukanlah tim yang tangguh di kandang sendiri, tidak seperti musim lalu. Sebelum menjamu Arsenal, mereka dua kali menelan kekalahan. Adapun Forest takluk 0-2 dari Everton dalam laga terakhir di City Ground.

forest vs arsenal

Artinya, tim tamu sebenarnya punya kans lebih besar untuk menang seandainya lebih berani. Namun, Arteta justru bermain aman. Arsenal tampak tidak mau kecolongan. Itu terlihat dari struktur para pemain bertahan mereka yang sangat rapi ketika sedang menyerang dan tempo yang tidak meningkat di paruh kedua.

Pelatih Forest Sean Dyche sempat menjelaskan permainan tim lawan yang sangat disiplin. ”Sulit melawan mereka, komitmennya berbeda. Mereka memang berkomitmen ingin mencetak gol, tetapi mereka juga sangat berkomitmen untuk menjaga formasi dan bentuk (di area pertahanan),” katanya.

Arsenal sangat mengantisipasi ancaman serangan balik Forest. Tim tuan rumah memiliki para penyerang dengan kecepatan tinggi, seperti Callum Hudson-Odoi. Itu yang membuat Arsenal tidak berani menekan dengan blok pertahanan ekstra tinggi, tidak seperti saat bertemu Chelsea.

Penyerang Nottingham Forest Igor Jesus (atas) menghindari tekel dari kiper Arsenal David Raya dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion City Ground, Nottingham, Minggu (18/1/2025) dini hari WIB. Raya berhasil menyudahi laga tanpa kemasukan.

Dengan kreativitas terbatas dan intensitas di bawah standar, wajar jika Si Meriam baru mampu menghasilkan tembakan tepat sasaran pada menit ke-59. Di sisi lain, kehati-hatian Arsenal membuat tim asuhan Dyche tidak berhasil menciptakan tembakan tepat sasaran. Situasi Forest yang gagal menguji kiper David Raya juga dialami Liverpool di Stadion Emirates.

Arsenal melakukan sedikit rotasi di laga tadi. Dua penyerang sayap andalan, Bukayo Saka dan Leandro Trossard, dicadangkan. Arteta membuat banyak perubahan untuk mengubah situasi laga. Empat pemain cadangan sudah masuk, termasuk Saka dan Trossard, pada menit ke-57. Namun, semua tidak berubah karena pendekatan bermain yang masih sama.

Walaupun gagal menang, Arteta masih melihat hal positif dari hasil tersebut. Arsenal mampu unggul tujuh poin atas City, bertambah satu poin dari pekan sebelumnya. ”Kami harus belajar dan berkembang. Liga ini sangat sulit. Tidak ada tim yang bisa menang, menang, dan menang terus. Anda juga harus memberikan kredit kepada tim lawan,” katanya.

Setelah derbi Manchester, Arsenal tampak seperti pemenang terbesar dari laga tersebut. Mereka bisa menjauhkan jarak dari City meskipun pada akhirnya hanya satu poin. Menariknya, tim yang berpotensi paling diuntungkan adalah Aston Villa. Villa, jika menang atas Everton pada Minggu malam, bisa menipiskan jarak menjadi empat poin dari Arsenal. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul