Dari pembelian Marc Guehi, Manchester City memperlihatkan perubahan rencana di paruh kedua musim. ”Musim transisi” yang diucapakan Guardiola telah berbeda makna.
17 Jan 2026 06:38 WIB · Olahraga
AFP
Jangan pernah meragukan godaan Manchester City di bursa transfer. Untuk kesekian kali, mereka kembali membuktikan daya tarik terhadap pemain. Giliran bek tengah Crystal Palace Marc Guehi yang terpikat untuk bergabung dengan tim asuhan manajer Pep Guardiola.
City, menurut BBC Sport, sudah menyepakati pembelian Guehi dari Palace dengan harga 20 juta pound sterling (Rp 452,7 miliar) pada Jumat (16/1/2026). Transfer itu dikonfirmasi langsung oleh Pelatih Kepala Palace Oliver Glasner. ”Kesepakatan berada di tahap akhir,” kata Glasner.
Situasi transfer itu tiba-tiba berbelok arah. Sebelumnya, Guehi yang akan habis kontrak pada musim panas dikabarkan akan tetap bersama Palace hingga akhir musim. Klub-klub besar, seperti Liverpool dan Arsenal, lebih memilih untuk menunggu sang pemain sampai berstatus bebas transfer.
Hanya City yang berniat mendatangkan pemain berusia 25 tahun itu di jendela transfer pada bulan Januari. Harga transfer itu terbilang tidak murah bagi pemain yang tinggal menyisakan kontrak kurang dari enam bulan. Namun, City kukuh mendekati Guehi. Sang pemain turut ditawari gaji besar agar berubah pikiran.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/03/12/3335674e-1a57-4a6c-8cc8-ef3e9a66d90d_jpg.jpg)
Mengapa City begitu bertekad mendatangkan Guehi? Padahal, bek tim nasional Inggris itu tidak ada dalam rencana transfer sebelum pergantian tahun. Alasan utamanya adalah dua bek tengah inti City, Ruben Dias dan Josko Gvardiol, mengalami cedera pada awal tahun.
Gvardiol akan menepi sampai akhir musim, sementara Dias baru bisa kembali paling cepat pada bulan depan. Berbagai solusi ditawarkan oleh manajemen klub. Selain mengincar Guehi, City langsung mengembalikan bek berusia 20 tahun Max Alleyne yang sempat dipinjamkan ke Watford.
Adapun bek veteran John Stones terlebih dulu menepi pada awal Desember. ”Tanpa John, Ruben, dan Josko, kami berada di situasi yang sulit (dari sisi bertahan) tidak hanya dalam satu laga, tetapi juga untuk periode yang lama. Ruben akan segera kembali, John semoga mengikuti,” kata Guardiola.
Situasi saat ini sebenarnya tidak seburuk yang dikhawatirkan sang manajer. Pertahanan mereka masih solid saat ini, seperti ketika menang 2-0 atas Newcastle di semifinal pertama Piala Liga Inggris. Bek pelapis Abdukodir Khusanov dan Alleyne berhasil menjawab keraguan. Situasi akan semakin membaik dengan kembalinya Dias dan Stones.
Sejujurnya, kami cukup yakin (bisa mengejar Arsenal). Kami semua merasa benar-benar berkembang musim ini, dan itu pertanda baik. Kami merasa belum mencapai batas kemampuan kami.
Guardiola mengatakan pada awal musim, City sedang berada dalam fase transisi. Mereka belum menargetkan juara karena sedang penyegaran skuad dalam setahun terakhir. Namun, rencana itu sepertinya berubah seiring perjalanan. Transisi City ternyata lebih cepat dari dugaan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/10/f4791de6-bf5a-4fe8-9135-bf2998475e0e_jpg.jpg)
Erling Haaland dan rekan-rekan sudah siap bersaing memperebutkan gelar juara di semua kompetisi. Terbukti, mereka tinggal selangkah lagi dari final Piala Liga. City hanya terpaut enam poin dari pemuncak klasemen, yakni Arsenal, di Liga Inggris dan menempati papan atas babak grup Liga Champions.
Ambisi juara itu dipertegas oleh gelandang andalan City, Tijjani Reijnders. ”Sejujurnya, kami cukup yakin (bisa mengejar Arsenal). Kami semua merasa benar-benar berkembang musim ini, dan itu pertanda baik. Kami merasa belum mencapai batas kemampuan kami,” ujarnya.
Dari perkataan Reijnders, pergerakan agresif City di bursa transfer kali ini terasa masuk akal. Mereka pasti tidak akan panik mendatangkan pemain baru di pertengahan musim seandainya masih dalam fase transisi. City bergerak cepat karena melihat potensi besar juara di akhir musim.
Semua itu semakin terasa masuk akal jika melihat keseluruhan aktivitas ”The Citizens”. Pada awal tahun, mereka mendatangkan penyerang sayap Antoine Semenyo dari Bournemouth walaupun tidak krisis pemain di posisi itu. Guardiola sedang menyiapkan pasukan terbaik untuk berperang di paruh kedua musim.
Dari perspektif manajemen klub, investasi besar itu terasa cukup masuk akal. Guardiola terikat kontrak hingga musim panas 2027, tetapi dirumorkan akan pergi pada akhir musim. Jika benar, musim ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Guardiola untuk menyumbang trofi. Klub mendukung sang manajer sepenuhnya.
Dari sisi sang manajer, Guardiola terlihat mulai mengumpulkan warisan untuk suksesornya. Dia tidak ingin meninggalkan klub dengan kondisi skuad yang buruk. Itu yang membuat City mendatangkan segudang pemain senilai lebih dari 500 juta pound sejak Januari 2025.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/11/df25489a-6f4b-4d67-a1a0-ed43c2687176_jpeg.jpg)
Guehi pun merupakan salah satu bagian dari rencana masa depan City setelah era Guardiola. Dia diproyeksikan menggantikan Stones yang akan bebas kontrak pada musim panas nanti. Adapun Guehi juga berstatus penerus Stones di timnas Inggris.
Pastinya, presensi Guehi akan menambah signifikan kekuatan City. Sejak awal musim lalu, pemain bertubuh atletis itu masuk peringkat sepuluh besar bek Liga Inggris dengan catatan terbaik dalam aspek nirbobol, duel udara, dan umpan progresif. Potensinya semakin tidak terbatas di bawah Guardiola.
Karena itu pula, tim-tim pesaing perlu berhati-hati mulai saat ini. Perburuan City akan segera berlangsung. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto