LIGA CHAMPIONS

Atmosfer Liar Newcastle Menyasar Trauma Barcelona

Saat Newcastle ingin merayakan pesta dalam laga terbesar dalam sejarah klub, tim tamu Barcelona kembali menghadapi trauma di kompetisi berformat kandang dan tandang.

09 Mar 2026 18:40 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Kelvin Hianusa

NEWCASTLE, SENIN — Yang pertama selalu terasa istimewa, itulah yang dirasakan Newcastle United menjelang menjamu Barcelona di Stadion St James Park. Newcastle akan tampil di babak gugur 16 besar Liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah. Barca pun dinanti atmosfer yang lebih liar berkali-kali lipat dibandingkan dengan kunjungan terakhir.

Newcastle merupakan salah satu klub dengan basis penggemar paling fanatik di Inggris. Di St James Park, puluhan ribu pendukung loyal selalu mengekspresikan kecintaan dan gairah dari tribune. Pelatih Barca Hansi Flick sampai terkagum-kagum dengan atmosfer fantastis stadion itu saat pertama kali berkunjung dalam laga grup di awal musim.

Kekaguman Flick pasti akan bertambah besar di laga pertama 16 besar, Rabu (11/3/2026) pukul 03.00 WIB. Duel nanti lebih sekadar pertandingan bagi publik Newcastle. Mereka ingin merayakan sejarah keberhasilan tampil di fase gugur. Prestasi itu belum pernah dicapai sebelumnya, bahkan di era legenda terbesar klub Alan Shearer.

Newcastle United's William Osula, right, celebrates at the final whistle of an English Premier League soccer match against Newcastle United, Wednesday, March 4 2026, in Newcastle, England. (Owen Humphreys/PA via AP)

Newcastle menyambut laga terbesar dalam sejarah klub. ”Kami belum pernah ada di posisi ini. Kami pun butuh para penggemar untuk merasakan hal yang sama. Kami harus menemukan energi untuk meningkatkan performa ke level yang mungkin belum pernah terlihat di musim ini. Itu satu-satunya cara kami bisa mengatasi duel ini,” kata Pelatih Newcastle Eddie Howe.

Skuad Barca sudah berpengalaman menaklukkan St James Park. Marcus Rashford dan rekan-rekan menang 2-1 dalam pertemuan di babak grup, September lalu. Namun, dengan pertaruhan yang jauh lebih besar di stadion berkapasitas 52.000 itu, situasinya bisa sangat berbeda. Para pemain Newcastle pasti menyadari betul arti laga nanti.

Newcastle sebenarnya tidak tampil buruk di pertemuan sebelumnya. Serangan tim asuhan Howe bahkan lebih berbahaya, terutama di paruh pertama. Hanya saja, mereka kurang klinis di depan gawang lawan. Mereka berkali-kali gagal memanfaatkan peluang dari situasi transisi serangan balik kilat. Kiper Barca Joan Garcia juga tampil apik ketika itu.

Gaya bermain Newcastle dan Barca sangat bertolak belakang. Saat Barca berupaya mengontrol permainan dengan penguasaan bola, Newcastle selalu berupaya mengeksekusi serangan secepat mungkin dengan umpan langsung. Barca sangat mengandalkan teknik, sementara Newcastle mengutamakan keunggulan fisik.

Dengan gaya dominan Barca, Newcastle berpotensi menghukum garis tinggi pertahanan lawan. Mereka memiliki trio penyerang dengan kecepatan tinggi, yaitu Anthony Gordon, Anthony Elanga, dan Harvey Barnes. Meskipun begitu, serangan Newcastle harus benar-benar efisien karena tim tamu akan lebih banyak menguasai bola.

Gaya main bertempo cepat ala Newcastle membutuhkan kondisi fisik yang prima. Mereka harus siap beradu transisi di dua sisi lapangan. Masalahnya, kebugaran skuad mereka dipertanyakan setelah kalah dari Manchester City 1-3 di putaran kelima Piala FA, Sabtu lalu. Newcastle unggul lebih dulu, lalu keteteran setelah setengah jam berlalu.

Barcelona's Lamine Yamal, center, scores his side's opening goal during the Spanish La Liga soccer match between Athletic Bilbao and Barcelona in Bilbao, Spain, Saturday, March 7, 2026. (AP Photo/Miguel Oses)

Adapun Newcastle hanya bisa merotasi beberapa pemain kunci di laga itu, antara lain Gordon dan gelandang Joelinton. Kedalaman skuad mereka tidak cukup baik untuk bersaing di tiga kompetisi sekaligus. ”Saat ini, kami belum memiliki kekuatan untuk melakukan banyak perubahan dan tetap mempertahankan performa yang sama,” jelas Howe.

Trauma Barca

Barca jelas lebih diunggulkan dalam pertemuan kali ini. Mereka jauh unggul dari sisi kualitas ataupun pengalaman di turnamen. Masalahnya, mereka akan bertandang ke St James Park dengan rasa trauma. Terakhir kali bertandang dalam kompetisi sistem gugur berformat dua laga, Barca takluk empat gol tanpa balas dari Atletico Madrid di Piala Raja Spanyol.

Kekalahan telak itu yang membuat Barca tersingkir dari Piala Raja. Mereka gagal membalikkan situasi di kandang, hanya mampu menang 3-0. Seperti diketahui, Newcastle dan Atletico merupakan tim yang sama-sama terkenal dengan permainan pragmatis. Kedua tim itu bisa menghukum lawan tanpa banyak menguasai bola.

Wajar jika Flick tidak terlalu gembira ketika terhindar dari undian menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain di 16 besar. ”Senang karena mendapatkan Newcastle dan bukan PSG? Tidak, karena semua laga sama pentingnya. Tidak ada laga mudah di Liga Champions. Newcastle merupakan tim yang hebat. Kami sudah melihatnya sendiri,” kata Flick.

Barcelona's Marcus Rashford celebrates after scoring his side second goal during the Champions League, opening phase soccer match between Newcastle and Barcelona in Newcastle, England, Thursday, Sept. 18, 2025. (AP Photo/Jon Super)

Menariknya, senjata andalan Barca merupakan titik lemah Newcastle. Barca memiliki para penyerang sayap yang bisa mengubah takdir laga seorang diri, seperti Lamine Yamal, Raphinha, dan Rashford. Sementara itu, Newcastle kalah dari City di laga terakhir karena kemasukan dua gol dari umpan silang. Pertahanan mereka sangat rentan di dua sisi sayap.

Rashford, pemain tim nasional Inggris, akan kembali ke negara asalnya. Terakhir kali bermain di St James Park, mantan pemain Manchester United itu berhasil menjadi pahlawan kemenangan tim. Dia mencetak dua gol untuk Barca. Adapun Rashford sudah mencetak 10 gol ke gawang Newcastle dalam sepanjang kariernya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto