Hanya Putri KW Harapan Indonesia di Semifinal Kejuaraan Dunia

Indonesia hanya punya Putri Kusuma Wardani dalam semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Jonatan dan Febriana/Amalia tersingkir di perempat final.

30 Agt 2025 06:48 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

PARIS, JUMAT — Putri Kusuma Wardani menjadi wakil Indonesia yang melangkah paling jauh dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Paris, Perancis. Dia akan tampil di semifinal, sementara Jonatan Christie dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi tersingkir pada perempat final.

Setelah Putri mengalahkan Pusarla V Sindhu 21-14, 13-21, 21-16 pada perempat final sesi pertama di Adidas Arena, Paris, Jumat (29/8/2025), Indonesia memiliki kesempatan menambah semifinalis lain melalui Jonatan dan Febriana/Amalia yang tampil di sesi kedua. Namun, pada pertandingan yang berlangsung Jumat tengah malam dan Sabtu (30/8/2025) dini hari waktu Indonesia tersebut, keduanya kalah.

Jonatan kalah dari juara bertahan tunggal putra, Kunlavut Vitidsarn, 14-21, 21-18, 8-21. Setelah menyingkirkan unggulan keempat, Lee So-hee/Baek Ha-na, pada babak ketiga, Febriana/Amalia dikalahkan Rin Iwanaga/Kie Nakanishi 15-21, 16-21.

Maka, Putri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang akan bersaing pada semifinal, Sabtu. Dia akan melawan juara dunia 2021 dan 2022, Akane Yamaguchi. Adapun semifinal lain mempertemukan Chen Yu Fei dan juara bertahan tunggal putri, An Se-young.

Quote

Saya harus siap fisik dan teknis agar bisa menyerang. Jadi, saya harus siap lebih capek dari hari ini.

Putri Kusuma Wardani memenangi perempat final tunggal putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Jumat (29/8/2025). Dia akan melawan Akane Yamaguchi di semifinal, Sabtu.

Putri selalu kalah dalam tiga pertemuan dengan Yamaguchi. Namun, dia bisa memberi perlawanan lebih baik pada setiap pertemuan.

Dalam pertemuan pertama di babak kedua Indonesia Terbuka 2023, atlet berusia 23 tahun itu kalah 15-21, 11-21. Pada tahun yang sama, mereka bertemu kembali di babak pertama China Terbuka dan Putri kalah 12-21, 18-21.

Baru berselang dua tahun kemudian, Putri dan Yamaguchi bertemu kembali, kali ini, pada tahap yang lebih tinggi, yaitu perempat final Indonesia Terbuka, dua bulan sebelum berlangsungnya Kejuaraan Dunia. Putri tetap kalah dua gim, tetapi bisa memberi perlawanan lebih baik yang berakhir dengan skor 19-21, 20-22.

Kekurangannya saat itu adalah bermain tak konsisten menjelang akhir setiap gim. Pada gim kedua, dia unggul 18-13, tetapi berbalik tertinggal 18-20 hingga akhirnya kalah. Putri akan membawa pengalaman itu untuk semifinal di Adidas Arena.

”Saya harus siap fisik dan teknis agar bisa menyerang. Jadi, saya harus siap lebih capek dari hari ini,” ujar Putri yang kalah pada babak pertama Kejuaraan Dunia 2022 dan babak kedua pada tahun berikutnya.

Ketika Putri bisa mendapat hasil kian jauh pada setiap Kejuaraan Dunia, Jonatan tak beranjak dari perempat final sebagai hasil terbaik. Perempat final pada Kejuaran Dunia kelima yang diikuti tunggal putra ranking kelima dunia tersebut sama seperti hasil yang didapat pada 2019 dan 2022. Adapun pada debut dalam Kejuaraan Dunia 2018 dan edisi Copenhagen 2023, dia tersingkir pada babak pertama.

Jonatan Christie kalah dari Kunlavut Vitidsarn dalam perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Jumat (29/8/2025). Jonatan kalah 14-21, 21-18, 8-21.

Jonatan tak bisa memperagakan penampilan yang lebih baik dibandingkan ketika dia mengalahkan Vitidsarn dalam Piala Sudirman, Mei. Saat itu, Jonatan menang 21-9, 22-20.

”Kunlavut bermain sangat bagus dan cepat. Dia sangat agresif pada gim pertama, padahal itu bukan kebiasaan dia. Biasanya, dia bermain reli dulu baru menyerang,” kata Jonatan.

Permainan cepat pun langsung diperagakan Vitidsarn pada gim ketiga. Ini membuat Jonatan tak bisa mengembangkan permainan.

Dengan kemenangan tersebut, Vitidsarn menjadi tunggal putra tersisa yang memiliki gelar juara dunia. Dia akan berhadapan dengan Anders Antonsen di semifinal, sementara pertandingan lain mempertemukan Shi Yu Qi dan Victor Lai. Lai, yang menang atas Loh Kean Yew 22-20, 21-18 pada perempat final, menjadi atlet Kanada pertama yang mendapat medali di Kejuaraan Dunia.

Fokus partner baru

Sementara, perempat final Kejuaraan Dunia 2025 menjadi pertandingan terakhir Febriana dan Amalia sebagai pasangan sejak mereka berduet pada 2019. Setelah ini, mereka akan berganti partner mengikuti program ganda putri pelatnas untuk mencari pasangan tetap yang siap bersaing mulai 2026.

Amalia Cahaya Pratiwi berusaha menjangkau kok pada perempat final ganda putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Perancis, Jumat (29/8/2025). Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia kalah dari Rin Iwanaga/Kie Nakanishi.

Memanfaatkan sisa waktu 2025, Febriana akan berpasangan dengan Meilysa Trias Puspitasari, sementara Amalia bersama Lanny Tria Mayasari. Lanny juga tampil di Kejuaraan Dunia bersama Siti Fadia Silva Ramandhanti dan kalah pada babak ketiga.

Dengan digabungkannya Lanny bersama Amalia, Fadia dipasangkan kembali dengan partner sebelumnya, Apriyani Rahayu. Formasi baru ini akan mulai dicoba pada Tur Asia, September.

”Ke depannya, kami akan berjuang dengan partner masing-masing. Bukan hal yang mudah bagi kami karena sudah berpasangan enam tahun dan tidak pernah dipecah. Pastinya, kami akan sama-sama berjuang untuk ganda putri Indonesia,” kata Amalia.

Semifinal ganda putri Kejuaraan Dunia mempertemukan Iwanaga/Nakanishi dengan favorit juara asal China, Liu Sen Shu/Tan Ning, dan Nami Matsuyama/Chiharu Shida dengan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Favorit juara ganda putra, Seo Seung-jae/Kim Won-ho, juga lolos ke semifinal. Pasangan nomor satu dunia ini ditantang Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen di semifinal. Adapun pertandingan lain mempertemukan Chen Bo Yang/Liu Yi dengan Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan