Ratusan pelajar SMP Negeri 1 Cisarua, Bandung Barat, mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Keracunan diduga akibat ayam kecap yang telah basi.
14 Okt 2025 19:01 WIB · Kesehatan
BANDUNG BARAT, KOMPAS — Jumlah pelajar yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis atau MBG di SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bertambah menjadi 115 orang. Keracunan itu diduga disebabkan oleh lauk berupa ayam kecap yang telah basi.
Berdasarkan pantauan Kompas pada Selasa (14/10/2025) hingga pukul 17.50 WIB, tampak belasan korban masih menjalani perawatan di dua ruangan kelas di SMP Negeri 1 Cisarua. Ambulans terlihat lalu lalang membawa para korban ke lokasi tersebut.
Para pelajar yang menjadi korban keracunan tersebut tampak lemas. Mereka mengalami mual, pusing, hingga diare. Para korban itu tampak diberi cairan infus.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/14/ebaf1b03827ae6464df089ff935d461a-IMG_20251014_172314.jpg)
Pada Selasa ini, para pelajar SMP Negeri 1 Cisarua itu mengonsumsi paket MBG yang antara lain berupa nasi, sepotong ayam, sayur, dan sepotong melon.
Berdasarkan data sementara, total ada 115 siswa yang mengalami keracunan. Sebanyak 11 orang ditangani di posko sekolah, sedangkan 56 siswa lain dirujuk ke sejumlah tempat, seperti Puskesmas Cisarua, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang, dan Rumah Sakit Cibabat. Dari jumlah tersebut, 47 siswa telah diperbolehkan pulang.
Sumber keracunan tersebut diduga berasal dari lauk berupa ayam. Ayam yang disuguhkan kepada siswa itu diduga telah basi karena tercium bau tidak sedap.
”Ayamnya sudah berbau sebelum kami mengonsumsinya,” kata Muhammad Fatir (12), salah seorang pelajar yang menjadi korban keracunan, saat diwawancarai Kompas.
Desi Oktaviani (15), siswi kelas IX SMP Negeri 1 Cisarua, mengaku mulai merasa tidak enak badan tak lama setelah menyantap menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB. ”Rasanya mual dan pusing. Saya juga merasakan sesak napas,” katanya.
Desi menyebut, menu MBG yang disajikan itu berupa nasi, tahu, sayur, sepotong melon, dan ayam kecap. Ia pun mengaku sempat mencium aroma tidak sedap dari lauk ayam tersebut.
”Baunya kayak bangkai, terus agak anyir gitu. Menunya juga sama kayak kemarin,” ujar Desi.
Sementara itu, Pelaksana Harian Camat Cisarua Herman mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menyediakan fasilitas kesehatan dan memantau langsung kondisi para korban.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/14/b127ebf8148c5c9a840355b44fae5160-IMG_20251014_183021.jpg)
Herman menambahkan, pihaknya masih menelusuri apakah ada kejadian serupa di sekolah-sekolah lain yang menjadi sasaran program MBG di wilayah Cisarua. Total sasaran MBG di Cisarua mencapai 3.649 siswa.
”Total ada sembilan sekolah yang menerima MBG, tetapi sejauh ini hanya satu sekolah yang terdampak. Sekolah lain belum ada laporan,” katanya.
Sementara itu, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang menyediakan menu MBG itu belum dikunjungi karena pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat. ”Dinas Kesehatan Bandung Barat yang berwenang melakukan audit,” ucap Herman.
Ayamnya sudah berbau sebelum kami mengonsumsinya.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Haris Firdaus