Arsenal Meredefinisi Esensi Bola Mati

Di Turf Moor, markas Burnley, Arsenal meredefinisi esensi bola mati seusai sepuluh laga liga. Bergantung pada bola mati ternyata bukan masalah asal bisa konsisten.

02 Nov 2025 03:07 WIB · Olahraga

AP

Oleh Kelvin Hianusa

BURNLEY, SABTU — Bola mati sering dianggap penuh ketidakpastian layaknya permainan rolet Rusia, kadang berhasil dan kadang tidak. Namun, di genggaman Arsenal, bola mati telah menjadi senjata absolut yang bisa digunakan setiap saat. Lewat dominasi itu, ”Si Meriam” tidak perlu khawatir dengan catatan minim gol dari permainan terbuka.

Bagi Arsenal, cukup sepuluh pekan untuk memaknai ulang urgensi bola mati di sepak bola modern. Bukayo Saka dan rekan-rekan kembali menang dengan gol pembuka dari bola mati saat menaklukkan tuan rumah Burnley 2-0 di Stadion Turf Moor, Sabtu (1/11/2025) malam WIB.

Gol pertama itu dicetak penyerang Viktor Gyokeres lewat tendangan sudut. Itu adalah gol ke-8 Arsenal dari tendangan sudut di Liga Inggris musim ini. Menurut Squawka, Arsenal merupakan tim pertama yang berhasil mencetak delapan gol tendangan sudut dari sepuluh laga awal liga.

Menariknya, ditambah tendangan sudut, Arsenal sudah menghasilkan 12 gol dari bola mati sejak awal musim. Jumlah itu dua kali lipat dari total gol dari permainan terbuka. Adapun lima dari total enam gol tandang Arsenal musim ini juga dihasilkan lewat bola mati, termasuk satu di Turf Moor.

Pelatih Burnley Scott Parker berkata sebelum laga, Arsenal bukanlah tim yang hanya mengandalkan bola mati. Parker sama sekali tidak salah. Namun, pada akhirnya, timnya sudah kehilangan momentum sejak menit ke-14 karena tidak mampu mengatasi dominasi bola mati Arsenal.

”Sejujurnya itu sangat sulit,” kata Parker saat ditanya cara lain untuk menghentikan gol Gyokeres. ”Bola mati, ketika Anda melihat mereka, sembilan dari sepuluh percobaan seperti akan masuk. Anda bisa lihat cara mereka mengirim bola dan keunggulan fisik mereka. Jadi, saya rasa masalahnya bukan di struktur bertahan kami,” lanjutnya.

Penyerang Arsenal Viktor Gyokeres merayakan gol pembuka ke gawang Burnley dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Turf Moor, Burnley, Inggris, Sabtu (1/11/2025) malam WIB.

Dua pemain terpenting dalam eksekusi tendangan sudut Arsenal bukanlah sang pencetak gol Gyokeres, melainkan gelandang Declan Rice dan bek Gabriel Magalhaes. Rice selalu mampu memberikan umpan ke arah dalam yang tajam dan mampu melewati hadangan para pemain lawan.

Magalhaes dengan presensi tubuh kekar setinggi 190 sentimeter sangat dominan saat duel udara di kotak penalti lawan. Dalam gol pertama Arsenal ke gawang Burnley, ia merupakan pemberi asis untuk Gyokeres. Dia mengubah arah bola, memanfaatkan umpan Rice, lewat sundulan.

Tidak terganggu dengan kebisingan di kalangan pengamat, Arteta sangat nyaman bisa menang berkat bola mati. Termasuk di Turf Moor. ”Sangat senang. Ini tempat yang sulit untuk dikunjungi. Mereka baru kalah sekali di sini dalam 18 bulan terakhir. Paruh pertama tadi merupakan salah satu terbaik yang pernah kami mainkan musim ini,” ujarnya.

Arteta puas karena gol pertama itu membuat laga lebih terbuka. Burnley lebih berani menyerang, tidak hanya menunggu dengan pertahanan blok sangat rendah. Hasilnya, tim tamu berhasil memanfaatkan kelengahan Burnley saat berupaya mengincar gol dari lemparan jauh.

Arsenal menggandakan gol pada sepuluh menit menjelang turun minum lewat skema serangan balik kilat. Gol dicetak oleh Rice yang langsung berlari ke kotak penalti saat bola dialihkan ke pemain sayap Leandro Trossard. ”Saya sudah seperti penyerang tradisional nomor sembilan!,” ucap Rice.

Cara serupa sering digunakan Arsenal dalam laga-laga sebelumnya. Mereka menjadikan bola mati sebagai jalan pintas untuk membuka ”parkir bus” lawan. Setelah unggul, tim lawan otomatis bermain lebih terbuka. Adapun hampir semua lawan Arsenal memilih untuk bertahan sangat dalam.

Bek veteran Burnley Kyle Walker (kiri) berduel dengan bek sayap Arsenal Riccardo Calafiori dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Turf Moor, Burnley, Inggris, Sabtu (1/11/2025) malam WIB.

Bagi Arteta, ketergantungan pada bola mati bukan masalah besar pada musim ini sebab mereka mampu menghasilkan gol dengan konsisten dari skema itu. Tidak seperti musim lalu, mereka juga sangat mengandalkan bola mati, tetapi sering kali mengalami paceklik dan minim opsi serangan lain.

Di sisi lain, dominasi bola mati itu juga sangat berpengaruh terhadap rekor cemerlang pertahanan Arsenal. Dengan produksi gol yang konsisten, para pemain ”Si Meriam” bisa menjaga struktur formasi dengan disiplin. Mereka tidak tergesa-gesa menyerang karena punya senjata absolut dari bola mati.

Hasilnya, Arsenal baru kemasukan tiga gol dari 15 pertandingan di seluruh kompetisi musim ini. Mereka juga belum kemasukan gol lagi dalam 10 jam 30 menit terakhir. ”Si Meriam” menyudahi laga di Turf Moor tanpa kecolongan tembakan tepat sasaran dari tuan rumah.

Arteta turut memuji spirit para pemain yang begitu semangat menjaga gawang nirbobol. ”Seperti setelah tendangan sudut terakhir (Arsenal), Anda melihat 10 pemain berlari sejauh 80 meter (kembali ke pertahanan). Maksud saya, kami bermain dengan hasrat, fokus, dan disiplin itu. Kami akan memenangi banyak pertandingan dengan itu,” ucapnya.

Konsistensi Arsenal dari bola mati belum mampu dijawab oleh tim-tim lawan di liga. Itu yang membuat mereka kini memimpin puncak klasemen dengan perolehan 25 poin. Peluang juara Arsenal akan semakin besar jika konsistensi itu bisa dipertahankan. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji