Amerika Serikat di atas kertas lebih dijagokan ketimbang Paraguay. Namun, pertarungan diprediksi sengit karena ”La Albirroja” memendam dahaga selama 16 tahun.
12 Jun 2026 15:14 WIB · Olahraga
AFP
LOS ANGELES, KAMIS – Tim nasional Amerika Serikat bersiap menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan publik sendiri dalam laga perdana Grup D Piala Dunia 2026, Sabtu (13/6/2026) pukul 08.00 WIB. Namun, lawan yang dihadapi, Paraguay, menjanjikan pertarungan beringas untuk merayakan kembalinya mereka ke Piala Dunia setelah absen selama 16 tahun.
Kedua tim akan bermain di Los Angeles Stadium, AS. Stadion berkapasitas 70.000 penonton itu bakal menjadi saksi langkah awal tim tuan rumah di turnamen sepak bola terbesar ini. Hasil seri, apalagi kalah, bukanlah pilihan bagi skuad “The Stars and Stripes”.
Pelatih AS Mauricio Pochettino, dalam jumpa pers sebelum laga, Kamis waktu setempat, mengatakan, timnya bersiap menghadapi laga berat pada partai perdana ini. Skuad AS pun disebut Pochettino dalam kondisi fisik, taktis, dan emosional yang kuat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/00e0e1ab1d732eef6cbe26ae96038395-US_WCup_Soccer.jpg)
Namun, dari pengalamannya bermain dan melatih, pelatih asal Argentina itu sangat mengenal kemampuan Paraguay yang bisa menyulitkan tim mana pun.
“Saya sangat tahu mentalitas, agresivitas, dan kemauan bersaing mereka,” ujar eks pemain Timnas Argentina itu.
Catatan selama babak kualifikasi Zona CONMEBOL pun membuktikan kualitas Paraguay, yang mampu lolos langsung di tengah kepungan raksasa-raksasa Amerika Latin. Bahkan, Paraguay pernah mengalahkan Brazil dan Argentina dalam babak tersebut.
Dua partai terakhir itu membuat kami berpikir dan merasa bahwa sangat mungkin melakukan apa saja yang kami mau.
“Ekspektasi saya besok akan menjadi pertandingan yang sangat alot. Mereka memiliki kualitas baik dan pelatih yang hebat dalam diri Gustavo Alfaro, yang saya hormati dan sangat kagumi,” tutur Pochettino, mantan pelatih Tottenham Hotspur, PSG, dan Chelsea tersebut.
Meski begitu, Pochettino juga optimistis pada persiapan timnya. Seluruh 26 pemain pun siap diturunkan, termasuk bek Chris Richards, yang sebelumnya berjuang melawan cedera pergelangan kaki.
Selain itu, dua laga persahabatan terakhir yang dilakoni AS juga membuahkan hasil positif, yakni mengalahkan Senegal 3-2 dan hanya kalah 1-2 dari tim elite Jerman. Menurut Pochettino, anak asuhnya telah meningkat bukan hanya dalam aspek taktis, tapi juga mental.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/bac86de882af983eb4950892e3cb01ef-US_WCup_Soccer_1_.jpg)
“Dua partai terakhir itu membuat kami berpikir dan merasa bahwa sangat mungkin melakukan apa saja yang kami mau, bersaing dengan cara terbaik kami, dan bersaing dengan tim-tim besar,” ucapnya.
Namun, dia menambahkan, ada satu elemen lagi yang perlu ditanamkan dalam diri setiap anggota skuad AS, yakni bermain dengan gairah kuat. Ini menjadi kunci jika para pemain mau terkoneksi dengan para suporter dan membangun momentum di sepanjang turnamen.
“Kami perlu bermain dengan gairah. Kami perlu memenangkan pertandingan, itu penting, tapi juga bermain dengan gairah dan membuat suporter merasa bangga dengan apa yang mereka lihat di lapangan,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/6364b579476457bd2db2cbe55e81b54a-Paraguay_Training_And_Press_Conference_FIFA_World_Cup_2026.jpg)
Media sepak bola ternama Spanyol, As, memprediksi tuan rumah akan bermain ofensif dalam laga ini. Formasi antarlini berimbang dengan fokus menyerang.
Pilihan kiper diperkirakan jatuh pada Matt Freese ketimbang Matt Turner. Adapun barisan pertahanan dikawal Joe Scally, Tim Ream, Chris Richards, dan Antonee Robinson.
Sementara itu, posisi gelandang bertahan diserahkan kepada Tyler Adams dengan sokongan Weston McKennie di tengah. Adapun rombongan gelandang menyerang diisi Gio Reyna, Timothy Weah, dan Christian Pulisic. Ketiganya bakal menyuplai amunisi bagi striker tunggal Folarin Balogun.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/af43211fd9ac19a67b27b5248fc0459a-wires_photo_12.jpg)
Di sisi lain, Paraguay juga mengusung ambisi besar mencuri tiga poin dalam laga perdana ini. Meski menghadapi lawan yang lebih kuat yang tampil di kandang sendiri, skuad “La Albirroja” tak ciut.
Pelatih Paraguay Gustavo Alfaro mengatakan, para pemainnya telah mencapai prestasi istimewa dengan kembali lolos ke putaran final Piala Dunia. Paraguay terakhir kali menikmati panggung ini pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan atau 16 tahun silam.
Namun, dia menegaskan, timnya hadir dalam turnamen ini bukan sekadar untuk meramaikan. “Kami hadir di sini untuk bertarung,” kata juru taktik asal Argentina itu pula.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/10/6230953bf4c3ad3403978d1c305c14e5-20260610_H01_ADI_Piala_Dunia_mumed.png)
Fakta bahwa AS sebagai tim yang lebih superior dengan komposisi pemain yang kebanyakan merumput di Eropa pun diwaspadai Alfaro. Ini ditambah lagi dengan status mereka sebagai tuan rumah.
Untuk itu, Alfaro mengungkapkan, skuadnya harus berkonsentrasi penuh dan disiplin. La Albirroja juga mengantisipasi permainan AS yang dikenal piawai dalam merangkai set pieces untuk mencetak gol.
Kabar menggembirakan bagi Paraguay hadir dengan pulihnya Julio Enciso. Pemain sayap Strasbourg itu dibekap cedera sesaat sebelum Piala Dunia.
Namun, belum ada kepastian apakah Enciso sudah bisa diturunkan melawan AS nanti. Alfaro hanya mengatakan seluruh skuad dan negerinya menginginkan Enciso siap tampil dan menyiratkan dia akan memainkannya jika fit. (Reuters)
Penulis:
Mohamad Final DaengEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Yuliana Karim