Paus pengganti Paus Fransiskus belum berhasil dipilih dalam pemilihan hari pertama.
08 Mei 2025 09:16 WIB · Foto
Gumpalan asap hitam pekat membubung dari cerobong asap di atap Kapel Sistina, Rabu (7/5/2025) malam. Begitu pekatnya asap membuat sekitar 45.000 umat Katolik yang berkumpul di lapangan Santo Petrus masih bisa melihat dengan jelas dari kejauhan.
Asap hitam ini berasal dari pembakaran 113 surat suara yang dicampur dengan kartrid yang mengandung kalium perklorat, antrasena (komponen tar batubara), dan sulfur sehingga menghasilkan asap hitam.
Asap hitam ini juga mengabarkan bahwa belum ada paus yang terpilih saat 133 kardinal dari 70 negara yang berkumpul di Kapel Sistina dan dikunci dari luar melakukan pemilihan yang sangat rahasia. Hari itu hanya dilakukan satu putaran pemungutan suara.
Para kardinal akan keluar dan kembali ke Kapel sistina pada Kamis pagi untuk melakukan pemilihan serupa, mencari ganti Paus Fransiskus.
Sebelumnya, pada pagi hari dekan Dewan Kardinal, Kardinal Giovanni Battista Re, memimpin Misa pagi di Basilika Santo Petrus. Ia mendesak para pemilih, yakni 133 kardinal, untuk mengesampingkan semua kepentingan pribadi dan menemukan seorang paus yang menghargai persatuan. Ia berharap seorang paus terpilih akan dapat membangkitkan hati nurani dunia.
Setelah para kardinal mengucapkan sumpah mereka, pemimpin upacara liturgi kepausan, Uskup Agung Diego Ravelli, menyerukan ”extra omnes”, bahasa Latin untuk ”semua keluar” dan siapa pun yang tidak memenuhi syarat untuk memilih pergi sebelum pintu kapel ditutup.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/08/77bce460-50dc-4180-95a9-c23a3c1ab060_jpg.jpg)
Di luar Kapel Sistina, tepatnya di Lapangan Santo Petrus, suasananya meriah. Sejak pagi ribuan orang berbondong-bondong ke piazza untuk menyaksikan prosesi di layar video raksasa. Tepuk tangan membahana saat pintu Kapel Sistina ditutup perlahan, tanda prosesi pemungutan suara dimulai.
Mereka menunggu selama berjam-jam, menonton layar yang hanya memperlihatkan cerobong asap tipis dan sesekali burung camar yang terbang mengitari cerobong itu. Menjelang malam, sebagian dari mereka mulai meninggalkan tempat itu, tetapi sebagian yang lain tekun menunggu. Banyak di antara mereka juga berdoa dengan rosario masing-masing.
Ketika malam, menjelang pukul 21.00 waktu setempat, mereka bersorak saat asap akhirnya mengepul keluar. Asap hitam mengakhiri penantian hari itu. Mereka akan melanjutkan harapan pada pemilihan selanjutnya yang akan diadakan keesokan harinya.
Hari itu belum ada teriakan kegembiraan.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .