Jepang memimpin sementara persaingan Grup C Piala Asia Futsal 2026. Uzbekistan dan Tajikistan, duo semifinalis edisi 2024, bermain imbang di pertandingan pertama.
28 Jan 2026 21:21 WIB · Olahraga
AFC Media
JAKARTA, KOMPAS — Piala Asia Futsal 2026 di Jakarta menjadi arena tim nasional futsal Jepang untuk bangkit dari titik nadir. Misi itu dimulai dengan membenamkan Australia 6-2 pada pertandingan pertama Grup C, Rabu (28/1/2026), di Indonesia Arena, Jakarta.
Sejak menjadi peserta di edisi perdana Piala Asia Futsal pada 1999, Jepang selalu mampu lolos dari fase grup. Rentetan kiprah apik itu terhenti di edisi Thailand 2024. Untuk pertama kali, tim berjuluk ”Samurai Lima” itu gugur di babak penyisihan akibat kalah bersaing dengan Tajikistan dan Kirgistan. Hasil itu menyebabkan Jepang juga gagal lolos ke Piala Dunia Futsal 2024 di Uzbekistan.
Jepang memulai era baru bersama Pelatih Kensuke Takahashi setelah Kenichiro Kogure undur diri seusai tak mampu meloloskan tim ke Piala Dunia 2024. Kogure mengasuh Jepang pada periode 2021 hingga 2024. Dalam kurun waktu itu, Jepang meraih gelar Piala Asia Futsal ketiga pada 2022.
Bagi Takahashi, menjalani misi kebangkitan di Indonesia bukan hal yang asing. Takahashi pernah membantu Indonesia menembus final Kejuaraan ASEAN Futsal 2019.
Pada periode 2018 hingga 2021, Takahashi tidak hanya melatih tim nasional futsal putra Indonesia, tetapi juga timnas putri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/28/776a4cb182f4fda9daf8282159abceb0-IMG_3079.jpeg)
Nasib baiknya di Indonesia menular pada pertandingan pertama kontra Australia. Walaupun Samurai Lima tertinggal lebih dulu ketika laga baru berjalan satu menit lewat sepakan Ethan De Melo dalam situasi kick-in, babak pertama ditutup Jepang dengan keunggulan 4-1.
Jepang mencetak gol melalui sumbangan Matoishi Takehiro (5’), Yamanaka Shoto (6’), Uchida Sunta (10’), dan Harada Kokoro (18’).
Di babak kedua, Jepang lebih banyak melakukan rotasi dengan mencoba sejumlah variasi permainan. Di tengah ambisi Australia untuk bangkit, Jepang mampu mencetak dua gol tambahan melalui sepakan Yamata Kaido pada menit ke-30 serta Shimizu Kazuya tiga menit sebelum waktu normal babak kedua rampung atau menit ke-37. Satu gol hiburan Australia diciptakan oleh Jyden Jacob Harb pada menit ke-32.
”Memulai turnamen dengan raihan tiga poin sesuai dengan target kami. Laga tidak berawal mudah, tetapi tim mampu memberikan respons positif,” ujar Takahashi di zona campuran seusai laga.
Takahashi menargetkan anak asuhannya bisa meraup poin sempurna di fase grup. Dua negara pecahan Uni Soviet, Tajikistan dan Uzbekistan, menjadi tantangan berikutnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/28/e2a039275c2bab247b31d512c639a186-IMG_3097.jpeg)
Pada laga lain Grup C, duel Uzbekistan kontra Tajikistan berakhir remis 0-0. Itu adalah hasil imbang pertama di Piala Asia Futsal 2026.
Dengan hasil itu, Jepang untuk sementara memuncaki Grup C. Samurai Lima disusul oleh Uzbekistan dan Tajikistan.
Permainan berimbang Uzbekistan dan Tajikistan serupa dengan yang tersaji pada perebutan tempat ketiga Piala Asia Futsal 2024.
Kala itu, bermain selama 40 menit, kedua tim menghasilkan skor akhir 5-5. Uzbekistan dinobatkan peraih medali perunggu berkat unggul adu penalti 3-1.
Penampilan kiper Tajikistan, Bekmurodov Firuz, merupakan sosok penting bagi berakhirnya laga dengan nirgol. Ia tercatat melakukan tujuh penyelamatan penting, termasuk tembakan keras pivot Uzbekistan, Kuziev Umed, pada pertengahan babak kedua.
Ia menepis tembakan Umed sehingga bola membentur mistar gawang. Jelang satu menit terakhir babak kedua, Firuz melakukan halauan tembakan pemain Uzbekistan dengan kakinya.
”Senang bisa membantu tim untuk meraih poin perdana di turnamen ini. Semoga kami bisa tampil semakin baik dan meraih kemenangan di laga kedua,” ujar Firuz seusai pertandingan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/28/0d6e7e48e74ee19b55db53c662264a19-IMG_2680.jpeg)
Bermain lebih banyak bertahan dengan garis pertahanan rendah, Tajikistan sempat mengancam. Mereka adalah tim pertama yang meraih peluang ketika babak pertama baru berjalan 37 detik.
Pivot alias pemain depan tunggal Tajikistan, Solieb Bakhtiyor, sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Uzbekistan. Namun, tembakannya bisa dihalau dengan dada kiper Uzbekistan, Ibragimov Shavkat.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan