Trump mengklaim AS mengendalikan perundingan. Iran siap membuka Selat Hormuz dengan ketentuan pembahasan riset nuklir dikesampingkan dari perundingan damai AS-Iran.
27 Apr 2026 20:05 WIB · Internasional
Getty Images via AFP
LONDON, SENIN — Dibayangi oleh kebuntuan perundingan damai Amerika Serikat-Iran, harga minyak kembali merangkak naik. Pada sesi perdagangan Senin (27/4/2026), harga minyak mentah di bursa Brent naik hingga 3 persen menjadi 108,3 dolar AS per barel. Sementara harga minyak mentah di bursa Texas West naik 2,45 dolar AS per barel menjadi 96,85 dolar AS per barel.
Naiknya harga minyak lagi-lagi dipicu oleh macetnya perundingan AS-Iran di Islamabad, Pakistan. Presiden AS Donald Trump tidak mengirim delegasi ke Islamabad untuk berunding.
”Kebuntuan diplomasi berarti setiap hari 10 juta-13 juta barel minyak dari kawasan Teluk gagal dikirim ke pasar internasional. Ini memperburuk neraca ketersediaan minyak. Harga masih akan naik,” kata analis minyak Tamas Varga dari PVM Oil Associates.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/27/9a01e1cef764384505b93850a275d639-wires_photo_2026_04_27T180457.620.jpg)
Iran memberlakukan embargo terhadap Selat Hormuz setelah AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Pelayaran melintasi Hormuz menjadi sangat terbatas. Menurut analis perkapalan, Kpler, hanya ada satu tanker memasuki Teluk Persia, Minggu (26/4/2026).
Lembaga keuangan Goldman Sachs menaikkan harga perkiraan minyak pada kuartal empat pada posisi 90 dolar AS per barel untuk bursa Brent dan 83 dolar AS per barel untuk West Texas berdasarkan berkurangnya pasokan miinyak dari Timur Tengah.
”Risiko ekonomi jauh lebih besar dari sekadar perhitungan pasokan minyak dan dampaknya terhadap harga minyak. Ini akan membuat harga minyak hasil kilang naik, risiko kekurangan pasokan, dan guncangan yang terjadi,” ujar analis GS, Daan Struyven, Minggu.
Fawad Razagzada dari Forex.com menyatakan, harga minyak bisa segera naik kembali. Kondisi itu akan terus terjadi hingga kesepakatan damai tercapai antara AS dan Iran.
”Jika ketegangan terus naik, perang berlanjut, tentu harga minyak akan melonjak ekstrem,” kata Razagzada. ”Pelayaran di Selat Hormuz tetap dibatasi dan belum ada tanda-tanda berakhirnya blokade. Harga minyak bisa mencapai di atas 110 dolar AS per barel dalam waktu dekat,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/27/b8a019bd968a9ee9a4a2c50a241d201f-TOPSHOT_IRAN_US_ISRAEL_WAR_DAILY_LIFE_137767943.jpg)
Para investor ekuitas berusaha menyiasati guncangan harga minyak dengan mengembangkan saham di sektor akal imitasi (AI) yang terus berkembang. ”AI ini menjadi pilihan investasi di saat situasi tidak menentu,” kata manajer portofolio Allianz Technology, Mike Seidenberg.
Sementara pendapatan produsen IT, Intel asal AS diperkirakan naik. Saham Intel sebagai produsen cip naik di bursa Taiwan, Korea Selatan. Para investor juga mengincar saham sektor teknologi, seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms.
Terkait terhentinya perundingan damai, Trump mengatakan, Iran hanya perlu menelepon untuk menyampaikan keinginannya mengakhiri perang. Kepada TV Fox News, Trump mengatakan, AS punya semua kartu dalam berunding dengan Iran. Meski perundingan gagal terjadi, Trump mengatakan, perbaikan usulan dari Iran dikirim tidak lama setelah dia memutuskan membatalkan keberangkatan dua utusannya, yakni Steven Witkoff dan Jared Kushner.
”Kita mendapat usulan baru, 10 menit setelah saya membatalkan keberangkatan perunding,” kata Trump tanpa menjelaskan apa yang dimaksud usulan baru dari Iran.
Sejauh ini ganjalan utama perundingan adalah soal riset nuklir damai Iran dan kendali atas lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Selat Hormuz ditutup Iran setelah mereka diserang AS-Israel di tengah perundingan damai, 28 Februari 2026. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut tuntutan AS berlebihan dan tidak masuk akal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/27/80ed2e4e-8f77-47d8-bab2-5ba96bdc474f.jpg)
Keterangan lain datang dari Laman Axios, Minggu (26/4/2026), mengutip sumber AS, Iran menawarkan membuka Selat Hormuz, tetapi meminta pembahasan soal riset nuklir Iran ditunda dari pembahasan perdamaian AS-Iran. Jajaran pemerintahan Iran belum ada kesepakatan soal tuntutan penghentian pengayaan uranium setidaknya selama 10 tahun.
Sementara itu, usulan baru dari Iran yang diajukan lewat Pakistan berfokus pada upaya mengakhiri krisis Selat Hormuz dan blokade AS. Tawaran yang diberikan adalah mengakhiri perang, negosiasi nuklir dilanjutkan pada tahap akhir setelah Selat Hormuz dibuka, dan blokade AS dihentikan.
Jubir Gedung Putih Olivia Wales mengatakan, poin utama dalam perundingan adalah Iran tidak diizinkan mempunyai senjata nuklir. Padahal, sejak 2006, Ayatollah Khamenei sudah mengeluarkan fatwa melarang membuat senjata nuklir. (AFP/Reuters)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Retma Wati