Dominasi MU di Derbi Manchester, Kemenangan Taktik Carrick

Taktik Carrick dalam derbi Manchester memang bukan yang paling seksi untuk ditampilkan di laga pertama. Namun, itu yang paling dibutuhkan MU untuk mendominasi derbi.

18 Jan 2026 02:46 WIB · Olahraga

AFP/darren staples

Oleh Kelvin Hianusa

MANCHESTER, SABTU — Era kedua Pelatih Michael Carrick di Manchester United dibuka dengan sempurna. MU menaklukkan Manchester City berkat taktik sang pelatih interim yang sangat memprioritaskan keseimbangan di lapangan. Taktik itu dieksekusi dengan sempurna oleh Bruno Fernandes dan rekan-rekan.

MU menang 2-0 atas City lewat gol Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). Walaupun tampil di kandang sendiri, MU sebenarnya tidak diunggulkan atas City. Situasi di kubu ”Si Setan Merah” sedang bergejolak seusai pemecatan Pelatih Ruben Amorim pada awal tahun. Mereka baru menunjuk Carrick sebagai pengganti sementara.

Namun, MU mampu menunjukkan hal sebaliknya di lapangan. Mereka mampu membuat tim asuhan Manajer Pep Guardiola tidak berdaya sepanjang laga. Tim tuan rumah memegang kendali dengan membatasi serangan City yang merupakan kandidat juara Liga Inggris musim ini. Lalu, mereka menghukum dengan serangan balik kilat.

Pelatih interim Manchester United Michael Carrick (kanan) menyalami pemainnya Matheus Cunha setelah pertandingan Liga Inggris versus Manchester City di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (17/1/2026). Carrick membawa MU menang dalam laga pertama sebagai pelatih interim MU.

Guardiola pun mengakui, MU layak menang. ”Tim yang lebih baik berhasil menang. Mereka lebih baik dari kami. Ketika tim lain lebih baik, Anda harus bisa menerima itu. Mereka memiliki energi besar untuk menang, kami tidak punya. Mereka juga memiliki beberapa peluang matang dan gol, sementara kami kemasukan dengan buruk,” tuturnya.

Menariknya, skor itu sama sekali belum cukup untuk menggambarkan dominasi MU. Mereka sebenarnya bisa menang lebih banyak. Hanya saja, dua gol dari Fernandes dan Amad Diallo dianulir karena tertangkap berada di posisi offside setelah pemeriksaan asisten wasit video (VAR). City benar-benar kewalahan menghadapi tim tetangga.

Statistik laga bisa memperlihatkan laga yang berjalan berat sebelah. City memang unggul penguasaan bola 68,1 persen dan sentuhan di kotak penalti 35-21, tetapi itu tidak berarti. MU berhasil memegang kontrol dalam aspek yang lebih berbahaya, salah satunya terlihat dalam keunggulan tembakan tepat sasaran 7-1.

City hanya diberikan kesempatan bermain-main dengan bola, tetapi tidak bisa menghasilkan peluang berarti. Berbanding terbalik dengan MU yang sangat efisien. ”Kami sangat berbahaya. Mungkin bisa menang lebih dari dua gol. Saya bahkan tidak tahu apakah mereka (City) bahkan berhasil membuat tembakan tepat sasaran,” kata Dorgu.

mu vs city

Kemenangan MU bermula dari pertahanan yang sangat solid. Lini belakang merupakan titik lemah Si Setan Merah sepanjang musim ini. Pertahanan mereka sangat rentan. Masalah itu tidak terlihat dalam laga derbi karena dua hal, taktik Carrick yang sempurna dan para pemain MU yang memperlihatkan daya juang tinggi.

Carrick memainkan formasi yang cukup ofensif, 4-2-3-1. Hanya saja, formasi itu diisi dengan banyak pemain yang membuat permainan MU bisa seimbang. Dorgu, bek sayap kiri, dipasang sebagai gelandang di sisi sayap. Di sisi seberang, Amad Diallo yang sering jadi bek sayap dalam formasi tiga bek juga dimainkan sebagai starter.

Alhasil, Dorgu dan Diallo bisa membantu sisi sayap tim ketika bertahan. Carrick juga lebih memilih Mbeumo sebagai ujung tombak, tidak menurunkan penyerang murni. Harapannya, tanpa striker, mereka bisa memenangkan pertarungan di lini tengah. Adapun MU bermain dengan blok pertahanan sangat rendah sepanjang laga.

Selain untuk membantu bertahan, Dorgu dan Diallo juga sangat merepotkan City lewat kecepatan mereka. ”Kami ingin bermain sesuai dengan kekuatan kami. Kedua pemain sayap, Amad dan Dorgu, tampil fantastis di kedua arah. Mbeumo dan Bruno juga. Semuanya berjalan sesuai harapan kami,” ucap Carrick.

Carrick membuktikan diri sebagai salah satu gelandang terbaik pada zamannya. Dia memahami betul keseimbangan di lapangan. Karena itu pula, dia menaruh beberapa pemain ekstra untuk membantu pertahanan. Selain itu, blok rendah digunakan untuk menutupi lubang besar di lini tengah MU yang sering terekspos saat menekan tinggi.

Penyerang Manchester United Bryan Mbeumo mencetak gol ke gawang Manchester City dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (17/1/2026). Gol Mbeumo merupakan pembuka untuk kemenangan 2-0 MU dalam derbi Manchester.

City terpaksa memainkan garis pertahanan sangat tinggi untuk mendapatkan peluang. Akibatnya, mereka sangat rentan dalam situasi transisi. MU memanfaatkan itu dengan sangat baik. Di gol pertama, misalnya. Enam pemain MU masih ada di dalam kotak penalti saat Fernandes memulai serangan balik kilat ke separuh lapangan lawan. Hanya dengan beberapa sentuhan, bola sudah bersarang di gawang City.

Fernandes, kapten MU, menjadi penampil terbaik seiring kembali berperan sebagai gelandang serang atau ”nomor 10”. Dia, menghasilkan enam peluang untuk rekan-rekannya, sangat berbahaya setiap kali menguasai bola di situasi transisi. Perannya jauh lebih besar, tidak seperti saat bermain di posisi gelandang jangkar dalam formasi 3-4-3 ala Amorim.

Kembalinya Diallo dan Mbeumo dari Piala Afrika juga langsung berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tim. Mereka memberikan nilai tambah dalam serangan Si Setan Merah. Selain itu, peran gelandang muda Kobbie Mainoo juga mampu menyeimbangkan lini tengah bersama Casemiro. Adapun Mainoo jarang dipakai pada paruh pertama musim ini.

Bek MU, Lisandro Martinez, berkata, mereka tampil berapi-api berkat motivasi dari sang pelatih. ”Carrick berkata, ’Gunakan energi orang-orang (di stadion)’. Saya pikir hari ini kami melakukan itu bersama-sama dengan sangat baik. Anda bisa merasakan energi berbeda di mata para pemain. Ini adalah kemenangan tim dan itu merupakan hal terpenting,” ucapnya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul