Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut ini?
- Bagaimana langkah Liverpool menuju tangga juara musim ini?
- Mampukah Manchester City terus meramaikan persaingan di empat besar?
- Apakah arti penting kemenangan Liverpool atas Manchester City tiga hari lalu?
- Mampukah Arsenal mengejar Liverpool sebagai pesaing terdekat?
- Bagaimana persaingan papan tengah memperebutkan zona Eropa?
Kemenangan Liverpool dengan skor 2-0 atas Newcastle United di Stadion Anfield, Liverpool, Kamis (27/2/2025) dini hari WIB, membuat ”Si Merah” semakin kokoh di puncak klasemen. Tambahan tiga poin membuat Liverpool unggul 13 poin dari Arsenal yang menjadi rival terdekat di posisi kedua klasemen.
Hasil positif itu bermakna amat dalam bagi Si Merah. Kemenangan itu sekaligus menjadi pesan kuat bahwa gelar juara Liga Inggris hanyalah permasalahan waktu bagi Liverpool.
Langkah Liverpool semakin mulus karena Arsenal justru terseok-seok dengan ditahan imbang 0-0 oleh Nottingham Forest. Hasil itu membuat Arsenal gagal menang untuk kedua kalinya dalam dua laga terakhir. Sebelumnya, Arsenal kalah 0-1 dari West Ham United.
Meskipun sempat melambat karena empat kali ditahan imbang sejak awal 2025, Liverpool mulai kembali tancap gas dengan merebut kemenangan demi kemenangan. Jika terus bermain secara konsisten, Liverpool diperkirakan bakal menjadi juara Liga Inggris sebelum musim ini berakhir.
Mampukah Manchester City terus meramaikan persaingan di empat besar?
Manchester City mendapat suntikan moral sangat berharga saat menang 1-0 atas Tottenham Hotspur, Kamis (27/2/2025) dini hari WIB. Kemenangan itu membuktikan bahwa Spurs bukan lagi lawan yang menakutkan bagi City.
Di sisi lain, tambahan tiga poin juga menjaga posisi City tetap di empat besar Liga Inggris, dengan 47 poin. City mungkin kesulitan untuk mengejar dua tim teratas Liga Inggris, yaitu Liverpool yang mengantongi 67 poin dan Arsenal dengan 54 poin. Namun, City bisa bertarung untuk merebut posisi ketiga atau mempertahankan posisi keempat, yang memberi kepastian tiket ke Liga Champions musim depan.
Posisi ketiga yang ditempati oleh Nottingham Forest dengan 48 poin bisa direbut oleh City yang sedang menjalani beberapa perubahan formasi dan strategi. Manajer City Pep Guardiola terus melakukan beberapa penyesuaian taktik setelah banyak pemain kuncinya didera cedera.
City harus menemukan bentuk permainan terbaiknya jika ingin bertahan di empat besar sampai akhir musim. Jika kembali terpeleset, Chelsea yang menempati posisi kelima dengan 46 poin dan Newcastle United di posisi keenam dengan 44 poin siap merebut posisi bergengsi itu.
Apakah arti penting kemenangan Liverpool atas Manchester City tiga hari lalu?
Kemenangan Liverpool atas Manchester City dengan skor 2-0 pada Senin (24/2/2025) dini hari WIB, di Stadion Etihad, Manchester, mempunyai dua arti penting bagi Si Merah. Pertama, Liverpool memiliki dorongan moral yang sangat besar untuk menjadi juara Liga Inggris musim ini karena mampu menjungkirkan sang juara bertahan Liga Inggris, yang mendominasi selama beberapa tahun terakhir.
Kedua, tambahan tiga poin membuat Liverpool semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Inggris. Liverpool menjauh dari kejaran Arsenal yang akhir pekan lalu kalah 0-1 dari West Ham United.
Kemenangan atas City juga membuat Liverpool menyingkirkan salah satu calon pesaing di puncak klasemen. City yang memang tampil buruk musim ini sudah tidak mungkin lagi bersaing dalam perebutan gelar.
Mampukah Arsenal mengejar Liverpool sebagai pesaing terdekat?
Saat Liverpool tampil digdaya, langkah Arsenal justru tersendat-sendat. Hasil imbang 0-0 dengan Nottingham Forest dan kekalahan 0-1 dari West Ham United akhir pekan lalu menyulitkan langkah ”Si Meriam” untuk mengejar Liverpool.
Apalagi, bulan lalu, Arsenal juga kehilangan empat poin berharga setelah ditahan Brighton 1-1 (5/1/2025) dan ditahan 2-2 oleh Aston Villa (19/1/2025).
Tertinggal 13 poin dengan sebelas laga tersisa memang membuat Arsenal masih memiliki harapan untuk mengejar. Namun, harapan itu sangat kecil karena Arsenal memerlukan dua faktor untuk merebut posisi puncak klasemen.
Kedua faktor itu adalah faktor konsistensi untuk memenangi semua laga tersisa dan, pada saat bersamaan, faktor keberuntungan agar Liverpool tampil buruk pada sisa laga sampai akhir musim. Karena tidak hanya bergantung pada diri sendiri, Arsenal bakal kesulitan untuk merebut gelar juara Liga Inggris musim ini.
Bagaimana persaingan papan tengah memperebutkan zona Eropa?
Saat Liverpool berlari kencang menuju trofi juara dan Arsenal terseok-seok mengejarnya, terdapat persaingan keras untuk mengejar tiket ke Liga Europa dan Liga Konferensi Eropa.
Merujuk jatah terkini kompetisi antarklub Eropa musim depan, hanya tim peringkat keenam dan ketujuh yang bakal tampil pada kompetisi kontinental musim depan. Tim peringkat keenam berlaga di Liga Europa, sedangkan posisi ketujuh mendapat jatah tampil di Liga Konferensi Eropa.
Lima tim yang menghuni posisi keenam hingga kesepuluh Liga Inggris masih akan berebut posisi keenam dan ketujuh. Tim-tim tersebut adalah Newcastle United (44 poin), Bournemouth (43 poin), Brighton (43 poin), Fulham (42 poin), dan Aston Villa (42 poin).
Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut ini?
- Bagaimana langkah Liverpool menuju tangga juara musim ini?
- Mampukah Manchester City terus meramaikan persaingan di empat besar?
- Apakah arti penting kemenangan Liverpool atas Manchester City tiga hari lalu?
- Mampukah Arsenal mengejar Liverpool sebagai pesaing terdekat?
- Bagaimana persaingan papan tengah memperebutkan zona Eropa?
Kemenangan Liverpool dengan skor 2-0 atas Newcastle United di Stadion Anfield, Liverpool, Kamis (27/2/2025) dini hari WIB, membuat ”Si Merah” semakin kokoh di puncak klasemen. Tambahan tiga poin membuat Liverpool unggul 13 poin dari Arsenal yang menjadi rival terdekat di posisi kedua klasemen.
Hasil positif itu bermakna amat dalam bagi Si Merah. Kemenangan itu sekaligus menjadi pesan kuat bahwa gelar juara Liga Inggris hanyalah permasalahan waktu bagi Liverpool.
Langkah Liverpool semakin mulus karena Arsenal justru terseok-seok dengan ditahan imbang 0-0 oleh Nottingham Forest. Hasil itu membuat Arsenal gagal menang untuk kedua kalinya dalam dua laga terakhir. Sebelumnya, Arsenal kalah 0-1 dari West Ham United.
Meskipun sempat melambat karena empat kali ditahan imbang sejak awal 2025, Liverpool mulai kembali tancap gas dengan merebut kemenangan demi kemenangan. Jika terus bermain secara konsisten, Liverpool diperkirakan bakal menjadi juara Liga Inggris sebelum musim ini berakhir.
Mampukah Manchester City terus meramaikan persaingan di empat besar?
Manchester City mendapat suntikan moral sangat berharga saat menang 1-0 atas Tottenham Hotspur, Kamis (27/2/2025) dini hari WIB. Kemenangan itu membuktikan bahwa Spurs bukan lagi lawan yang menakutkan bagi City.
Di sisi lain, tambahan tiga poin juga menjaga posisi City tetap di empat besar Liga Inggris, dengan 47 poin. City mungkin kesulitan untuk mengejar dua tim teratas Liga Inggris, yaitu Liverpool yang mengantongi 67 poin dan Arsenal dengan 54 poin. Namun, City bisa bertarung untuk merebut posisi ketiga atau mempertahankan posisi keempat, yang memberi kepastian tiket ke Liga Champions musim depan.
Posisi ketiga yang ditempati oleh Nottingham Forest dengan 48 poin bisa direbut oleh City yang sedang menjalani beberapa perubahan formasi dan strategi. Manajer City Pep Guardiola terus melakukan beberapa penyesuaian taktik setelah banyak pemain kuncinya didera cedera.
City harus menemukan bentuk permainan terbaiknya jika ingin bertahan di empat besar sampai akhir musim. Jika kembali terpeleset, Chelsea yang menempati posisi kelima dengan 46 poin dan Newcastle United di posisi keenam dengan 44 poin siap merebut posisi bergengsi itu.
Apakah arti penting kemenangan Liverpool atas Manchester City tiga hari lalu?
Kemenangan Liverpool atas Manchester City dengan skor 2-0 pada Senin (24/2/2025) dini hari WIB, di Stadion Etihad, Manchester, mempunyai dua arti penting bagi Si Merah. Pertama, Liverpool memiliki dorongan moral yang sangat besar untuk menjadi juara Liga Inggris musim ini karena mampu menjungkirkan sang juara bertahan Liga Inggris, yang mendominasi selama beberapa tahun terakhir.
Kedua, tambahan tiga poin membuat Liverpool semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Inggris. Liverpool menjauh dari kejaran Arsenal yang akhir pekan lalu kalah 0-1 dari West Ham United.
Kemenangan atas City juga membuat Liverpool menyingkirkan salah satu calon pesaing di puncak klasemen. City yang memang tampil buruk musim ini sudah tidak mungkin lagi bersaing dalam perebutan gelar.
Mampukah Arsenal mengejar Liverpool sebagai pesaing terdekat?
Saat Liverpool tampil digdaya, langkah Arsenal justru tersendat-sendat. Hasil imbang 0-0 dengan Nottingham Forest dan kekalahan 0-1 dari West Ham United akhir pekan lalu menyulitkan langkah ”Si Meriam” untuk mengejar Liverpool.
Apalagi, bulan lalu, Arsenal juga kehilangan empat poin berharga setelah ditahan Brighton 1-1 (5/1/2025) dan ditahan 2-2 oleh Aston Villa (19/1/2025).
Tertinggal 13 poin dengan sebelas laga tersisa memang membuat Arsenal masih memiliki harapan untuk mengejar. Namun, harapan itu sangat kecil karena Arsenal memerlukan dua faktor untuk merebut posisi puncak klasemen.
Kedua faktor itu adalah faktor konsistensi untuk memenangi semua laga tersisa dan, pada saat bersamaan, faktor keberuntungan agar Liverpool tampil buruk pada sisa laga sampai akhir musim. Karena tidak hanya bergantung pada diri sendiri, Arsenal bakal kesulitan untuk merebut gelar juara Liga Inggris musim ini.
Bagaimana persaingan papan tengah memperebutkan zona Eropa?
Saat Liverpool berlari kencang menuju trofi juara dan Arsenal terseok-seok mengejarnya, terdapat persaingan keras untuk mengejar tiket ke Liga Europa dan Liga Konferensi Eropa.
Merujuk jatah terkini kompetisi antarklub Eropa musim depan, hanya tim peringkat keenam dan ketujuh yang bakal tampil pada kompetisi kontinental musim depan. Tim peringkat keenam berlaga di Liga Europa, sedangkan posisi ketujuh mendapat jatah tampil di Liga Konferensi Eropa.
Lima tim yang menghuni posisi keenam hingga kesepuluh Liga Inggris masih akan berebut posisi keenam dan ketujuh. Tim-tim tersebut adalah Newcastle United (44 poin), Bournemouth (43 poin), Brighton (43 poin), Fulham (42 poin), dan Aston Villa (42 poin).