Bersamaan dengan kelolosan ke perempat final Piala FA, Arsenal sudah mencetak seratus gol di semua kompetisi. Ada hal yang menarik dari produktivitas tinggi itu.
08 Mar 2026 05:21 WIB · Olahraga
AP
MANSFIELD, SABTU — Arsenal tidak punya sosok mesin gol, tetapi mereka berhasil menjadi tim pertama dari Liga Inggris yang mencetak seratus gol. Itu cukup untuk memperlihatkan kedalaman skuad dan diversifikasi senjata ”Si Meriam” yang istimewa. Berkat keistimewaan itu pula, mereka masih berpotensi menyapu bersih empat gelar hingga awal Maret.
Arsenal melaju ke perempat final Piala FA setelah menaklukkan Mansfield Town 2-1 di Stadion One Call, Mansfield, Sabtu (7/3/2026) WIB. Meskipun hanya melawan tim divisi ketiga (Liga Satu Inggris), mereka cukup kesulitan. Arsenal yang unggul lebih dulu lewat gol Noni Madueke sempat dikejutkan gol balasan pemain pengganti Mansfield Will Evans.
Spirit besar skuad Mansfield begitu terasa di depan publik sendiri. ”Para pemain sadar mereka tidak akan berada di posisi seperti ini lagi. Mansfield mungkin tidak akan bertemu Arsenal lagi. Jadi, saya berharap kami menciptakan kenangan untuk para pendukung, seperti saat Liverpool datang ke sini 13 tahun lalu,” kata Pelatih Mansfield Nigel Clough.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/08/f598fe0089d3bcd44933322ab9232832-wires_photo_15_.jpg)
Tim tamu juga kesulitan karena harus beradaptasi dengan formasi baru. Arsenal menggunakan formasi tiga bek, 3-5-1-1, untuk pertama kali setelah sekian lama. Manajer Mikel Arteta terpaksa menggunakan pendekatan itu karena harus merotasi skuad besar-besaran. Sebanyak sembilan pemain dari laga sebelumnya diganti.
Gelandang serang Eberechi Eze menjadi penyelamat Arsenal dari bangku cadangan. Dia mencetak gol kemenangan hanya empat menit setelah masuk lapangan. Terlepas dari kesulitan di sepanjang laga yang idealnya tidak terjadi, mereka tetap melaju ke babak selanjutnya dan masih menjaga mimpi quadruple atau juara empat gelar sekaligus.
Arsenal pulang dari markas Mansfield dengan catatan spesial. Mereka menjadi tim Inggris pertama yang melampaui seratus gol di semua kompetisi pada musim ini, tepatnya 101 gol dari 46 laga. Produktivitas tersebut merupakan rahasia utama Arsenal untuk bisa konsisten bersaing di empat kompetisi sekaligus.
Jika dilihat lebih dalam, penyebaran kontribusi gol Bukayo Saka dan rekan-rekan terbilang unik. Mereka mencetak sangat banyak gol, tetapi tidak punya sosok mesin gol yang benar-benar diandalkan. Hanya dua pemain mereka yang sudah mencetak dua digit gol, yaitu Viktor Gyokeres (15 gol) dan Gabriel Martinelli (11). Sisanya terbagi rata.
Kontribusi merata itu bisa mencerminkan kedalaman skuad dan diversifikasi serangan Arsenal. Semua gol mereka dihasilkan oleh 19 pemain berbeda. Pemain dari berbagai posisi juga bisa berkontribusi, termasuk bek Jurrien Timber dan Gabriel Magalhaes yang sudah menyumbang masing-masing empat gol.
Materi skuad Arsenal paling dalam terletak di lini serang, seperti terlihat di kandang Mansfield. Mereka menggunakan enam pemain depan sekaligus, antara lain Leandro Trossard dan Kai Havertz, untuk mengisi lubang di lini tengah. Adapun gelandang Declan Rice dan Martin Zubimendi tidak dibawa agar bisa beristirahat penuh.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/08/61d5a68eb20d4731ded6b63f8c146e64-Ryan_Gravenberch_3_.jpeg)
Menariknya, pencetak gol Arsenal di putaran kelima Piala FA tadi adalah Eze dan Madueke. Mereka merupakan dua dari delapan pemain yang didatangkan pada musim panas lalu untuk memperkuat kedalaman skuad. Eze dan Madueke memang tidak selalu menjadi pemain inti, tetapi mereka bisa berkontribusi saat dibutuhkan.
Kedalaman itulah yang menjadi pembeda Arsenal pada musim ini, tidak seperti tiga musim terakhir saat gagal juara berturut-turut. ”Kami berupaya melakukan rotasi sebaik mungkin dengan skuad yang ada. Tentunya itu juga tidak mudah dengan begitu banyak masalah (cedera) sejak awal musim,” kata Arteta.
Sebagai konteks, Arsenal harus bermain hampir setiap tiga hari sekali sejak awal musim. Mereka baru dua kali mendapatkan jeda selama sepekan dalam tiga bulan terakhir. Jika terus melaju di empat kompetisi, Arsenal akan menghadapi jadwal padat tersebut selama dua setengah bulan ke depan. Itu sebabnya, kedalaman skuad sangat krusial.
Eze berkata, peran semua pemain sangat penting untuk mewujudkan misi quadruple, baik pemain inti maupun cadangan. ”Itu (quadruple) adalah tujuan kami dan yang kami perjuangkan. Berada di posisi saat ini penting karena ini yang kami inginkan. Sekarang kami hanya perlu menjalani dan memercayai prosesnya,” ujarnya.
Walaupun berada di atas angin, tantangan Arsenal akan semakin berat menuju fase akhir musim. Kemewahan materi skuad mereka bisa terkikis dengan banyaknya pertandingan. Arteta patut khawatir dengan persoalan cedera belakangan ini, terutama Trossard dan bek Riccardo Calafiori yang harus ditarik keluar di laga tadi. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji