Belum sajikan performa ofensif terbaik, Arsenal lolos ke semifinal Piala Liga Inggris. ”Si Meriam” bertekad putus penantian delapan tahun tampil di final.
24 Des 2025 07:16 WIB · Olahraga
AFP
LONDON, RABU — Lewat drama adu penalti hingga penendang kedelapan, Arsenal menjadi tim terakhir yang melengkapi susunan kuartet tim di semifinal Piala Liga Inggris 2025-2026. Menyingkirkan Crystal Palace di babak perempat final, Rabu (24/12/2025) WIB, di Stadion Emirates, menegaskan ”Si Meriam” bertaji untuk menjadi pesaing juara di seluruh kompetisi musim ini.
Tengah berada di puncak klasemen Liga Inggris dan Liga Champions, Arsenal melanjutkan performa dengan melaju ke fase empat besar Piala Liga Inggris. Bermain imbang 1-1 selama 90 menit, Arsenal memenangi adu penalti dengan skor 8-7.
Aksi apik kiper Palace, Walter Benitez, yang mencatatkan tujuh penyelamatan gemilang, digagalkan oleh dua ketidakberuntungan bek tengah Palace, Maxence Lacroix.
Pemain asal Perancis itu yang membantu Arsenal unggul pada menit ke-80 karena gagal mengantisipasi dengan baik sepak pojok tim tuan rumah.
Kemudian, sepakan penalti Lacroix diantisipasi oleh kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga, yang menghentikan duel penalti yang seperti tidak berkesudahan.
Meskipun gagal lolos secara meyakinkan, Arsenal membuktikan ketangguhan mental mereka mampu menjaga fokus hingga adu penalti. Sempat kecolongan gol bek dan kapten Palace, Marc Guehi, pada menit 90+5, algojo-algojo Arsenal dalam eksekusi titik putih melakukan tugas dengan sempurna.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/24/acf632f4b98647e65877b9f51b06dfba-1000044149.jpg)
Mereka sama sekali tidak mengendurkan hasrat untuk menang setelah berusaha lebih dari 90 menit untuk menang dalam waktu normal. Si Meriam tampil sangat dominan. Mengontrol laga dengan 69 persen penguasaan bola, hasilkan 549 operan, dan menciptakan 25 tembakan belum cukup bagi Arsenal untuk unggul tanpa duel adu penalti.
”Kami seharusnya memanfaatkan beberapa kesempatan (untuk menjadi gol), terutama di babak pertama. Kami bermain sangat baik. Namun, kami kemasukan dalam beberapa laga terakhir pada menit-menit akhir, jadi banyak hal yang masih harus kami tingkatkan,” ujar Arrizabalaga kepada Sky Sports.
Memasuki pekan kedua Desember, performa Arsenal dalam sisi efektivitas serangan menurun. Tiga pertandingan terakhir hanya berbuah empat gol. Dominasi permainan gagal dilengkapi dengan superioritas mutlak kuantitas gol ke gawang lawan.
Mereka hanya mencetak dua gol dari bunuh diri tim juru kunci, Wolverhampton Wanderers, kemudian diselamatkan penalti Viktor Gyokeres kontra Arsenal, lalu bunuh diri Lacroix yang menjadi satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Palace.
”Ada tanda tanya besar bagi saya tentang performa menyerang Arsenal. Saya melihat di kompetisi domestik permainan cair mereka terakhir kali pada laga menghadapi Tottenham Hotspur (menang 4-1, 23 November lalu). Di laga ini, mereka seharusnya mencetak gol lebih banyak,” tutur eks kiper timnas Inggris, Rob Green, kepada BBC.
Pekerjaan rumah itu perlu dibenahi oleh Manajer Arsenal Mikel Arteta jika ingin meraih trofi pertama di musim ini pada akhir Februari 2026. Si Meriam akan menjalani derbi London pada babak semifinal kontra Chelsea.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/24/0514069a4da20a8fd127eb984351b0e2-1000044156.jpg)
Laga pertama semifinal akan berlangsung di Stamford Bridge, 15 Januari 2026. Adapun laga kedua nan menentukan bakal tersaji di Stadion Emirates, 4 Februari mendatang.
Ini adalah dua musim beruntun Arsenal menembus semifinal Piala Liga Inggris. Sayangnya, pada musim lalu, mereka kalah back to back dari sang juara, Newcastle United, dengan skor masing-masing laga 0-2.
Arsenal sudah delapan musim gagal menembus final Piala Liga Inggris. Terakhir, mereka tampil di partai puncak tercipta pada musim 2017-2018 ketika masih diasuh Arsene Wenger. Kala itu, Arsenal tumbang 0-3 dari Manchester City.
Sejauh ini, Arsenal baru dua kali meraih trofi Piala Liga Inggris. Trofi terakhir diangkat oleh pemain Arsenal pada edisi 1992-1993.
”Kami sangat senang berada di semifinal. Kami harus memetik pelajaran dari musim lalu. Kami bertekad memenangkan dua laga semifinal dan melaju ke final,” tegas bek tengah Arsenal, William Saliba.
Ketika banyak pihak membahas tentang mandeknya lini depan Arsenal, Manajer Palace Oliver Glasner menyebut Si Meriam lolos ke final berkat memiliki keberuntungan lebih baik dari anak asuhannya. Kata Glasner, Palace mampu mengimbangi performa Arsenal di babak kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/24/f920c2c441fa32063d33d6b245bd89a2-1000044153.jpg)
”Hari ini kami gagal penalti setelah dua kali memenangi duel itu dalam tahun ini. Tidak ada yang patut disalahkan. Arsenal lebih beruntung saja,” kata Glasner keapda ITV.
Lebih lanjut, Glasner optimistis skuadnya bisa bangkit dari periode buruk jelang pengujung tahun. Mereka menelan tiga kekalahan di kancah domestik serta seri di Liga Konferensi Eropa.
Pada laga menghadapi Arsenal, Palace masih tampil belum dengan skuad terbaik. Glasner kehilangan Daichi Kamada dan Daniel Munoz yang masih dibekap cedera. Ismaila Sarr pun tengah berada di Maroko untuk menjalankan tugas negara bersama timnas Senegal di Piala Afrika 2025.
”Cara bermain kami di babak kedua menunjukkan kami bisa bermain lebih baik meskipun dilanda kelelahan akut. Jika kami bisa meningkatkan diri dengan konsisten tampil seperti usai turun minum, saya yakin kami akan memainkan musim yang sangat baik,” tutur Glasner. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan