Kompas.id Brief

Bagaimana Kelanjutan Nasib Pembentukan Danantara?

Danantara dibentuk untuk menjawab kebutuhan pengelolaan aset negara yang lebih baik, meningkatkan pendapatan, mendukung pembangunan, dan mengurangi inefisiensi.

26 Jan 2025 11:51 WIB · Ekonomi

Oleh Aris Prasetyo

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

(1) Apa itu Danantara?

(2) Untuk apa Danantara dibentuk?

(3) Akan seperti apa dampak pembentukan Danantara?

(4) Kapan Danantaran akan direalisasikan?

Pemerintah Indonesia berencana untuk membentuk Daya Anagata Nusantara atau Danantara sebagai badan pengelola investasi negara dengan tujuan utama mengoptimalkan pengelolaan aset negara secara lebih efektif dan efisien. Pembentukan Danantara diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan Indonesia memiliki model pengelola investasi serupa dengan Temasek di Singapura atau Khazanah Nasional di Malaysia.

Payung hukum pembentukan Danantara masih menunggu penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN yang menjadi usulan inisiatif Komisi VI DPR. Persoalan legalitas ini yang membuat Danantara tak kunjung diresmikan kendati wacana pembentukannya sudah mengemuka sejak pergantian kekuasaan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo pada 20 Oktober 2024 lalu.

Melalui pembentukan Danantara, pemerintah berharap dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global dengan memiliki badan pengelola investasi yang profesional dan berstandar internasional. Dengan pengelolaan aset yang optimal, Danantara diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Indonesia, mendukung proyek strategis, dan mendorong pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

(1) Apa itu Danantara?

copy title

Pemerintah memilih nama Daya Anagata Nusantara atau disingkat menjadi Danantara sebagai badan pengelola investasi Indonesia. Anagata adalah kata dalam bahasa Sanskerta yang bermakna ”masa depan”. Jika nama adalah sebuah doa, badan pengelola investasi ini dibebankan harapan sebagai kendaraan finansial bagi negara untuk menjamin masa depan Indonesia yang semakin berdaya.

Sekilas, tugas pokok serta fungsi dari Danantara serupa dengan lembaga pengelola investasi Indonesia Investment Authority (INA). Lembaga ini dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan diresmikan Februari 2021. Pembentukan INA mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi.

Tugas penting Danantara nantinya adalah mengintegrasi dan mengonsolidasi kekayaan negara dipisahkan sehingga mobilisasi dana dapat lebih optimal dengan tata kelola, transparansi, dan pengelolaan risiko yang prima. Muliaman Darmansyah Hadad telah dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara pada 22 Oktober 2024 atau tepat dua hari setelah Prabowo diambil sumpahnya menjadi Presiden RI 2024-2029.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P Roeslani (kedua dari kiri) memberikan keterangan seusai rapat tertutup yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto terkait Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/11/2024). Wakil Kepala Danantara Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang (kiri), Kepala Danantara Muliaman Hadad (kedua dari kiri), dan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aries Marsudiyanto (kanan).

(2) Untuk apa Danantara dibentuk?

copy title

Tujuan utama pembentukan Danantara adalah untuk meningkatkan efisiensi, daya guna, dan nilai tambah dari aset-aset milik negara sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Danantara akan menyatukan pengelolaan aset negara di bawah satu badan sehingga meminimalkan tumpang tindih dan inefisiensi yang sering terjadi di lembaga-lembaga pemerintah.

Danantara di tahap awal akan mengonsolidasikan aset Indonesia Investment Authority (INA) dan tujuh aset badan usaha milik negara (BUMN) dengan total nilai aset kelolaan Rp 9.085 triliun. Adapun ketujuh BUMN tersebut meliputi BNI, BRI, Bank Mandiri, PLN, Pertamina, Telkom Indonesia, dan MIND.ID.

Selain itu, Danantara dengan kapasitas aset yang besar dapat mengeluarkan surat utang yang jauh lebih murah, terjamin, serta efisien. Danantara diharapkan bisa menjadi kekuatan dan membuka peluang lebih besar. Bahkan, ke depan, Danantara dapat mendorong investasi dari dalam negeri, tidak hanya bergantung pada investor asing.

Infografik Peran BUMN di Pasar Modal Indonesia

(3) Akan seperti apa dampak pembentukan Danantara?

copy title

Pembentukan Danantara diharapkan memberi dampak positif terhadap nasib aset negara yang sebelumnya kurang produktif dapat dioptimalkan sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan negara. Dengan demikian, pembentukan Danantara dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi pemerintah melalui investasi aset negara secara produktif.

Danantara akan menjalankan tiga fungsi. Ketiga fungsi tersebut adalah sebagai badan pengelola dana abadi (sovereign wealth fund/SWF), pengelola investasi pembangunan (development investment), serta pengelola aset (asset management). Pendapatan dari Danantara dapat digunakan untuk mendukung belanja negara, termasuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Danantara merupakan versi lain dari INA dengan komposisi aset kelolaan yang jauh lebih lengkap dan lebih besar. Dalam hal ini, lembaga yang digadang-gadang dapat menyaingi Temasek di Singapura tersebut akan mengoptimalkan seluruh aset BUMN yang bergabung di dalamnya serta aset-aset lain di luar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Menteri BUMN Erick Thohir menjawab wartawan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/11/2024).

(4) Kapan Danantaran akan direalisasikan?

copy title

Payung hukum pembentukan Danantara masih menunggu penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN yang menjadi usulan inisiatif Komisi VI DPR.

Kendati pemerintah telah memasukkan Danantara dalam pembahasan RUU, substansi perubahannya lebih luas karena mencakup juga penambahan definisi anak usaha BUMN yang belum diatur dalam UU BUMN saat ini. Di luar itu, ada juga peraturan terkait business judgement rules yang dapat memberikan manfaat bagi pelaksanaan aksi korporasi BUMN.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menduga persoalan payung hukum menjadi satu dari sejumlah penyebab utama yang membuat pemerintah tak kunjung meresmikan Danantara. ”Persoalan legalitas membuat Danantara tak kunjung diresmikan dari rencana awal 8 November 2024, kemudian awal Januari 2025, sampai saat ini,” ujarnya.

Suasana di depan gedung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2024). BPI Danantara adalah institusi baru yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto untuk mengelola semua aset kekayaan negara. Badan ini diharapkan akan menjadi superholding BUMN sekaligus penyedia dana untuk membiayai pembangunan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Aris Prasetyo
 | 

Editor:

Billy Khaerudin