Amri/Nita dan Jafar/Felisha menjadi dua wakil ganda campuran Indonesia di All England. Mereka memenangi laga debut dan akan saling bertemu pada babak kedua.
04 Mar 2026 20:34 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
BIRMINGHAM, RABU — Debutan dari Indonesia tak hanya merasakan atmosfer persaingan turnamen bulu tangkis All England ketika menjalani babak pertama. Mereka pun memenanginya.
Atlet-atlet debutan yang akhirnya bisa bertanding di All England, di antaranya, dua wakil ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Mereka menjalani babak pertama di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Rabu (4/3/2026).
Namun, kemenangan pada sesi awal di hari kedua turnamen itu tak diikuti oleh ganda putra unggulan ketujuh, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Semifinalis All England 2025 ini ditaklukkan duet dua bersaudara asal Perancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, dengan skor 12-21, 12-21.
Sehari sebelumnya, Indonesia kehilangan ganda putra lainnya yang merupakan finalis All England 2025, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Leo/Bagas kalah dari Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan).
Amri/Nita dan Jafar/Felisha, yang mewakili sektor ganda campuran pada tahun ini, memiliki kesamaan tak pernah bermain di All England. Beragam rasa pun ada pada diri mereka sebelum menjalani laga pertama.
Amri mengatakan, dia merasa gugup pada Selasa malam. ”Saat tadi pemanasan sampai masuk lapangan, bersyukur, bisa lebih tenang,” katanya.
Perasaan tenang itu memberi dampak positif saat bermain. Amri/Nita bisa mengeluarkan kemampuan yang merupakan hasil latihan ketika berhadapan dengan Marvin Seidel/Thuc Phuong Nguyen (Jerman) hingga menang 21-17, 21-14.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/e65b0fc313badcaf59bd1a4b4ddd9a5e-WhatsApp_Image_2026_03_04_at_18.37.44.jpeg)
Mereka pun belajar dari kekalahan pada pertemuan sebelumya yang terjadi pada babak kedua Hylo Terbuka di Jerman, Oktober 2025. Saat itu, mereka kalah 17-21, 20-22.
Nita menuturkan, banyak yang mereka ubah saat melawan Seidel/Nguyen di Birmingham, salah satunya kesigapan dia dalam menjaga lapangan bagian depan. ”Saya pun tidak banyak mengangkat (melambungkan pukulan) karena Seidel memiliki antisipasi bola atas yang sangat baik. Kami juga lebih siap dalam bertahan. Itu cukup berdampak pada kemenangan hari ini,” tutur Nita.
Jafar/Felisha juga bersyukur bisa memenangi babak pertama, apalagi pertandingan berjalan ketat pada gim pertama saat melawan Gao Jia Xuan Wu Meng Ying (China). Jafar/Felisha menang dengan skor 24-22, 21-13.
Sayang memang, saat undian berubah, kami langsung harus ketemu teman sendiri di 16 besar. Kalau seperti undian awal, mungkin bisa sama-sama lolos dan maju sampai seterusnya.
Dalam pertandingan dengan kecepatan tinggi tersebut, Jafar/Felisha menggagalkan satu game point lawan pada skor 20-19, lalu memenangi gim pertama pada game point ketiga. Pada gim kedua, permainan yang semakin solid membuat Jafar/Felisha menang dengan skor lebih jauh. Selisih skor ketat hanya terjadi hingga 6-6.
Setelah memenangi babak pertama di hari yang sama, dua ganda campuran Indonesia dengan peringkat dunia terbaik itu akan saling bertemu pada babak kedua, Kamis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/b9d76fc8fd143e7548a8e73fafe17098-WhatsApp_Image_2026_03_04_at_19.58.32.jpeg)
”Sayang memang, saat undian berubah, kami langsung harus ketemu teman sendiri di 16 besar. Kalau seperti undian awal, mungkin bisa sama-sama lolos dan maju sampai seterusnya. Kalau besok, salah satu pasti harus kalah,” ujar Felisha.
Namun, tetap ada sisi positif dari pertemuan dini sesama atlet Indonesia itu. Ganda campuran Indonesia sudah memiliki satu tiket perempat final meskipun babak kedua belum berlangsung. Situasi ini menjadi skenario cukup baik mengingat ketatnya persaingan di All England.
Pertemuan Kamis nanti akan menjadi pertemuan keenam kedua pasangan. Jafar/Felisha hanya unggul 3-2 dan memenangi pertemuan terakhir dalam laga ketat pada babak pertama Hong Kong Terbuka 2025. Jafar/Felisha menang 21-19, 14-21, 21-12.
Amri/Nita dan Jafar/Felisha bisa menembus persaingan All England 2026 karena memiliki peringkat dunia yang memadai. Saat batas akhir pendaftaran, pada 20 Januari, Jafar/Felisha menempati peringkat kesembilan, sementara Amri/Nita di posisi ke-18.
Posisi tersebut ditempati berkat hasil baik pada beberapa turnamen meskipun performa mereka belum bisa dikategorikan konsisten, terutama dalam turnamen level tinggi. Jafar/Felisha menjuarai Thailand Masters Super 300, final Australia Terbuka Super 500, dan mencapai semifinal China Terbuka Super 1000 sebagai hasil terbaik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/3bbffc55ec0f204d4f2678ef063568a5-WhatsApp_Image_2026_03_04_at_18.37.45.jpeg)
Amri/Nita menjadi semifinalis Thailand dan Korea Terbuka yang berlevel Super 500. Ketika mendapat kesempatan bermain di All England, mereka pun begitu antusias dan kemenangan pada babak pertama menjadi awal yang baik.
Atlet Indonesia lainnya yang akan mendapat pengalaman pertama di All England adalah Alwi Farhan. Pada pertandingan yang berlangsung Rabu tengah malam waktu Indonesia, Alwi berhadapan dengan Ayush Shetty (India).
Pemain ganda putri, Meilysa Trias Puspitasari, juga akan menjalani debut dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini. Berpasangan dengan seniornya yang pernah tampil di All England 2025, Febriana Dwipuji Kusuma, Meilysa berhadapan dengan Paolina Buhrova/Yevheniia Kantemyr (Ukraina).
Pada babak pertama, sehari sebelumnya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin meraih kemenangan pada pengalaman pertama mereka di All England. Kemenangan atas Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju (Korea Selatan) mengantarkan mereka ke babak kedua untuk bertemu senior di pelatnas, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Sementara kekalahan yang dialami Sabar/Reza terjadi karena mereka tak bisa keluar dari tekanan Popov bersaudara meski memiliki pengalaman menang di Hylo Terbuka 2025. Sabar/Reza tak bisa beradaptasi sebaik Christo/Toma dengan kok berlaju lambat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/8d1db2cc140ca34fbea412c56dac0209-WhatsApp_Image_2026_03_04_at_18.17.27.jpeg)
Ganda putra Indonesia yang menjadi unggulan ketujuh itu kesulitan menghadapi kecepatan, ketajaman serangan, pertahanan tangguh Christo/Toma. ”Kondisi hari ini benar-benar berbeda (dengan pertemuan sebelumnya). Selain karena kok yang terasa cukup berat, juga karena Popov bersaudara bermain sangat baik dan rapi. Adapun kami tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik,” kata Sabar.
Indonesia mempunyai satu ganda putra lainnya, Rahmat Hidayat/Muhammad Rian Ardianto, yang menjalani babak pertama pada Rabu tengah malam.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan