Sebanyak 133 kardinal dikunci di dalam Kapel Sistina untuk memilih paus baru.
08 Mei 2025 07:00 WIB · Foto
Jelang satu hari sebelum dimulainya konklaf, atau pemilihan paus baru, Selasa 6 Mei 2025, Media Vatikan merilis foto-foto persiapan yang telah dilakukan di Kapel Sistina. Sebuah nampan atau kotak kayu berisi 133 bola berwarna putih dengan nomor urut dan sesuai dengan jumlah kardinal pemilih, diletakkan di meja, berdampingan dengan selembar kertas bertuliskan daftar nama kardinal.
Dalam frame lain, tampak suasana bagian dalam Kapel Sistina yang telah dipasang kursi besi dengan alas duduk dan sandaran berwana merah menyala. Ruangan itu terbagi dua dengan sekat pagar besi di tengah ruangan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/07/6101f802-af0c-4b99-9b1e-f001a49443fc_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/07/3ef83ad6-355d-4885-828d-75176627b7c6_jpg.jpg)
Foto sebuah ruangan kecil disebelah Kapel Sistina yang diberi nama ”Ruang Air Mata” juga dipamerkan. Di dalam ruangan itu terdapat rak pakaian yang berisi jubah putih dengan tiga pilihan ukuran berbeda yang disiapkan untuk paus terpilih.
Nantinya, paus terpilih akan mengenakan salah satu jubah yang tersedia sebelum diumumkan dan menyapa umat yang berkumpul dari balkon. Tampak juga sebuah foto yang memperlihatkan segel bertuliskan ”Conclave” terpasang pintu masuk ke Istana Apostolik yang ditutup selama konklaf berlangsung.
Hari Rabu, 7 Mei 2025, para kardinal mengisolasi diri di balik tembok abad pertengahan Vatikan untuk memulai konklaf guna memilih paus ke-267 Gereja Katolik Roma, penerus Paus Fransiskus yang meninggal pada bulan April di usia 88 tahun.
Sebanyak 133 kardinal dari 70 negara dikunci di dalam Kapel Sistina, tempat mereka akan memberikan suara secara rahasia dan hening, sebuah proses yang dirancang agar kontemplatif dan bebas dari campur tangan pihak luar. Mereka menyerahkan ponsel mereka dan sinyal di sekitar Vatikan akan dimatikan untuk mencegah mereka saling komunikasi sampai mereka menemukan pemimpin baru untuk Gereja yang beranggotakan 1,4 miliar orang tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/07/06a2fe3e-30b5-4a82-b47a-d1532c5dab88_jpg.jpg)
Misa untuk pemilihan paus baru atau konklaf dimulai di Vatikan pada Rabu pagi (7/5/2025). Para kardinal mengikuti misa kudus untuk Pemilihan Paus atau yang disebut ”Pro Eligendo Romano Pontifice” untuk memohon tuntunan Roh Kudus dalam memilih paus baru. Warga sipil diperbolehkan mengikuti misa ini.
Menjelang sore, para kardinal elektor berkumpul di Kapel Paulina dekat Kapel Sistina dan melantunkan Litani Orang Kudus. Konklaf diikuti 133 elektor kardinal yang sudah disumpah untuk menjaga rahasia selama proses berlangsung. Sepanjang konklaf, para kardinal juga diisolasi untuk terhindar dari intervensi asing.
Dimulai dengan saat elektor memberikan suara kertas, dan pemungutan suara berlanjut hingga satu kandidat memperoleh mayoritas dua pertiga, atau 89 suara. Nantinya, surat suara akan dibakar dalam tungku khusus untuk memberi tanda berupa asap hitam jika belum ada keputusan dan asap putih yang berarti paus baru telah dipilih.
Ketika asap putih keluar dari cerobong di atas atap Kapel Sistina, akan segera diikuti pengumuman nama baptis paus yang terpilih, diumumkan dalam bahasa Latin, lalu diikuti oleh nama kepausan yang telah dipilihnya. Paus baru akan diumumkan dengan bahasa Latin: ”Annuntio vobis gaudium magnum, Habemus Papam!” yang artinya ”Saya membawa kabar gembira bagi Anda, Kita memiliki seorang paus!”
Garda Swiss serta polisi Italia dikerahkan di antero Roma, terutama di Vatikan yang menjadi lokasi utama pemilihan paus. Mereka melakukan pemeriksaan ketat terhadap orang-orang yang memasuki Lapangan Santo Petrus.
Lebih dari 4.000 petugas telah dikerahkan, dengan sistem antipesawat nirawak dan pengacau sinyal untuk memblokir komunikasi di antara para kardinal dan dunia luar begitu mereka memasuki pertemuan rahasia mereka. ”Keselamatan para kardinal adalah prioritas, tetapi begitu juga keselamatan umat beriman di luar,” kata Fabio Ciciliano, Kepala Badan Perlindungan Sipil Italia kepada Associated Press.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/07/2844063a-1886-422e-b0b5-2f5ba97724df_jpg.jpg)
Ribuan umat katolik bercampur dengan pekerja media menantikan bersama-sama dilapangan terbuka. Mereka fokus memperhatikan cerobong asap yang terpasang di atap Kapel Sistina.
Mereka menunggu kalimat ”Habemus Papam!”.
”Kita memiliki seorang Paus!”
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul