Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Bagaimana Indonesia memperkuat industri pertahanan?
- Apa tujuan Indo Defence dari sisi stabilitas dan ekonomi?
- Apa yang ingin ditunjukkan perusahaan dalam negeri di Indo Defence?
- Produk apa saja yang ditampilkan di Indo Defence?
- BRIN mengembangkan sistem pertahanan antisenjata, apa maksudnya?
1. Bagaimana Indonesia memperkuat industri pertahanan?
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat industri pertahanan. Sebab, kekuatan pertahanan merupakan salah satu penjamin kesejahteraan bangsa. Kendati penguatan pertahanan membutuhkan kerja sama antarnegara, Indonesia tetap konsisten untuk tidak bergabung ataupun membangun aliansi militer dengan kekuatan mana pun.
Komitmen untuk memperkuat pertahanan disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pembukaan Indo Defence 2024 Expo and Forum di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025).
”Pertahanan adalah kebutuhan. Pertahanan adalah salah satu jaminan terhadap kemerdekaan. Pertahanan adalah salah satu jaminan terhadap kesejahteraan,” ujar Presiden.
Di tengah konteks tersebut, Indonesia berkomitmen untuk membangun pertahanan yang didasarkan pada wawasan pertahanan dan wawasan Nusantara. Dalam membangun pertahanan nasional, Indonesia tidak memiliki kepentingan eksternal dan tidak mewakili kepentingan kekuatan militer mana pun. Seluruh postur pertahanan nasional difokuskan untuk membangun kekuatan di teritori Indonesia.
2. Apa tujuan Indo Defence dari sisi stabilitas dan ekonomi?
Kementerian Pertahanan menggelar Indo Defence 2024 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 11-14 Juni 2025. Kegiatan tersebut bertujuan mendorong kolaborasi dalam menciptakan perdamaian dan pertumbuhan ekonomi pertahanan global.
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan di Kantor Kementerian Pertahanan, Rabu (4/6/2025), menjelaskan, Indo Defence ke-10 seharusnya dilaksanakan pada 2024. Namun, tahun lalu terdapat peralihan kepemimpinan.
”Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya terlibat dalam menjaga ketertiban dunia. Stabilitas global sangat diharapkan untuk menciptakan kesejahteraan. Jika suatu negara atau kawasan tidak damai, tidak akan bisa menciptakan kesejahteraan,” tutur Donny.
Kegiatan itu pula menjadi sarana pertemuan produsen (alat pertahanan) dan konsumen. Sesama produsen juga bisa memanfaatkan kesempatan itu sehingga bisa menyampaikan apa yang ingin diperoleh, terutama industri-industri pertahanan di dalam negeri.
3. Apa yang ingin ditunjukkan perusahaan dalam negeri di Indo Defence?
Berbagai perusahaan, terutama di dalam negeri, pun unjuk diri, termasuk dengan menampilkan berbagai drone terbarunya. Berbagai teknologi drone dan antidrone tersebut dapat menjadi referensi bagaimana perang modern yang didominasi senjata-senjata nirawak akan terjadi.
Adi Prastowo, Manager Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PT Dirgantara Indonesia, di Jakarta, Rabu (11/6/2025), mengatakan, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di area static display akan menampilkan UAV (unmanned aerial vehicle). Produk yang ditampilkan seperti UAV Wulung dan UAV MALE.
Adi Prastowo dari PT DI mengatakan, selain drone, pihaknya juga memamerkan beragam kemampuannya dalam pengembangan special mission platform pada pesawat CN235-220 dan helikopter Bell 412 untuk operasi anti-submarine warfare (ASW), produksi Folding Fin Aerial Rocket (FFAR) dan Wrap Around Fin Aerial Rocket (WAFAR), serta pesawat NC212i dan N219.
Perusahaan swasta nasional PT Info Global juga akan menampilkan drone di area terbuka dengan nama WANI–23. Direktur Utama Info Global Adi Sasongko mengatakan, industri pertahanan di Indonesia sudah memiliki kemampuan. ”Dengan memamerkan WANI, kami mau menunjukkan kalau kita sanggup,” kata Adi Sasongko.
4. Produk apa saja yang ditampilkan di Indo Defence?
Indo Defence 2024 Expo & Forum, yang dibuka Presiden Prabowo Subianto pada 11 Juni 2025, menampilkan beragam senjata terbaru. Industri pertahanan nasional dan global pun hadir dengan senjata terbaru serta simulator pesawat tempur dalam ajang yang digelar di JIExpo Kemayoran itu.
PT Pindad, misalnya, akan menampilkan SS3, senapan serbu yang merupakan pengembangan dari SS1 dan SS2. Indo Defence akan menjadi ajang untuk mengenalkan SS3 kepada para calon pembeli.
PT PAL juga akan hadir dengan berbagai produk unggulannya. Yuslihun Nisa dari bagian Humas PT PAL menyampaikan, PT PAL telah menyiapkan replika berbagai produk yang akan dipamerkan di Indo Defence.
Adapun perusahaan multinasional Boeing akan memamerkan pesawat F-15 EX yang tengah ditawarkan ke Indonesia. Pesawat ini akan hadir dalam bentuk simulator.
Penny Burtt, Presiden Boeing Asia Tenggara, menyatakan, keikutsertaan Boeing dalam Indo Defence 2024 ini adalah cermin komitmen kuat Boeing terhadap keamanan dan ambisi kedirgantaraan Indonesia. Boeing telah hadir di Indonesia sejak 75 tahun lalu dan melewati berbagai masa.
Boeing juga akan menampilkan helikopter angkut berat H-47 Chinook, pesawat patrol Maritim P-8A Poseidon, dan robot otonom untuk laut Wave Glider dari Liquid Robotics yang mengirim data secara realtime dalam durasi yang lama.
5. BRIN mengembangkan sistem pertahanan antisenjata, apa maksudnya?
Berbagai senjata dan aneka produk pertahanan dipamerkan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 11-14 Juni 2025. Pameran itu menunjukkan aneka peralatan perang terbaru. Kegiatan itu salah satu upaya Indonesia menunjukkan perkembangan kemampuan dan industri pertahanan.
Seiring perkembangan zaman, kebutuhan keamanan bertambah. Sebab, ada kejahatan lintas negara, sebaran wabah, pencemaran skala besar, sampai krisis iklim yang membawa ancaman pada negara dan kawasan. Medium perang juga tidak hanya di darat, laut, dan udara. Kini mediumnya mencakup luar angkasa dan siber.
Pengembangan pertahanan dilakukan sejumlah pihak, salah satunya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). ”BRIN mengembangkan sistem pertahanan antisenjata. Misalnya, sistem deteksi debu nuklir dan radiasi melalui satelit,” kata Wakil Kepala BRIN Laksamana Madya (Purn) Amarulla Octavian.
Ancaman keamanan negara dan kawasan semakin berkembang. Oleh karena itu, tidak bisa lagi menggunakan pandangan pertahanan konvensional. Rancangan strategis pertahanan keamanan harus melibatkan studi rekayasa sosial. Literasi aksara, keuangan, digital, alam sekitar, dan pola hidup sehat kini bagian dari konsep pertahanan.
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Bagaimana Indonesia memperkuat industri pertahanan?
- Apa tujuan Indo Defence dari sisi stabilitas dan ekonomi?
- Apa yang ingin ditunjukkan perusahaan dalam negeri di Indo Defence?
- Produk apa saja yang ditampilkan di Indo Defence?
- BRIN mengembangkan sistem pertahanan antisenjata, apa maksudnya?
1. Bagaimana Indonesia memperkuat industri pertahanan?
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat industri pertahanan. Sebab, kekuatan pertahanan merupakan salah satu penjamin kesejahteraan bangsa. Kendati penguatan pertahanan membutuhkan kerja sama antarnegara, Indonesia tetap konsisten untuk tidak bergabung ataupun membangun aliansi militer dengan kekuatan mana pun.
Komitmen untuk memperkuat pertahanan disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pembukaan Indo Defence 2024 Expo and Forum di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025).
”Pertahanan adalah kebutuhan. Pertahanan adalah salah satu jaminan terhadap kemerdekaan. Pertahanan adalah salah satu jaminan terhadap kesejahteraan,” ujar Presiden.
Di tengah konteks tersebut, Indonesia berkomitmen untuk membangun pertahanan yang didasarkan pada wawasan pertahanan dan wawasan Nusantara. Dalam membangun pertahanan nasional, Indonesia tidak memiliki kepentingan eksternal dan tidak mewakili kepentingan kekuatan militer mana pun. Seluruh postur pertahanan nasional difokuskan untuk membangun kekuatan di teritori Indonesia.
2. Apa tujuan Indo Defence dari sisi stabilitas dan ekonomi?
Kementerian Pertahanan menggelar Indo Defence 2024 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 11-14 Juni 2025. Kegiatan tersebut bertujuan mendorong kolaborasi dalam menciptakan perdamaian dan pertumbuhan ekonomi pertahanan global.
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan di Kantor Kementerian Pertahanan, Rabu (4/6/2025), menjelaskan, Indo Defence ke-10 seharusnya dilaksanakan pada 2024. Namun, tahun lalu terdapat peralihan kepemimpinan.
”Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya terlibat dalam menjaga ketertiban dunia. Stabilitas global sangat diharapkan untuk menciptakan kesejahteraan. Jika suatu negara atau kawasan tidak damai, tidak akan bisa menciptakan kesejahteraan,” tutur Donny.
Kegiatan itu pula menjadi sarana pertemuan produsen (alat pertahanan) dan konsumen. Sesama produsen juga bisa memanfaatkan kesempatan itu sehingga bisa menyampaikan apa yang ingin diperoleh, terutama industri-industri pertahanan di dalam negeri.
3. Apa yang ingin ditunjukkan perusahaan dalam negeri di Indo Defence?
Berbagai perusahaan, terutama di dalam negeri, pun unjuk diri, termasuk dengan menampilkan berbagai drone terbarunya. Berbagai teknologi drone dan antidrone tersebut dapat menjadi referensi bagaimana perang modern yang didominasi senjata-senjata nirawak akan terjadi.
Adi Prastowo, Manager Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PT Dirgantara Indonesia, di Jakarta, Rabu (11/6/2025), mengatakan, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di area static display akan menampilkan UAV (unmanned aerial vehicle). Produk yang ditampilkan seperti UAV Wulung dan UAV MALE.
Adi Prastowo dari PT DI mengatakan, selain drone, pihaknya juga memamerkan beragam kemampuannya dalam pengembangan special mission platform pada pesawat CN235-220 dan helikopter Bell 412 untuk operasi anti-submarine warfare (ASW), produksi Folding Fin Aerial Rocket (FFAR) dan Wrap Around Fin Aerial Rocket (WAFAR), serta pesawat NC212i dan N219.
Perusahaan swasta nasional PT Info Global juga akan menampilkan drone di area terbuka dengan nama WANI–23. Direktur Utama Info Global Adi Sasongko mengatakan, industri pertahanan di Indonesia sudah memiliki kemampuan. ”Dengan memamerkan WANI, kami mau menunjukkan kalau kita sanggup,” kata Adi Sasongko.
4. Produk apa saja yang ditampilkan di Indo Defence?
Indo Defence 2024 Expo & Forum, yang dibuka Presiden Prabowo Subianto pada 11 Juni 2025, menampilkan beragam senjata terbaru. Industri pertahanan nasional dan global pun hadir dengan senjata terbaru serta simulator pesawat tempur dalam ajang yang digelar di JIExpo Kemayoran itu.
PT Pindad, misalnya, akan menampilkan SS3, senapan serbu yang merupakan pengembangan dari SS1 dan SS2. Indo Defence akan menjadi ajang untuk mengenalkan SS3 kepada para calon pembeli.
PT PAL juga akan hadir dengan berbagai produk unggulannya. Yuslihun Nisa dari bagian Humas PT PAL menyampaikan, PT PAL telah menyiapkan replika berbagai produk yang akan dipamerkan di Indo Defence.
Adapun perusahaan multinasional Boeing akan memamerkan pesawat F-15 EX yang tengah ditawarkan ke Indonesia. Pesawat ini akan hadir dalam bentuk simulator.
Penny Burtt, Presiden Boeing Asia Tenggara, menyatakan, keikutsertaan Boeing dalam Indo Defence 2024 ini adalah cermin komitmen kuat Boeing terhadap keamanan dan ambisi kedirgantaraan Indonesia. Boeing telah hadir di Indonesia sejak 75 tahun lalu dan melewati berbagai masa.
Boeing juga akan menampilkan helikopter angkut berat H-47 Chinook, pesawat patrol Maritim P-8A Poseidon, dan robot otonom untuk laut Wave Glider dari Liquid Robotics yang mengirim data secara realtime dalam durasi yang lama.
5. BRIN mengembangkan sistem pertahanan antisenjata, apa maksudnya?
Berbagai senjata dan aneka produk pertahanan dipamerkan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 11-14 Juni 2025. Pameran itu menunjukkan aneka peralatan perang terbaru. Kegiatan itu salah satu upaya Indonesia menunjukkan perkembangan kemampuan dan industri pertahanan.
Seiring perkembangan zaman, kebutuhan keamanan bertambah. Sebab, ada kejahatan lintas negara, sebaran wabah, pencemaran skala besar, sampai krisis iklim yang membawa ancaman pada negara dan kawasan. Medium perang juga tidak hanya di darat, laut, dan udara. Kini mediumnya mencakup luar angkasa dan siber.
Pengembangan pertahanan dilakukan sejumlah pihak, salah satunya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). ”BRIN mengembangkan sistem pertahanan antisenjata. Misalnya, sistem deteksi debu nuklir dan radiasi melalui satelit,” kata Wakil Kepala BRIN Laksamana Madya (Purn) Amarulla Octavian.
Ancaman keamanan negara dan kawasan semakin berkembang. Oleh karena itu, tidak bisa lagi menggunakan pandangan pertahanan konvensional. Rancangan strategis pertahanan keamanan harus melibatkan studi rekayasa sosial. Literasi aksara, keuangan, digital, alam sekitar, dan pola hidup sehat kini bagian dari konsep pertahanan.