TIMUR TENGAH

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Terbunuh dalam Serangan AS-Israel

AS-Israel menyatakan serangan mereka ke Iran telah menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Teheran mengonfirmasi kematian Khamenei dan menetapkan masa berkabung 40 hari.

01 Mar 2026 06:11 WIB · Internasional

AFP

Oleh Nur Hidayati

Catatan editor:

Berita ini telah diperbarui dari laporan sebelumnya, sesuai dengan perkembangan terkini yang terjadi di lapangan.

________

DUBAI, MINGGU — Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah terbunuh dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang diluncurkan pada Sabtu (28/2/2026). Stasiun televisi Iran dan kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan Khamenei meninggal, tanpa memberikan penjelasan. IRNA mengumumkan masa berkabung selama 40 hari di seluruh negeri.

Sebelum serangan AS-Israel, Khamenei telah berulang kali menegaskan, kematiannya hanya perkara waktu dan tidak akan melemahkan pemerintahan Iran. Ia disebut telah mempersiapkan negara untuk perang panjang dan suksesi kepemimpinan yang sangat mungkin menjadi konsekuensi dari perang.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam siaran televisi, Sabtu waktu setempat atau Minggu (1/3/2026) dini hari WIB, mengatakan, ada tanda-tanda yang semakin kuat menunjukkan bahwa Khamenei telah terbunuh ketika Israel menyerang kompleks bangunan yang diyakini tempatnya berada pada Sabtu.

Segera setelah pidato Netanyahu, dua pejabat Israel mengonfirmasi kabar tersebut dan menyampaikannya kepada kantor berita Associated Press.

Presiden AS Donald Trump membenarkan kabar kematian Khamenei melalui unggahan dalam akun pribadinya di Truth Social, Minggu pagi WIB. Sebelumnya, Trump sudah menyebutkan bahwa beberapa pemimpin di jajaran tertinggi Iran telah terbunuh dalam serangan AS-Israel.

Beberapa jam sebelum Teheran mengonfirmasi kematian Khamenei, kantor berita Iran, Tasnim dan Mehr, seperti dikutip Al Jazeera, melaporkan bahwa Khamenei masih teguh memegang komando kepemimpinan di Teheran.

Saat itu, pejabat komunikasi publik pada Kantor Pemimpin Tertinggi Iran mengingatkan, lawan-lawan Iran dalam perang ini juga menggunakan strategi perang urat saraf.

”Musuh menggelar perang mental, semua pihak perlu menyadari hal ini,” demikian pernyataan yang dikutip media Pemerintah Iran, beberapa jam sebelum mengonfirmasi kematian Khamenei.

Tangkapan layar video dari media sosial menunjukkan ledakan di Teheran, Iran pada Sabtu (28/2/2026).  Israel mengaku telah memulai serangan ke Iran

Korban jiwa di Iran

Palang Merah Iran menyebutkan, gelombang serangan AS-Israel ke sejumlah kawasan di Iran pada Sabtu telah mengakibatkan sedikitnya 201 korban jiwa dan melukai 747 orang.

Serangan AS-Israel juga menghantam sebuah sekolah khusus anak perempuan di wilayah selatan Iran. Di sekolah yang hancur itu, jumlah korban yang tewas mencapai 85 anak.

Iran telah melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Serangan balasan Iran telah mengaktifkan alarm tanda bahaya di Manama, Bahrain; beberapa bagian Abu Dhabi, Uni Emirat Arab; Doha, Qatar; Kuwait; dan Arab Saudi.

fptp yang dirilis oleh situs web resmi Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) Sepanews pada Selasa (17/2/2026) menunjukkan sebuah ledakan selama latihan militer oleh anggota IRGC dan angkatan laut Iran di Selat Hormuz.

Kapal tak melintas di Selat Hormuz

Pejabat misi Angkatan Laut Uni Eropa, Aspiden, mengatakan pada Sabtu, sejumlah armada juga menerima transmisi VHF dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan kapal-kapal tidak lagi diizinkan melintas di Selat Hormuz.

Jalur perairan ini merupakan rute ekspor minyak yang amat vital. Selat Hormuz menghubungkan negara-negara produsen utama minyak di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Pejabat yang berbicara secara anonim kepada Reuters itu mengatakan, secara formal Iran belum mengonfirmasi larangan bagi kapal-kapal melintas di Selat Hormuz. Akan tetapi, Teheran telah berulang kali menyatakan, serangan lebih jauh ke Iran akan membuatnya mengambil langkah untuk menutup Selat Hormuz.

Akses Gaza ditutup

Pada Sabtu, setelah menyerang Iran, Israel juga mengumumkan telah menutup semua akses masuk dan keluar dari Jalur Gaza di Palestina, termasuk perbatasan Rafah. Penutupan akses ini diberlakukan Israel untuk pengangkutan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga Gaza.

Reuters pada Minggu pagi melaporkan, Israel menghentikan pergerakan warga Gaza yang membutuhkan pertolongan medis.

(AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Nur Hidayati
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti