Aston Villa Vs PSG, Menanti Mode Hidup atau Mati Emery

Seperti apa wujud strategi Unai Emery ketika terdesak dan membutuhkan banyak gol? Jawabannya akan diperlihatkan pelatih spesialis bertahan itu ketika bertemu PSG.

15 Apr 2025 07:41 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

BIRMINGHAM, SELASA — Unai Emery, Pelatih Kepala Aston Villa, memang dikenal ahli dalam pendekatan taktik bertahan. Namun, spesialisasi itu tidak akan berguna saat Emery bertemu mantan timnya, yaitu Paris Saint-Germain. Dia harus menampilkan strategi ekstra ofensif untuk mengatasi ketinggalan dua gol dari PSG.

Villa berada dalam posisi sulit saat menjamu PSG dalam laga kedua perempat final Liga Champions di Stadion Villa Park, Rabu (16/4/2025) pukul 02.00 WIB. Setelah kalah 1-3 pada laga pertama, mereka butuh kemenangan tiga gol untuk lolos langsung atau dua gol untuk memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Emery tidak mungkin mengulang pendekatan taktik di markas PSG. Ketika itu, Marcus Rashford dan rekan-rekan bertahan sangat dalam dan hanya mengandalkan serangan balik. Mereka sempat unggul lebih dulu, tetapi pada akhirnya tidak kuat menahan gempuran lawan. Kemasukan gol ketiga di injury time menjadi petaka terbesar.

Villa, kata Emery, akan lebih dulu mengincar dua gol pada waktu normal. ”Kami membawa satu rencana kuat dan akan beradaptasi seiring laga berjalan. Jika bisa melanjutkan laga ke babak tambahan atau adu penalti, itu fantastis. Kami ingin menulis sejarah untuk tim ini,” ujar mantan pelatih PSG pada 2016-2018 itu.

Emery sangat optimistis, tetapi juga realistis. Dia tidak akan langsung memburu tiga gol dalam 90 menit. Jika dibebankan target sebesar itu, para pemain akan tergesa-gesa ingin mencetak gol. Belum lagi, ancaman serangan balik tim tamu sangat berbahaya. PSG memiliki penyerang cepat, seperti Ousmane Dembele dan Desire Doue.

PSG's Nuno Mendes, right, celebrates with PSG's Ousmane Dembele after scoring his side's third goal during the Champions League quarterfinal first leg soccer match between Paris Saint-Germain and Aston Villa at Parc des Princes stadium in Paris, Wednesday, April 9, 2025. (AP Photo/Thibault Camus)

Berbicara soal produktivitas, Villa sama sekali tidak perlu khawatir jika bermain di kandang sendiri. Mereka selalu mampu mencetak gol dalam 15 laga kandang terakhir di semua kompetisi. Sebanyak 12 kali di antara itu, tim asuhan Emery bahkan mencetak setidaknya dua gol. Lini serang mereka cukup impresif.

Terlebih lagi, pemain pinjaman dari PSG, Marco Asensio, sedang berapi-api dengan catatan delapan gol dari sepuluh laga terakhir. Asensio yang bertipe ofensif kemungkinan besar diturunkan sejak awal laga. Sang gelandang serang dicadangkan pada laga pertama karena kebutuhan tim untuk tampil lebih defensif.

”Kami bersemangat menghadapi tantangan itu. Di bawah sorotan cahaya di kandang, tidak banyak tempat yang lebih baik untuk bermain (dibandingkan Villa Park). Jika ada yang bisa mengubah keadaan, tim itu adalah kami. Semua tergantung kami,” kata Morgan Rogers, gelandang Villa yang membuka keunggulan di kandang PSG.

Masalahnya, produktivitas Villa sering kali beriringan dengan kerentanan di lini pertahanan. Dari 15 laga terakhir di Villa Park, mereka hanya tiga kali mencatat nirbobol. Pertahanan Villa yang dipimpin kiper tim nasional Argentina, Emiliano Martinez, harus benar-benar sempurna jika tidak ingin tugas bertambah berat.

Pelatih Kepala PSG Luis Enrique menilai, laga masih sangat panjang dan tidak ada tim favorit. Mereka harus datang dengan ambisi untuk menang jika ingin lolos. Tim tamu berniat mengeksploitasi kelemahan Villa yang belum terlihat pada duel pertama. ”Villa akan betahan lebih tinggi. Itu akan menjadi sangat menarik,” katanya.

Aston Villa's Ollie Watkins celebrates scoring during the English Premier League soccer match between Southampton and Aston Villa at St Mary's Stadium, Southampton, England, Saturday April 12, 2025. (Andrew Matthews/PA via AP)

Walaupun dikenal sebagai tim yang sangat ofensif, PSG juga tangguh saat bertahan. Itu dibuktikan saat bisa menahan gempuran Liverpool selama 120 menit di Stadion Anfield dalam laga kedua 16 besar. Adapun kapten tim Marquinhos akan kembali ke lini pertahanan setelah terkena hukuman akumulasi kartu.

Duel taktik Emery versus Enrique pernah menghasilkan salah satu kisah kebangkitan terbesar dalam sejarah Liga Champions. Hanya saja, tim asuhan Enrique yang berhasil bangkit saat itu. Tepatnya pada babak 16 besar musim 2016-2017, Enrique bersama Barcelona menang 6-1 setelah kalah 0-4 lebih dulu dari PSG yang dilatih Emery.

Jelang laga, teka-teki masih belum terjawab di lini depan Villa. Rashford, berposisi asli penyerang sayap, diturunkan sebagai ujung tombak belakangan ini. Termasuk di laga pertama, dia menggantikan peran Ollie Watkins. Emery dilanda dilema karena Watkins baru saja mencetak gol lagi pada Sabtu lalu.

Walaupun butuh gol, Emery tidak tertarik memainkan Rashford dan Watkins bersama-sama di tengah. ”Kami sempat mencoba Rashford di sayap, tetapi kami memutuskan dia dan Watkins adalah striker. Selanjutnya, mungkin mereka bisa bermain bersama. Belum untuk saat ini karena butuh latihan dan dicoba dulu,” ujarnya.

Pertandingan akan sangat menarik jika harus berlanjut ke adu penalti. Kedua tim sama-sama memiliki penjaga gawang andal dalam adu tos-tosan. PSG memiliki Gianluigi Donnarumma yang menjadi pahlawan kemenangan dalam adu penalti atas Liverpool. Di Villa, ada Martinez yang membawa Argentina juara dunia lewat penalti. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .