Inkonsistensi Arsenal di antara tengah pekan dan akhir pekan harus segera dihentikan. Transisi ”Si Meriam” dari Bernabeu ke Portman Road menjadi tanda tanya besar.
19 Apr 2025 15:03 WIB · Olahraga
IPSWICH, SABTU — Skuad Arsenal akan merasakan transisi ekstrem pada akhir pekan ini. Setelah menikmati kemegahan Stadion Santiago Bernabeu pada tengah pekan, mereka sudah dinanti di Stadion Portman Road yang merupakan markas sederhana milik Ipswich Town. Dari transisi itu, konsistensi Arsenal diuji.
Bernabeu, markas Real Madrid, adalah salah satu stadion termegah sedunia dengan kapasitas lebih dari 80.000 kursi. Para pemain Arsenal begitu antusias saat berkunjung untuk perempat final Liga Champions. ”Berbeda saat dirasakan langsung, tidak seperti di televisi. Itu (penonton) sangat banyak,” kata bek 18 tahun, Myles Lewis-Skelly.
Hanya sekitar tiga hari berselang, pada Minggu (20/4/2025) pukul 20.00 WIB, ”Si Meriam” akan bertandang ke Portman Road yang hanya berkapasitas 30.000 kursi. Stadion itu masuk dalam daftar lima besar dengan kapasitas penonton terkecil di Liga Inggris, terasa bagai bumi dan langit jika dibandingkan Bernabeu.
Kapasitas penonton turut mencerminkan perbedaan kualitas kedua tim. Arsenal berkunjung ke Bernabeu untuk menantang tim juara bertahan Liga Champions. Sementara itu, Martin Odegaard dan rekan-rekan bertamu ke Portman Road untuk menghadapi tim papan bawah Ipswich yang sudah dipastikan terdegradasi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/17/8c2a1617458cc3e9b729ad74cb784a92-cropped_image.jpg)
Bagi Manajer Arsenal Mikel Arteta, kemenangan di Bernabeu telah mengangkat level klub. Namun, itu akan percuma jika momentum tidak berlanjut. ”Kami menunjukkan bisa bersaing dengan tim mana pun di semua kompetisi, sekarang tahap selanjutnya adalah konsistensi. Kami harus segera berganti fokus ke Ipswich,” ujarnya.
Inkonsistensi menjadi masalah terbesar Arsenal belakangan ini. Mereka kesulitan menghadapi dua kompetisi sekaligus. Ketika skuad dirotasi, performa tim menurun drastis. Itu yang membuat mereka ditahan imbang beruntun oleh dua tim medioker, Brentford dan Everton, di tengah hiruk pikuk persiapan versus Madrid.
Kami menunjukkan bisa bersaing dengan tim mana pun di semua kompetisi, sekarang tahap selanjutnya adalah konsistensi. Kami harus segera berganti fokus ke Ipswich.
Hasil tersebut pula yang mengakibat tim asuhan Arteta kehilangan arah dalam persaingan gelar juara liga. Mereka tertinggal 13 poin dari pemuncak klasemen, Liverpool, dengan enam laga tersisa. Jika tidak ingin memastikan Liverpool juara pada pekan ini, Arsenal wajib menang di Portman Road.
Namun, alih-alih mengejar juara yang sudah nyaris mustahil, Arsenal lebih butuh kemenangan untuk menghindar dari kejaran tim-tim lain yang ingin merebut peringkat kedua, seperti Newcastle United (59 poin). Adapun jarak poin Arsenal lebih dekat dengan peringkat ketujuh Aston Villa (54 poin) dibandingkan ke Liverpool.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/17/8bd61741b73eb005ffd28520a5d9c768-Spain_Soccer_Champions_League.jpeg)
”Kami tahu betapa sulitnya pertandingan nanti. Mereka adalah tim yang sangat terorganisasi dengan baik. Apa yang telah dilakukan (pelatih) Kieran McKenna dan para stafnya luar biasa. Mereka selalu bisa memberikan banyak masalah untuk tim lawan setiap pekan. Jadi, kami akan bersiap untuk itu,” jelas Arteta.
Ipswich, peringkat ke-18, memang sudah tidak bisa berlari dari jeratan zona degradasi. Namun, Liam Delap dan rekan-rekan sama sekali tidak kehilangan motivasi. Mereka justru memanfaatkan sebaik mungkin sisa waktu di divisi tertinggi, memberikan tontonan terbaik untuk para penggemar.
Terbukti, tren Ipswich justru sedang meningkat belakangan ini. Mereka baru saja menahan Chelsea 2-2 di kandang lawan. McKenna menjanjikan pertarungan intens serupa pada akhir pekan. ”Kami akan mencari cara untuk menekan tinggi agar mereka (Arsenal) tidak nyaman. Kami ingin merusak ritme mereka,” ujar sang pelatih.
Terakhir kali kedua tim bertemu di Stadion Emirates, Desember 2024, Ipswich memperlihatkan skema bertahan yang cukup solid. Mereka hanya kalah 0-1 walaupun laga didominasi mutlak oleh Arsenal. Adapun gol penentu kemenangan dicetak oleh penyerang Kai Havertz yang akan absen karena cedera paha.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/31/3cecd35aebc0e3d037ece297f366a743-AFP_36RT9AY.jpg)
Arsenal perlu mewaspadai kejutan dari penampilan individu tim lawan. Para pemain Ipswich akan berupaya unjuk gigi pada sisa musim agar dilirik tim Liga Inggris lain. Salah satunya Delap yang berhasil mencetak dua gol dalam tiga laga terakhir. Penyerang 22 tahun itu sedang dipantau Chelsea dan Manchester United.
Rotasi di skuad Arsenal patut dinanti. Arteta mengganti lima pemain utama dalam dua laga terakhir liga. Perubahan skuad kemungkinan tidak akan semasif sebelumnya karena laga semifinal Liga Champions baru akan berlangsung pada 30 April 2025. Arsenal hanya bertanding dua kali sebelum bertemu Paris Saint-Germain.
Gelandang bertahan Arsenal, Thomas Partey, dipastikan tidak bisa tampil di semifinal pertama akibat sanksi akumulasi kartu. Pertanyaan pun muncul, apakah Arteta akan menjadikan laga versus Ipswich sebagai simulasi bermain tanpa Partey dengan mencoba komposisi skuad baru? Sang manajer tidak menutup kemungkinan itu.
”Kami harus mencari keseimbangan (di lini tengah). Pemahaman (antarpemain) adalah prioritas utama. Kami harus memastikan para pemain nyaman dengan posisinya dan dengan satu sama lain untuk tampil di laga besar. Namun, sebelum itu, kami ingin memenangi pertandingan Liga Inggris lebih dulu,” kata Arteta. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan