SEPAK BOLA

”Tiki-taka Bisnis” dari Panggung Piala Dunia

Perputaran uang Piala Dunia diperkirakan bernilai miliaran dolar AS. Peluang cuan dari ajang itu juga terbuka buat pebisnis Indonesia.

11 Jun 2026 07:45 WIB · Olahraga

ANTARA FOTO

Oleh Emanuel Edi Saputra

Tiki-taka, gaya permainan sepak bola dengan umpan-umpan pendek dan pergerakan dinamis, tidak hanya menggambarkan cara mencetak gol. Hal itu juga menyerupai perputaran uang dalam panggung Piala Dunia 2026. Mulai dari kedai kopi, kafe, hingga hotel, diproyeksikan berkontribusi puluhan miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto global.

Penyelenggaraan Piala Dunia dimulai 11 Juni 2026 dan berakhir di partai final pada 19 Juli 2026. Ajang itu berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, yang diikuti 48 negara, dibagi menjadi 12 grup. Kali ini, jumlah peserta dan grup menjadi yang terbanyak sejak ajang ini dimulai pada 1930.

Atmosfer Piala Dunia telah terasa di ruang publik, misalnya di Mexico City, salah satu tuan rumah. Dari laporan Reuters pada 18 Mei 2026, di kawasan Polanco, Museo Jumex menawarkan seni kontemporer dan sepak bola sebagai ekspresi budaya, estetika, dan sosial melalui pameran Football & Art: A Shared Emotion.

Penggemar sepak bola pun ada yang memilih menyaksikan langsung Piala Dunia di AS, Meksiko, dan Kanada. Seorang pendukung fanatik Inggris rela menjual rumah keduanya demi menyaksikan langsung Piala Dunia.

Ia adalah Andy Milne (62), seorang pensiunan guru. ”Saya menjualnya (rumah) demi pergi ke Piala Dunia,” ujarnya sebagaimana dikutip Associated Press pada 27 Maret 2026.

Namun, ada juga suporter yang menggelar nonton bareng (nobar) di kafe, termasuk di Tanah Air, salah satunya Hollanders Indonesia atau fans tim Belanda. Novita Anggraeni dari Bagian Humas Hollanders Indonesia, Minggu (24/5/2026), menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan rencana nobar di daerah Kemang, Jakarta Selatan.

Pendukung tim nasional Belanda menghias wajahnya di acara Festival Oranje Indonesia di Lapangan Panahan, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (25/11/2022). Ribuan pendukung Belanda memadati Lapangan Panahan, kompleks Gelora Bung Karno untuk nonton bareng atau nobar Belanda melawan Ekuador pada Piala Dunia Qatar 2022. Berbagai ornamen serba oranye khas tim nasional (timnas) Belanda menghiasi acara ini. Sejumlah spanduk bergambar pemain legenda timnas Belanda dipasang di sekitar area nobar. Selain itu, berbagai penampilan musik dan tarian adat meramaikan acara ini. Fakhri Fadlurrohman (Z19) 25-11-2022
Warga menyaksikan pertandingan sepak bola antara Timnas Indonesia melawan Australia pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melalui layar proyektor di Malang, Jawa Timur, Selasa (10/9/2024). Nonton bareng (nobar) tersebut sebagai dukungan kepada Timnas Indonesia dalam pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 0-0. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom.

”Kami akan menyiapkan atribut yang konsepnya party. Sebelum pertandingan dimulai, biasanya, kami memutar lagu setlist dari Belanda, tema-tema bola Belanda. Masing-masing datang dengan kaus Hollanders Indonesia atau jersei Belanda,” kata Novita.

Diperkirakan akan ada ratusan anggota yang hadir. Hollanders di Ambon, Maluku, juga akan menggelar nobar. Acara itu dilaksanakan terutama pada 15 Juni, yaitu saat Belanda menghadapi Jepang pada pukul 03.00 WIB. Nobar juga akan digelar pada laga kedua saat Belanda berhadapan dengan Swedia, 21 Juni pukul 00.00 WIB. Mereka berharap Belanda minimal bisa melaju hingga ke semifinal.

Ada pula suporter sepak bola menggelar live reaction. Namun, Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro, Jumat (22/5/2026), menuturkan, jam pertandingan kurang bersahabat. Banyak laga berlangsung pukul 01.11 WIB atau pukul 02.22 WIB.

”Kafe yang buka jam segitu juga tidak banyak. Jadi, kemungkinan kami bukan menggelar nobar besar, tetapi membuat live reaction di Youtube. Kami menonton sambil berdiskusi dan berinteraksi dengan anggota komunitas,” ujar Indro.

Pemilik kafe juga merencanakan akan menggelar nobar. Pemilik The Atjeh Connection Resto & Coffee, Amir Faisal, Minggu (24/5/2026), menuturkan, biasanya kalau ada ajang-ajang seperti itu pihaknya selalu mengadakan nobar. Di Jakarta, acara itu tidak digelar di semua cabang, melainkan di cabang kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Neo Sabang, Bendungan Hilir, dan Cipete, Jakarta. Selain itu, menurut rencana, nobar juga akan digelar di Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah.

”Untuk Piala Dunia kami menyiapkan paket-paket khusus. Biasanya, yang datang nobar itu rombongan. Jadi, kami siapkan paket makanan dan minuman dengan cita rasa Aceh, tetapi dikemas lebih kekinian,” ujar Amir.

Warga menyaksikan pertandingan sepak bola antara Timnas Indonesia melawan Australia pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melalui layar proyektor di Malang, Jawa Timur, Selasa (10/9/2024). Nonton bareng (nobar) tersebut sebagai dukungan kepada Timnas Indonesia dalam pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 0-0. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom.

Hal ini menjadi momentum yang baik sebagai ruang perjumpaan. Kemungkinan, nanti juga akan digelar kuis yang berhadiah baju kaus atau merchandise. Piala Dunia mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

TVRI

Televisi Republik Indonesia (TVRI) selaku pemegang hak siar Piala Dunia 2026 telah menyiapkan skema nobar. Direktur Program dan Berita TVRI Arif Adi Kuswardono, saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/5/2026), menjelaskan, ada dua skema nobar. Pertama, nobar nonkomersial yang pada prinsipnya bersifat sosial atau komunal. Misalnya, itu digelar antarwarga di lingkungan dan tidak dikomersialkan.

”Jadi, jika masyarakat ingin mengadakan nobar di tingkat RT/RW atau lingkungan, silakan saja,” kata Arif.

Kedua, skema nobar komersial, misalnya, nobar yang digelar di kafe- kafe. Selain itu, yang masuk kategori komersial adalah penyelenggaraan acara dengan manajemen lebih kompleks hingga yang menggabungkan nobar dengan konser dan aktivitas lain.

”Kalau ada konser atau performance yang dipungut tiket, itu masuk kategori komersial. Ada tarifnya (bagi penyelenggara) sesuai kapasitas. Jadi, pakai aturan lembaga sesuai aturan pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Penyelenggara bayar ke agency holding,” ujarnya.

Namun, baik nobar komersial maupun nonkomersial tetap mendaftar melalui platform resmi. Pihaknya menyarankan agar mengakses tautan pendaftaran nobar di tvrinews.com. Setelah mendaftar, penyelenggara akan mendapatkan barcode atau stiker resmi untuk ditempel di lokasi nobar. Langkah itu penting untuk melindungi masyarakat.

Simulasi biaya yang harus dikeluarkan suporter sepak bola asal Indonesia untuk menyaksikan laga-laga Piala Dunia 2026 langsung di Amerika Serikat.

”Takutnya ada yang mengaku-aku, lalu meminta biaya atau melakukan tindakan tertentu terhadap nobar yang sebenarnya tidak bermasalah. FIFA nantinya meminta rekapitulasi jumlah dan lokasi nobar sebagai bagian pertanggungjawaban pemegang hak siar,” kata Arif.

Arif menuturkan lebih lanjut, TVRI mendapat mandat dari pemerintah menghadirkan siaran Piala Dunia 2026 sebagai bentuk hiburan publik. TVRI dipilih karena memiliki jangkauan siaran luas di Indonesia, hampir mencapai 73 persen wilayah Indonesia.

Efek ekonomi

Dengan jangkauan luas, diharapkan efek ekonominya juga lebih merata. Ia menilai kegiatan nobar dapat memunculkan berbagai aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.

Berdasarkan Country Cassette (2026), yang merilis jumlah penggemar sepak bola berdasarkan negara, jumlah penggemar sepak bola di Indonesia mencapai 165,48 juta orang atau 60 persen dari estimasi populasi sekitar 276,4 juta penduduk. Jumlah penggemar sepak bola Indonesia berada di urutan ketiga setelah China dan Brasil.

Quote

Jadi, jika masyarakat ingin mengadakan nobar di tingkat RT/RW atau lingkungan, silakan saja.

Senior Analyst NEXT Indonesia Center Sandy Pramuji, Jumat (22/5/2026), menilai, potensi ekonomi cukup besar karena ada tiga modal yang mendukung siaran langsung dan nobar Piala Dunia 2026 di Indonesia.

Pertama, jumlah pertandingan yang disiarkan langsung TVRI, sebagai pemegang hak siar, mencapai 104 pertandingan (bertambah dari 64 dari 2022). ”Artinya, durasi dan frekuensi momen konsumsi menjadi lebih panjang,” kata Sandy.

Ilustrasi TVRI sebagai Televisi publik penyiaran Piala Dunia

Selain itu, sepak bola adalah olahraga populer dengan banyak penggemar di Indonesia. Jadi, peluang penyelenggara acara nobar di kafe, warung, hotel, tempat wisata, dan penyelenggara nobar untuk mendapatkan cuan sangat terbuka. Apalagi, jika dapat bekerja sama dengan sponsor resmi Piala Dunia 2026.

Dampak lanjutannya mengalir ke pemasok bahan makanan, pekerja paruh waktu, jasa kebersihan, transportasi, parkir, desain materi promosi, percetakan, dan vendor teknis. Di sinilah efek pengganda bekerja.

Pada 2022, misalnya, Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengadakan nobar Piala Dunia 2022 di alun-alun. Mereka mengundang beragam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memasarkan produknya. Menurut Pemerintah Kabupaten Jember, perputaran uang mencapai Rp 200 juta per malam saat itu.

Kemudian, akses siaran Piala Dunia kali ini sangat luas karena TVRI bakal menyiarkannya over the air yang dapat ditonton secara gratis melalui antena UHF/set top box. Untuk siaran over the top atau streaming, TVRI menggandeng PT Folago Global Nusantara sebagai mitra. Perusahaan media digital yang relatif baru beroperasi ini akan menyiarkan juga semua laga melalui platform digital berlangganan.

Dampak nobar masih dominan bersifat demand-driven short cycle, yakni uang berputar hanya selama Piala Dunia 2026 berlangsung, lalu kembali ke pola normal. Namun, jika UMKM berhasil membangun pelanggan tetap dan penguatan merek (brand awareness) lewat momen ini, efeknya bisa melampaui durasi turnamen bagi UMKM tersebut.

Berdasarkan laporan FIFA World Cup 2026 Socioeconomic Impact Analysis, Piala Dunia 2026 diproyeksikan akan menciptakan 823.474 pekerjaan penuh waktu. AS menjadi negara penerima dampak ekonomi terbesar.

Seorang pria melewati Stadion AT&T yang akan diberi nama baru Stadion Dallas saat Piala Dunia 2026, Kamis (28/5/2026) di Arlington, Texas.

Sektor yang paling diuntungkan, antara lain, akomodasi dan makanan, real estat, wholesale, dan ritel. Dampaknya juga meluas ke negara lain di luar tuan rumah, antara lain di sektor perdagangan ritel, properti, transportasi udara.

Senada dengan itu, dikutip dari Forum Ekonomi Dunia, Piala Dunia 2026 berpotensi menghasilkan lebih dari 40 miliar dolar AS dalam produk domestik bruto (PDB) global. Olahraga adalah 10 industri teratas yang akan mendorong pertumbuhan pada 2030. Lembaga itu juga memprediksi ekonomi olahraga akan bernilai 8,8 triliun dolar AS pada 2050.


Kerabat Kerja

Penulis:

Emanuel Edi Saputra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto, Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim