Kemenangan telak Barcelona atas Athletic Bilbao kian mengusik Real Madrid di puncak klasemen. Kepulangan ke Camp Nou meniupkan angin kebangkitan Barca.
23 Nov 2025 07:54 WIB · Olahraga
AFP
BARCELONA, SABTU - Persaingan di puncak klasemen Liga Spanyol semakin sengit menyusul kemenangan 4-0 Barcelona atas Athletic Bilbao. Hasil tersebut bukanlah kemenangan biasa, melainkan simbol angin kebangkitan Barca. Kepulangan ke Camp Nou sanggup memberi tuah yang luar biasa bagi performa ”Blaugrana”.
Setelah tampil inkonsisten serta tanpa mencatatkan nirbobol dalam 10 laga beruntun di seluruh kompetisi, Barca akhirnya bisa menciptakan kemenangan yang kokoh. Mencetak empat gol tanpa kebobolan menjadi pencapaian yang cukup langka bagi Barca dalam beberapa bulan belakangan.
Empat gol Barca ke gawang Bilbao dilesakkan Robert Lewandowski, Ferran Torres (dua gol), dan Fermin Lopez. Barca unggul dari segala aspek atas Bilbao, baik dari penguasaan bola (68 persen berbanding 32), jumlah tendangan tepat sasaran ke gawang (7 berbanding 2), dan nilai harapan gol (expected goal/xG) yang mencapai 2,08 berbanding 0,75.
Selain dari segi pemilihan taktik, peningkatan performa Barca juga tidak bisa dilepaskan dari momentum kepulangan mereka ke stadion ikonik Camp Nou. Selama 909 hari, Barca hidup dalam ”pengasingan” dengan berpindah-pindah markas ke Stadion Olimpiade Lluis Companys atau Stadion Johan Cruyff akibat Camp Nou yang tengah direnovasi. Tidak sedikit pemain Barca saat ini yang belum pernah merasakan atmosfer magis Camp Nou.
”Rasanya luar biasa. Kami sudah lama ingin kembali ke stadion kami. Hari ini akhirnya terwujud dan saya rasa tim bermain dengan energi maksimal. Kami menunjukkannya di lapangan dan berhasil mencapai hasil yang bagus,” kata bek Barca, Pau Cubarsi, usai laga, Minggu (23/11/2025) dini hari WIB.
Ini akan terus menjadi kuil bagi para penggemar Barcelona. Kuil tempat kami akan mendapatkan banyak pengalaman tak terlupakan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/23/7112e85bdd39504c9f1017fc6c791bdc-AFP_84UX43L.jpg)
Cubarsi merupakan satu dari sekian banyak pemain Barca, seperti Marcus Rashford, Dani Olmo, dan Fermin Lopez, yang belum pernah bermain di Camp Nou. Semasa kecil, Cubarsi kerap datang ke Camp Nou untuk menonton pertandingan Barca. Kini dia bisa mewujudkan impiannya dengan tampil di Camp Nou sebagai pemain. Motivasi itulah yang membuatnya tampil agresif di laga ini.
Kembalinya Barca ke Camp Nou dirancang sedemikian rupa sehingga menyiratkan kesan tidak terlupakan bagi para fans. Nyaris seluruh kursi terisi. Sebelum sepak mula, pihak Barca menyuguhkan acara hiburan, termasuk pesta kembang api, untuk merayakan kepulangan.
Bagi Presiden Barca Joan Laporta, kepulangan ke Camp Nou ibarat membawa kejayaan masa lampau ke masa depan. Camp Nou menjadi saksi kegemilangan Barca di masa lalu dengan meraih berbagai gelar kompetisi domestik maupun antarklub Eropa.
Stadion megah berkapasitas sekitar 105.000 kursi itu sanggup mengintimidasi siapa pun lawan Barca. Tepuk tangan serta teriakan suporter Barca teresonansi secara ajaib di Camp Nou. Berbeda dengan di Stadion Olimpiade Lluis Companys, getaran bermain di Camp Nou lebih terasa sebagai markas yang sesungguhnya bagi Barca.
”Ini akan terus menjadi kuil bagi para penggemar Barcelona. Kuil tempat kami akan mendapatkan banyak pengalaman tak terlupakan. Secara internasional, stadion ini terus menempatkan kami di level yang tinggi, tetapi yang terpenting, stadion ini dibuat untuk para penggemar Barcelona,” ujar Laporta, dikutip dari DAZN.
Pernyataan Laporta menyiratkan Barca sudah siap menjadi penantang serius Real Madrid dalam upaya mempertahankan gelar Liga Spanyol. Tambahan tiga poin atas Bilbao mendongkrak posisi Barca ke puncak klasemen, menggeser Real yang sama-sama mengoleksi 31 poin. Real berpotensi kembali ke puncak jika mampu menaklukkan Elche pada laga lainnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/23/fd582127e901fd686f98085c78de469e-2d0c18ef04674a12b4c033a6e582d906_0_8a12dd5efd1943289f17ed05297128cf.jpg)
Hal yang lebih mengesankan lagi, kemenangan telak Barca ini diraih di atas puing-puing badai cedera pemain. Sejumlah pemain kunci Barca, seperti Pedri, Gavi, dan Rashford, absen lantaran cedera. Krisis di posisi gelandang bertahan kian parah setelah Frenkie De Jong absen akibat terkena hukuman kartu merah.
Tiadanya Pedri dan De Jong memaksa Pelatih Hansi Flick memutar otak untuk menambal lubang di lini tengah. Dia pun tidak punya pilihan dengan memainkan Eric Garcia dan Fermin Lopez sebagai gelandang bertahan. Eric berposisi asli sebagai bek tengah, sementara Fermin lebih sering bermain sebagai gelandang serang.
Meski demikian, mereka bermain sangat solid di lini tengah. Sepanjang pertandingan, Bilbao hanya mencatatkan 23 sentuhan di kotak penalti lawan. Adapun Barca lebih dominan dengan mencatatkan 39 kali sentuhan di kotak penalti Bilbao.
”Saya pikir kami mengontrol permainan, mencetak gol di saat yang tepat, dan pada akhirnya, kami pantas menang. Rasanya (kembali ke Camp Nou) luar biasa. (Sambutan) para fans juga. Menang 4-0 di pertandingan pertama di sini sungguh sempurna,” kata Flick.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/23/1e7fe80c665a5d92e02f2696af3ac71d-AFP_84UV398.jpg)
Lewat performa para pemainnya di Camp Nou, Flick hendak mengatakan, Barca kini mendapatkan angin kebangkitan. Kepulangan ke Camp Nou jadi salah satu modal berharga Barca dalam perjuangan meraih lebih banyak gelar musim ini. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto