Aston Villa Berlari Menghindari Tembang Liga Europa

Seusai membungkam Newcastle, Villa resmi jadi "kuda hitam" teratas dalam perebutan lima besar. Mereka tidak ingin kesalahan pada laga versus PSG benar-benar terjadi.

20 Apr 2025 06:51 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

BIRMINGHAM, MINGGU — Hanya tiga hari setelah kesalahan pemutaran lagu Liga Europa dan kegagalan di Liga Champions, Aston Villa membungkam pesaing zona lima besar Newcastle United. Skuad Villa seperti sedang berlari menghindari tembang turnamen ”kelas dua” tersebut.

Insiden unik sempat terjadi dalam laga kedua perempat final Liga Champions di Stadion Villa Park, tengah pekan lalu. Tembang Liga Europa tiba-tiba muncul saat seremoni pra-pertandingan. Menurut BBC Sport, masalah terjadi akibat kerusakan sistem otomatis pemutaran lagu.

Para pemain Villa, Ezri Konsa dan Youri Tielemans, sampai menahan tawa. Insiden itu mungkin menggelitik bagi mereka, tetapi hanya sesaat. Seusai dieliminasi Paris Saint-Germain, lagu berubah menjadi ancaman nyata. Adapun di Liga Inggris, mereka sedang berada di radar zona Liga Europa.

Bukan kebetulan, pada Minggu (20/4/2025) dini hari WIB, Villa mengamuk di stadion yang sama. Mereka menaklukkan Newcastle dengan skor kontras 4-1. Padahal, Newcastle yang saat ini berada di peringkat ketiga tersebut datang berstatus tim terpanas dengan catatan lima kemenangan beruntun.

”Ini adalah Villa Park,” kata bek sayap Villa, Ian Maatsen, yang membalikkan keunggulan menjadi 2-1. ”Kami membawa kekecewaan (versus PSG) ke laga ini. Kami ingin mendapatkan tempat (di Liga Champions) jadi kami bertarung untuk itu. Mereka dalam tren baik, tetapi kami mengakhiri itu,” lanjutnya.

Aston Villa's Ian Maatsen scores past Newcastle United goalkeeper Nick Pope during the English Premier League soccer match between Aston Villa and Newcastle United at Villa Park, Birmingham, England, Saturday April 19, 2025. (Nick Potts/PA via AP)

Villa bahkan sudah unggul hanya dalam 33 detik berkat penyerang Ollie Watkins. Walaupun Newcastle sempat menyamakan kedudukan lewat bek Fabian Schar, tuan rumah selalu lebih dominan sepanjang laga. Usaha Villa berbuah manis di paruh kedua saat tiga gol tercipta dalam rentang 11 menit.

Quote

Hari ini, lawan Newcastle, adalah level lawan tertinggi yang bisa kami hadapi.

Berkat hasil itu, Villa mendaki hingga peringkat keenam (57 poin). Poin tim asuhan Pelatih Unai Emery itu sama dengan peringkat kelima Nottingham Forest yang belum bermain pada pekan ini. Jarak mereka juga tipis dengan peringkat ketiga Newcastle (59) dan peringkat keempat Manchester City (58).

Villa juga berhasil meneruskan tren positif menjadi lima kemenangan beruntun. Mereka merebut status milik Newcastle sebagai tim terpanas di liga. Momentum positif sangat penting dijaga karena Watkins dan rekan-rekan akan berhadapan dengan City pada Rabu depan.

Menurut Emery, kemenangan telak atas Newcastle menunjukkan kesiapan tim untuk bertarung habis-habisan di sisa musim. ”Hari ini, lawan Newcastle adalah level lawan tertinggi yang bisa kami hadapi. Saya sangat senang dengan respons para pemain. Kami sedang dalam momen terbaik,” katanya.

Emery menambahkan, timnya mulai menemukan konsistensi berkat faktor ketersediaan pemain. Para pemain yang sempat cedera pada pertengahan musim, seperti gelandang Boubacar Kamara dan Amadou Onana, kembali tersedia. Tidak ada satu pun pemain yang absen ketika menjamu Newcastle.

Newcastle United's Alexander Isak is challenged by Aston Villa's Tyrone Mings, left, and Ian Maatsen during the English Premier League soccer match between Aston Villa and Newcastle United at Villa Park, Birmingham, England, Saturday April 19, 2025. (David Davies/PA via AP)

Antiklimaks Newcastle

Penurunan performa Newcastle terbilang mengejutkan. Mereka dua kali menang telak dalam sepekan terakhir atas Manchester United (4-1) dan Crystal Palace (5-0). Namun, Alexander Isak dan rekan-rekan mendadak kehilangan pijakan dalam salah satu laga terpenting di sisa musim tersebut.

Faktor utama kekalahan tim tamu adalah pendekatan strategi yang tidak berfungsi dengan baik. Mereka berupaya menekan intens sejak separuh lapangan lawan, mengajak Villa berduel fisik. Strategi itu juga digunakan ketika menghadapi MU dan sukses besar.

Namun, rencana itu gagal total akibat resistensi para pemain Villa yang tampil dengan intensitas lebih tinggi. Tuan rumah mengandalkan pemain anti-tekanan yang punya keunggulan fisik, seperti Kamara dan Morgan Rogers, untuk memecahkan perangkap tim tamu.

Tekanan pertahanan blok tinggi Newcastle pun sering sia-sia. Villa dengan mudah mendapatkan peluang setelah melewati garis tengah lapangan. Newcastle yang ingin mencari kesalahan lawan untuk menyerang balik tidak berkutik. Dominasi Villa terlihat dalam keunggulan jumlah tembakan 23-9.

Aston Villa's Belgian defender #24 Amadou Onana (C) celebrates scoring the team's fourth goal during the English Premier League football match between Aston Villa and Newcastle United at Villa Park in Birmingham, central England on April 19, 2025. (Photo by Darren Staples / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Asisten pelatih Newcastle, Jason Tindall, mengatakan, penurunan kualitas juga disebabkan kelelahan pemain. Mereka harus bermain tiga kali dalam rentang enam hari terakhir. ”Sulit merotasi tim di situasi seperti ini. Jika saya mengganti pemain dan hasil tetap kalah, pasti keputusan itu akan dipertanyakan,” ujarnya.

Adapun pelatih kepala Eddie Howe belum bisa mendampingi Newcastle. Dia mengalami pneumonia dan harus dirawat di rumah sakit sejak pekan lalu. Perannya pun digantikan sang asisten. Menurut Tindall, Howe hanya berkomunikasi dengannya saat sedang merasa lebih baik.

Bagi Newcastle, kekalahan tadi harus dijadikan pelecut untuk segera bangkit. Mereka sudah dinanti jadwal sulit dalam lima laga tersisa, antara lain menghadapi Arsenal dan Chelsea. ”Kami ingin lolos ke Liga Champions. Hari ini adalah langkah mundur. Ini cermin realitas untuk kami,” kata kapten Newcastle, Kieran Trippier.

(AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata