Awal Mengesankan Para Wakil Amerika Selatan

Klub-klub asal Amerika Selatan memetik hasil positif pada laga perdana Piala Dunia Antarklub. Membuktikan diri sebagai rival sepadan klub Eropa.

19 Jun 2025 14:49 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

FLORIDA, KAMIS — Para wakil Amerika Selatan melalui pertandingan perdana Piala Dunia Antarklub dengan hasil yang cukup positif. Dari enam wakil, tidak ada satu pun dari mereka yang menelan kekalahan. Pencapaian gemilang turut diraih Boca Juniors, Fluminense, dan Palmeiras yang menahan imbang wakil Eropa.

Selain ketiga klub tersebut, wajah Amerika Selatan di Piala Dunia Antarklub di Miami, Florida, Amerika Serikat, diwakilkan oleh River Plate, Flamengo, dan Botafogo. Sejauh ini, para wakil Amerika Selatan membuktikan diri pantas menjadi rival berat klub-klub Eropa. Fluminense menyulitkan Borussia Dortmund pada laga perdana yang berakhir imbang 0-0.

Skor serupa diraih Palmeiras yang mampu tampil lebih dominan atas FC Porto. Pada laga lainnya, Boca Juniors bahkan unggul dua gol lebih dulu sebelum Benfica mampu menyamakan kedudukan enam menit jelang waktu normal berakhir.

Walau hanya meraih hasil imbang, kiprah Boca Juniors, Palmeiras, dan Fluminense merupakan bukti tegas bahwa hanya perwakilan Amerika Selatan yang masih bisa mengimbangi Eropa. Ketimpangan kualitas antarbenua tersaji secara gamblang di Piala Dunia Antarklub.

CWC Botafogo Sounders Soccer

Los Angeles FC yang mewakili CONCACAF dibuat tidak berdaya oleh Chelsea. Wakil Oseania, Auckland City, malah kalah telak 0-10 dari Bayern Muenchen.

Performa yang diperlihatkan para wakil Amerika Selatan itu menerbitkan harapan bahwa Piala Dunia Antarklub tidak akan berlangsung menjemukan akibat hegemoni wakil Eropa.

Dilihat dari rekor pertemuan dalam sejarah Piala Dunia Antarklub (format lama), wakil Eropa masih belum terbendung dengan belum pernah terkalahkan sebanyak 33 pertandingan melawan tim-tim dari benua lain. Kekalahan terakhir klub Eropa dirasakan Chelsea pada final 2012 menghadapi Corinthians.

Hegemoni Eropa juga tampak dari daftar juara pemenang Piala Dunia Antarklub. Klub-klub Eropa menjuarai kompetisi ini dalam 11 edisi terakhir. Fakta ini tidak ayal membuat banyak pakar memperkirakan para wakil Eropa akan kembali keluar sebagai pemenang.

APTOPIX CWC Boca Juniors Benfica Soccer

Patut waspada

Melihat Fluminense yang merepotkan Dortmund dan kemenangan nyaris Boca Juniors, para wakil Eropa tampaknya patut waspada terhadap kekuatan rival terberatnya itu. Setelah melihat timnya direpotkan Fluminense, Pelatih Dortmund Niko Kovac mengakui klub-klub Amerika Selatan punya kualitas yang tidak kalah dari klub Eropa.

”(Turnamen) ini juga selalu menjadi pertarungan sepak bola Eropa dan sepak bola Amerika Selatan. Bagi saya, ini bukan kejutan dan saya yakin bahwa sebagian besar tim Amerika Selatan ini akan lolos ke babak berikutnya,” kata Niko.

Pernyataan Kovac bukan pemanis bibir belaka. Pengakuan terhadap kualitas wakil Amerika Selatan juga diutarakan gelandang Manchester City, Bernardo Silva. Menurut Silva, tim-tim Amerika Latin, khususnya Brasil, lebih siap secara fisik lantaran Liga Brasil sudah memasuki tahap awal kompetisi. Berbeda dengan Eropa di mana para pemain sudah menyelesaikan musim dan semestinya beristirahat.

”Tim Brasil, pemain Brasil selalu sangat kuat secara teknis. Selalu sulit bermain melawan mereka. Secara fisik, saya pikir tim Brasil akan sedikit lebih siap daripada kami, karena mereka masih dalam tahap awal musim. Cuaca dan kondisi di sini lebih mirip dengan yang biasa mereka alami. Detail kecil dapat membuat perbedaan dalam turnamen semacam ini,” katanya.

Pelatih Botafogo Renato Paiva berbicara kepada wartawan pada jumpa pers jelang laga lawan Paris Saint-Germain di Pasadena, Amerika Serikat, Rabu (18/6/2025).

Piala Dunia Antarklub masih belum begitu menyedot antusiasme penonton. Laga yang mempertemukan wakil Oseania, Asia, dan Afrika relatif tidak begitu banyak dihadiri penonton. Minat penonton datang ke stadion meningkat saat sesama klub Eropa bertanding, seperti PSG menghadapi Atletico Madrid beberapa waktu lalu.

Salah satu laga yang diprediksi akan menarik penonton dalam jumlah besar adalah saat PSG bertemu dengan Botafogo, Jumat (20/6/2025) pukul 08.00 WIB. Laga ini bisa dikatakan sebagai pertaruhan harga diri Amerika Selatan dan Eropa. Botafogo merupakan juara bertahan Copa Libertadores, sementara PSG adalah juara Liga Champions Eropa.

Mengalahkan PSG yang merupakan salah satu favorit juara akan menjadi momentum emas bagi Botafogo dalam memperlihatkan kualitas sepak bola Amerika Selatan yang sesungguhnya.

(Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar