Libas Korea Selatan, Pembuka Istimewa Timnas Futsal Indonesia

Indonesia melanjutkan tren kemenangan kontra Korea Selatan dalam tiga laga beruntun. Meski unggul telak, skuad Indonesia enggan berpuas diri.

27 Jan 2026 21:56 WIB · Olahraga

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Anda tidak akan menemukan hal serupa di sepak bola. Tim besutan PSSI berlogo Garuda di dada melibas skuad Korea Selatan dengan skor mutlak, 5-0. Kemenangan itu tercipta pada gim pembuka Grup A Piala Asia Futsal 2026, Selasa (27/1/2026) malam, di Indonesia Arena, Jakarta.

Bagi Indonesia, tiga poin atas Korsel terasa istimewa. Pasalnya, Indonesia sudah menanti selama 16 tahun untuk mengemas hasil positif pada laga perdana Piala Asia Futsal.

Momen itu terakhir kali diraih skuad Garuda pada Piala Asia Futsal edisi 2010 di Uzbekistan. Saat itu, Indonesia membenamkan Taiwan dengan skor 6-1.

Adapun pada tiga partisipasi terakhir di Piala Asia Futsal, yakni edisi 2012, 2014, dan 2022, Indonesia selalu menelan kekalahan. Hasil negatif pada gim pertama dua edisi terakhir diterima dari raja Asia, Iran. Indonesia juga tumbang dari China pada edisi 2012.

”Ini hasil yang baik bagi kami. Tetapi, kami haram mengendurkan fokus, sebab pertandingan selanjutnya akan semakin ketat dan sulit,” ujar Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, seusai laga.

Pemain timnas futsal Indonesia Reza Gunawan berhadapan dengan pemain Korea Selatan Kim Eunsoo pada babak kualifikasi Grup A di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Timnas futsal Indonesia melumat Korea Selatan dengan skor telak 5-0.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
27-01-2026
Quote

Saya sampaikan selamat kepada tim Indonesia. Mereka memiliki pemain-pemain yang sangat cepat sehingga menyulitkan kami.

Selain mengakhiri catatan nirmenang di pertandingan perdana Piala Asia Futsal, Indonesia juga menambah catatan kemenangan atas Korsel. Dalam tiga pertemuan terakhir, Indonesia mampu unggul.

Sebelum di Piala Asia Futsal 2026, kemenangan Indonesia tercatat di Piala Internasional MNC Indonesia 2022 dengan skor 6-2, serta Turnamen Internasional China 2025 yang diakhiri keunggulan 3-0. Menurut data Futsal Planet, rekor pertemuan Indonesia dan Korsel menjadi imbang dengan setiap tim mengemas tiga kemenangan.

Pelatih Timnas Futsal Korsel, Paulo Fernandes, mengakui keunggulan Indonesia. Menurut dia, gaya permainan skuad Garuda paling berbeda dibandingkan tiga tim lain di Grup A.

”Saya sampaikan selamat kepada tim Indonesia. Mereka memiliki pemain-pemain yang sangat cepat sehingga menyulitkan kami. Meski begitu, saya yakin kami akan lebih baik di gim-gim selanjutnya karena Irak dan Kirgizstan memiliki pola permainan yang serupa dengan kami,” tutur Fernandes.

Super dominan

Dominasi Indonesia telah terbaca sejak sepak mula. Lima pemain utama yang diturunkan Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto, serupa dengan susunan pemain inti pada gim pamungkas SEA Games 2025 kontra Thailand.

Pemain timnas futsal Indonesia Israr Megantara (kiri) berhadapan dengan pemain Korea Selatan Yoo Seung Mu pada babak kualifikasi Grup A di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Timnas futsal Indonesia melumat Korea Selatan dengan skor telak 5-0.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
27-01-2026

Indonesia sudah unggul ketika laga baru berjalan tiga menit melalui sepakan kapten tim, M Iqbal Iskandar, lewat sontekan yang memanfaatkan kick-in dari Rizki Xavier. Skuad ”Garuda” menggandakan kedudukan pada menit ke-11 melalui sepakan keras Rio Pangestu hasil kombinasi operan dengan Ardiansyah Nur di sisi half-space pertahanan Korsel.

Pada babak kedua, Indonesia juga mampu unggul kilat. Laga baru berjalan 55 detik setelah turun minum, Iqbal mencetak gol keduanya melalui sepakan terarah yang memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Korsel, Jeong Joo-ho.

Dua gol penutup pesta Indonesia diciptakan oleh Israr Megantara pada menit ke-29 dan Reza Gunawan pada menit ke-36.

”Kami melakukan kesalahan pada setiap gol mereka. Gol cepat mereka juga memengaruhi permainan kami,” tutur kapten Korsel, Hwang Un.

Performa Indonesia mendapat tepuk tangan dari 6.360 pasang mata yang hadir di Indonesia Arena. Tidak hanya setelah peluit akhir, apresiasi hadir juga pada setiap akhir proses serangan Indonesia.

Kiper timnas futsal Indonesia Ahmad Habibie berhadapan dengan pemain Korea Selatan Kim Gunwoo pada babak kualifikasi Grup A di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Timnas futsal Indonesia melumat Korea Selatan dengan skor telak 5-0.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
27-01-2026

Kontrol permainan dengan catatan 63 persen penguasaan bola menegaskan dominasi skuad Garuda. Selain mencetak tiga gol, Indonesia juga mendapatkan dua peluang membentur tiang gawang dan sebuah tendangan yang dihalau mistar gawang.

Korsel kewalahan menghadapi zona pertahanan tinggi Indonesia sejak awal laga. Taktik counter pressing anak asuhan Couto juga menyebabkan Korsel tidak bisa mengembangkan permainan.

Demi keluar dari tekanan tim ruan rumah, Korsel mengandalkan umpan jauh diagonal yang mengarahkan bola kepada dua ala—sebutan pemain sayap pada futsal—di zona pertahanan Indonesia. Namun, serangan itu mudah diantisipasi Iqbal dan kawan-kawan.

Iqbal mengatakan, kemenangan atas Korsel patut disyukuri oleh tim Indonesia. Namun, ia menegaskan setiap pemain Garuda belum merasa puas dengan tiga poin di laga pertama.

”Kami tidak pernah merasa cukup. Tentu, kami masih akan melakukan analisis dari pertandingan ini. Pelatih akan memberikan catatan agar kami semakin baik di gim berikutnya,” ujar Iqbal.

Pemain timnas futsal Indonesia Dewa Rizki Amanda berhadapan dengan pemain Korea Selatan Kim Jooho pada babak kualifikasi Grup A di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Timnas futsal Indonesia melumat Korea Selatan dengan skor telak 5-0.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
27-01-2026

Keunggulan atas ”Pasukan Taegeuk” membawa Indonesia duduk di puncak klasemen sementara Grup A. Indonesia unggul selisih gol atas Irak yang menaklukkan Kirgistan dengan skor 4-2. Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Kirgistan pada Kamis (29/1/2026), lalu disusul laga kontra Irak pada Sabtu (31/1/2026).


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul