Ini kesekian kali Trump berubah sikap hanya beberapa saat sebelum tenggat. Trump bisa mengubah pikirannya tentang negosiasi dengan Iran kapan saja.
22 Apr 2026 07:00 WIB · Internasional
AFP PHOTO / US CENTRAL COMMAND
WASHINGTON, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Keputusan diambil hanya beberapa jam menjelang tenggat berakhirnya gencatan senjata, Rabu (22/4/2026).
Namun, blokade AS atas pelabuhan dan pesisir Iran tetap dilanjutkan. Belum ada komentar resmi dari Pemerintah Iran.
”Menunda Serangan ke Negara Iran sampai pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu,” kata Trump, Selasa (21/4/2026) malam waktu setempat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/22/7d53482e1ac1bf4844c15d915d0b7d1d-Trump.jpeg)
Trump mengatakan, dirinya setuju memperpanjang gencatan senjata atas permintaan Pakistan. Pakistan menjadi tuan rumah perundingan AS-Iran pada putaran pertama yang gagal menghasilkan kesepakatan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berterima kasih kepada Trump karena menerima permintaan untuk memperpanjang gencatan senjata agar upaya diplomatik dapat berlangsung.
”Saya sangat berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan dapat menyimpulkan ’Kesepakatan Perdamaian’ yang komprehensif selama putaran kedua pembicaraan yang dijadwalkan di Islamabad untuk mengakhiri konflik secara permanen,” tulis Sharif di media sosial.
Pakistan berencana menjadi tuan rumah putaran kedua perundingan AS-Iran. Namun, Gedung Putih menunda kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Islamabad karena Iran menolak upaya untuk memulai kembali negosiasi.
Pada saat yang sama, Utusan Khusus Presiden AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, berada di Washington untuk konsultasi soal langkah lanjutan. Seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim memperingatkan, Trump bisa mengubah pikirannya tentang negosiasi dengan Iran kapan saja. Ia menambahkan, Trump memiliki pilihan selain memulai kembali serangan udara ke Iran.
Ini kesekian kali Trump berubah sikap hanya beberapa saat sebelum tenggat. Sebelumnya, Trump mengancam akan menyerang fasilitas energi dan infrastruktur Iran jika tidak tercapai kesepakatan setelah gencatan senjata berakhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/20/effebe7ca7492b9c8c0715112e98cdf3-FILES_IRAQ_ENVIRONMENT_OIL_137648755.jpg)
Keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata tampaknya sepihak. Sampai Rabu pagi WIB, belum ada komentar langsung dari para pemimpin senior Iran. Mahdi Mohammadi, penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan, pengumuman perpanjangan gencatan senjata Trump tidak memiliki bobot yang berarti.
”Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Waktu bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba,” katanya. Dalam pernyataan di media sosial, ia menyebut blokade AS sebagai agresi militer yang terus berlanjut.
Kantor berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), mengungkapkan, Teheran belum meminta perpanjangan gencatan senjata dan mengulangi ancaman untuk menerobos blokade AS dengan kekerasan. Seorang komandan senior IRGC mengancam akan menghancurkan industri minyak di kawasan jika perang dengan AS berlanjut.
”Jika negara-negara tetangga di selatan mengizinkan musuh untuk menggunakan fasilitas mereka untuk menyerang Iran, mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di kawasan Timur Tengah,” kata Jenderal Majid Mousavi kepada sebuah situs berita Iran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/20/1d694a4bb76580b8de9ebd6f46de925c-APTOPIX_Iran_War_137636273.jpg)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kepada televisi Pemerintah Iran, belum ada keputusan akhir mengenai apakah Teheran akan menyetujui pembicaraan lebih lanjut. Alasannya, ”tindakan yang tidak dapat diterima” yang dilakukan AS, merujuk pada blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Utusan Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani, Selasa, mengungkapkan, Teheran telah ”menerima beberapa tanda” bahwa AS siap untuk menghentikan blokade pelabuhan Iran.
Ia mengatakan, mengakhiri blokade tetap menjadi syarat bagi Iran untuk bergabung kembali dalam pembicaraan perdamaian. ”Ketika itu terjadi, saya pikir putaran negosiasi selanjutnya akan berlangsung,” ujarnya.
Pada akhir pekan lalu, Iran menyebutkan telah menerima proposal baru dari Washington. Namun, Teheran mengisyaratkan masih ada kesenjangan yang lebar di antara kedua pihak. Isu-isu yang menggagalkan putaran negosiasi sebelumnya, termasuk program pengayaan nuklir Iran, kelompok-kelompok yang didukung Iran di kawasan, dan Selat Hormuz. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Fransisca Romana Ninik WEditor:
Kris MadaPenyelaras Bahasa:
Nur Adji