Kompas.id Brief
KOMPAS BRIEF

Bagaimana Arah Perang Iran?

Meski G7 tak mendukung langkah AS, perang Iran menarik makin banyak pihak. Houthi mulai luncurkan serangan. Ukraina melibatkan diri dalam kerja sama dengan Teluk.

29 Mar 2026 12:02 WIB · Internasional

AFP

Oleh Irene Sarwindaningrum

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Bagaimana perang Iran yang dipicu serangan AS dan Israel dapat meluas ke front baru?
  2. Bagaimana Ukraina ikut terlibat?
  3. Apa sikap AS setelah G7 tak beri dukungan?
  4. Seberapa parah krisis energi dampak perang Iran?
  5. Sampai kapan perang di Iran berlangsung?

Bagaimana perang Iran yang dipicu serangan AS dan Israel dapat meluas ke front baru?

copy title

Dengan Houthi yang ikut terjun, perang Iran yang dipicu serangan AS dan Israel disinyalir akan meluas ke front baru. Selama sebulan terakhir, saling serang melebar ke kawasan Teluk, Lebanon, Israel, dan di berbagai lokasi di Iran. Front baru ini kemungkinan akan memperdalam krisis minyak dan ekonomi global.

Perang Iran melawan agresi AS-Israel memasuki satu bulan dan belum ada tanda-tanda mereda. Justru konflik memanas dengan bergabungnya Houthi. Hal itu ditandai dengan meluncurnya rudal perdana dari arah Yaman ke Israel pada Sabtu (28/3/2026) pagi.

Militer Israel (IDF) menyatakan berhasil mencegat rudal dari arah Yaman itu. Serangan rudal Houthi menambah tekanan pada Israel yang sejak Jumat (27/3/2026) malam terus menahan serangan rudal Iran dan Hizbullah.

Beberapa jam setelah meluncurkan rudal, Houthi mengonfirmasi serangan itu. Houthi menyatakan, mereka menyerang Israel sebagai tanggapan atas serangan Israel yang terus berlanjut di Iran, Lebanon, Irak, dan Tepi Barat.

Houthi supporters shout slogans during a rally against Israel and the United States' war in Iran, in Sanaa, Yemen, Friday, March 27, 2026. (AP Photo/Osamah Abdulrahman)

Houthi memperingatkan, operasi mereka akan berlanjut hingga tujuan tercapai. Tidak dirinci apa tujuan Houthi. Seorang pemimpin Houthi yang berbicara secara anonim kepada Reuters, menyampaikan, ”Hingga saat ini, Iran berkinerja baik dan mengalahkan musuh setiap hari, dan pertempuran berjalan sesuai keinginan kami. Jika terjadi sesuatu yang bertentangan dengan ini, kami dapat menilainya.”

Dalam pernyataan yang direkam, Jumat, juru bicara Houthi Brigjen Yahya Saree mengatakan, Houthi dapat bergabung dalam perang atas nama Iran. ”Kami menegaskan siap melakukan intervensi militer langsung dalam kasus-kasus seperti kelanjutan eskalasi terhadap Republik Islam Iran dan poros perlawanan,” ujarnya.

Bagaimana Ukraina ikut terlibat?

copy title

Ukraina menawarkan keahlian menangkis drone Rusia ke sejumlah negara Timur Tengah yang menjadi sasaran serangan balasan Iran. Akhir pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Sebagai gantinya, Ukraina menyiratkan keinginan memperoleh rudal pertahanan untuk menghadapi Rusia dan pasokan solar.

Zelenskyy mengatakan, pengalaman perang Ukraina kini mulai diintegrasikan ke sistem pertahanan Uni Emirat Arab. Fokus utamanya ialah memperkuat pertahanan udara dan melindungi infrastruktur kritis.

Selama lebih dari empat tahun perang melawan Rusia, Ukraina juga berpengalaman menghadapi serangan drone buatan Iran yang dipakai Rusia. Pengalaman itu yang ditawarkan Kyiv kepada negara-negara Teluk.

FILE - This undated photograph released by the Ukrainian military's Strategic Communications Directorate shows the wreckage of what Kyiv has described as an Iranian Shahed drone downed near Kupiansk, Ukraine.  (Ukrainian military's Strategic Communications Directorate via AP, File)

Dalam lawatan ke Arab Saudi, Jumat (27/3/2026), kementerian pertahanan kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan. Menurut Zelenskyy, perjanjian itu menjadi dasar bagi kontrak masa depan, kerja sama teknologi, dan investasi.

Seusai melawat ke Arab Saudi dan UEA, Zelenskyy tiba di Qatar pada Sabtu. Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan, Kyiv hampir merampungkan sejumlah perjanjian keamanan, terutama dengan UEA dan Qatar. Kerja sama ini untuk membantu negara-negara Teluk itu menghadapi serangan Iran.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi mengatakan, dengan memberi dukungan antipesawat nirawak ke Israel, Ukraina telah terlibat dalam perang. Karena itu, seluruh wilayah Ukraina menjadi target yang sah dan legal bagi Iran.

Sejauh ini, tak ada pernyataan Ukraina membantu Israel. Rusia turut memantau langkah Ukraina. 

Bagaimana sikap AS setelah G7 tak beri dukungan?

copy title

Sikap AS mulai melunak setelah tidak mendapat dukungan dari negara sekutu G7 dalam perang melawan Iran. AS memperkirakan operasi militernya di Iran akan berlangsung dalam beberapa pekan, bukan beberapa bulan seperti yang disampaikan sebelumnya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Washaington berharap dapat menyelesaikan operasi militer lebih cepat dari yang direncanakan. Ia menyebutkan, perang di Iran dapat diakhiri tanpa mengerahkan pasukan darat. Padahal, sebelumnya, AS mempertimbangkan dan mulai menyiapkan pengiriman ribuan personel pasukan darat ke Iran.

Hal itu disampaikan Rubio setelah bertemu dengan menteri luar negeri negara G7 di Perancis, Jumat (27/3/2026). Para menteri G7 berbeda pendapat dengan AS terkait pengerahan kekuatan militer besar-besaran ke Iran. Mereka lebih menekankan sikap defensif dan mengedepankan solusi diplomatik.

US Secretary of State Marco Rubio looks on as he speaks to the press following a G7 Foreign Ministers' meeting with Partner Countries before his departure at the Bourget airport in Le Bourget, outside Paris, on March 27, 2026. Foreign ministers from the G7 will take part part in a two-day meeting with Partner Countries at the Bourget airport in Le Bourget, outside Paris, Friday, March 27, 2026. (Brendan Smialowski/Pool Photo via AP)

Salah satu topik pembahasan dalam pertemuan adalah pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Sebelumnya, Trump meminta negara-negara sekutu mengirimkan kapal perangnya ke selat itu. Namun, sejumlah negara menolak karena tidak ingin terlibat langsung dalam perang.

”AS akan mencari kerja sama internasional dalam rencana untuk menjaga selat tetap terbuka setelah perang berakhir,” ujar Rubio.

Iran telah mengizinkan tanker dari sejumlah negara melewati Selat Hormuz. Iran bersedia membuka blokade di selat, kecuali bagi kapal AS, Israel, dan sekutunya yang membantu berperang melawan Iran.

Menurut Rubio, AS dan sekutunya akan mendapatkan berbagai tantangan untuk membuka Selat Hormuz. Ia mengatakan, kemungkinan Iran akan berupaya menetapkan tarif di jalur vital energi global yang dilewati 20 persen minyak dunia setiap harinya itu. Upaya ini dianggap dapat menyebabkan kerusakan ekonomi yang signifikan bagi banyak negara.

Seberapa parah krisis energi global dampak perang Iran

copy title

Dampak perang dirasakan hingga ke stasiun-stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai berbagai belahan dunia. Perang membuat angkutan 20 persen pasokan minyak dan gas dunia yang sebelumnya melintasi Selat Hormuz tersendat didistribusikan ke negara-negara pengimpor.

Para pemilik kendaraan di sejumlah negara bergegas memenuhi tangki bahan bakar kendaraan mereka. Kalau perlu, mereka membeli dalam jeriken sebagai cadangan pribadi.

Pada Jumat (27/3/2026), media Inggris BBC memberitakan, gelombang panic buying pekan ini mulai melanda Australia. Secara tiba-tiba warga berupaya membeli bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah yang lebih besar dari kebutuhan sehari-hari.

Perilaku itu membuat ratusan SPBU di seluruh Australia melaporkan kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar. The Independent memberitakan, permintaan BBM di sejumlah negara bagian meningkat antara 300 persen dan 400 persen.

People queue up to refuel their motorbikes at a gas station in Dhaka on March 10, 2026. Oil prices sank and equities rallied on March 10 following a wild day of swings that came after Donald Trump said the US-Israel war on Iran would be ending earlier than thought. (Photo by MUNIR UZ ZAMAN / AFP)

Antrean pembelian BBM di SPBU di Dhaka, Bangladesh

Selain di Australia, kepanikan terjadi di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Barisan panjang pengantre BBM terlihat di beberapa kota besar, seperti Bengaluru, Ahmedabad, Dhaka, dan Yangon.

Sri Lanka dan Bangladesh menetapkan batasan berapa liter BBM yang dapat dibeli sepeda motor dan mobil dalam sekali pengisian. Terdapat juga kasus pembatasan pembelian dalam kontainer untuk menghindarkan penimbunan.

Di China, merujuk pada Forbes edisi 25 Maret 2026, antrean pembelian BBM juga terjadi. Salah satunya di kota Suzhou, Provinsi Jiangsu. Demi melindungi cadangan BBM dalam negeri, Pemerintah China menerapkan larangan bagi kilang-kilang minyak untuk mengekspor minyak hasil olahan mereka.

Di Asia Tenggara, antrean pembeli BBM terlihat di Manila, Filipina. Presiden Filipina Ferdinand Marcos bahkan mendeklarasikan keadaan darurat energi selama setahun.

Sampai kapan perang di Iran berlangsung?

copy title

Memasuki bulan kedua, semakin banyak pertanyaan muncul tentang sampai berapa lama perang tersebut akan berlangsung. Akibat lamanya dan meluasnya perang, korban jiwa pun bertambah banyak.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perang akan berakhir. Seiring pertempuran yang sengit, upaya penghentian perang terus dilakukan berbagai pihak.

Melihat perkembangan di lapangan dan besarnya tekanan dari sekutunya, AS tampaknya akan melunak. Utusan Khusus Presiden AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengungkapkan, Iran mungkin akan berbicara dengan AS ”dalam pekan ini” untuk mengakhiri perang.

A woman waves an Iranian flag during a campaign in support of the government at the Enqelab-e-Eslami, or Islamic Revolution, square in downtown Tehran, Iran, Sunday, March 22, 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)

Namun, para ahli kebijakan luar negeri menepis optimisme itu. Mereka memperingatkan, kondisi saat ini, baik diplomatik maupun militer, tidak mendukung penyelesaian perang secara cepat.

Menurut mantan negosiator AS di Timur Tengah dan peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace, Aaron David Miller, konflik Iran versus AS-Israel telah menjadi krisis internasional yang tidak dapat diselesaikan melalui diplomasi cepat atau komunikasi jalur belakang.

Dengan taruhan perekonomian global jika perang terus berlanjut, belum terlihat adanya terobosan signifikan dalam konflik ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji