Apa yang bisa Anda dapatkan dalam artikel ini?
- Apakah Presiden AS Donald Trump menjamin keselamatan para pemain timnas Iran jika berlaga di Amerika Serikat?
- Apa saja dilema yang dialami oleh timnas Iran dalam menghadapi Piala Dunia 2026?
- Mulai kapan Iran terancam tidak bisa mengikuti Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat?
- Apakah Indonesia bisa menggantikan Iran jika Iran batal mengikuti Piala Dunia 2026?
Apakah Presiden AS Donald Trump menjamin keselamatan para pemain timnas Iran jika berlaga di Amerika
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menjamin keselamatan tim nasional sepak bola Iran jika tetap tampil di Piala Dunia 2026. Merujuk pernyataan Trump itu, FIFA—otoritas sepak bola tertinggi di dunia—seharusnya mempertimbangkan ulang menggelar pesta sepak bola tahun ini di ”Negeri Paman Sam”. Indonesia pernah merasakan hal itu pada 2023.
”Tim sepak bola Iran disambut di Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa mereka hadir di sana, demi kehidupan dan keselamatan mereka,” kata Trump dalam pernyataan di akun pribadi Truth Social, Kamis (12/3/2026) waktu setempat atau Jumat (13/3/2026) tengah malam WIB.
Pernyataan Trump itu mempertegas pernyataan yang lebih dulu disampaikan sahabatnya, Presiden FIFA Gianni Infantino, Kamis. Trump melakukan pertemuan khusus dengan Infantino untuk fokus membahas nasib Iran di Piala Dunia 2026.
”Presiden Trump menegaskan kembali bahwa Iran, tentu saja, dipersilakan berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” ujar Infantino.
Namun, pernyataan Infantino itu bertolak belakang dengan nihilnya usaha FIFA untuk memberikan kesetaraan kepada Iran serupa dengan 41 tim lain yang sudah memastikan tempat di turnamen musim panas nanti.
Tidak ada dorongan FIFA kepada Pemerintah AS untuk meluluskan permohonan visa enam anggota delegasi Iran, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj, untuk hadir pada upacara undian babak penyisihan, Desember 2025, di Washington DC.
Apa saja dilema yang dialami oleh timnas Iran dalam menghadapi Piala Dunia 2026?
Nasib tim nasional Iran di Piala Dunia 2026 benar-benar dalam persimpangan. Potensi mundur dari pesta sepak bola terakbar amat terbuka karena skuad ”Tim Melli” ingin memberikan solidaritas kepada sesama anak bangsa dan bersama keluarga mereka di tengah serangan koalisi Amerika Serikat-Israel. Namun, menarik diri dari Piala Dunia 2026 membuat Iran berpeluang mendapat ”tsunami” sanksi dari FIFA.
Di sisi lain, jika tetap bertarung di Amerika Utara 2026, Mehdi Taremi dan kawan-kawan akan menghadapi situasi sulit karena potensi tim tidak datang lengkap akibat kendala visa. Iran juga tidak akan nyaman tampil di AS karena bakal mendapat kawalan ketat dari aparat keamanan AS.
Dari sisi politik, Iran bakal berhadapan dengan potensi adanya ”pembelot” di dalam skuad Iran yang menolak pulang ke Tanah Air mereka setelah bertanding. Itu merujuk dari peristiwa tujuh pemain tim putri Iran yang meminta suaka kepada Pemerintah Australia setelah berpartisipasi di Piala Asia Putri 2026, Maret ini.
Berdasarkan perspektif Iran, undur diri dari Piala Dunia 2026 merupakan keputusan realistis. Persiapan Tim Melli menuju turnamen idaman setiap pesepak bola di dunia itu sangat terganggu. Liga Pro Teluk Iran sudah terhenti sejak 27 Februari lalu. Padahal, kompetisi domestik merupakan tulang punggung Pelatih Iran Amir Ghalenoei membentuk skuad.
Mulai kapan Iran terancam tidak bisa mengikuti Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat?
Hanya beberapa hari setelah perang AS-Iran dimulai, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah menyampaikan sinyal bahwa Iran tidak akan bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Kini, nasib keikutsertaan ”Tim Melli” sepenuhnya berada di tangan FIFA sebagai penyelenggara pesta sepak bola terakbar yang dimulai 11 Juni mendatang.
Iran bersama Jepang adalah dua tim paling awal yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Sejatinya, di bawah kendali Pelatih Amir Ghalenoei, Iran akan menjalani partisipasi Piala Dunia ketujuh. Iran pun selalu menjadi wakil Asia pada empat edisi beruntun Piala Dunia sejak edisi Brasil 2014.
Dengan situasi perang berhadapan dengan koalisi AS-Israel, hak Iran tampil di Piala Dunia 2026 berpotensi besar dirampas oleh AS sebagai tuan rumah. Presiden AS Donald Trump mengirimkan pertanda untuk tidak memberikan visa masuk bagi skuad dan staf tim Iran.
”Saya benar-benar tidak peduli (jika Iran berpartisipasi di Piala Dunia 2026),” kata Trump dalam wawancara khusus kepada POLITICO, Selasa (3/3/2025), di Washington DC, AS. Wawancara itu dipublikasikan pada Selasa siang waktu AS atau Rabu (4/3/2026) dini hari WIB.
Apakah Indonesia bisa menggantikan Iran, jika Iran batal mengikuti Piala Dunia 2026?
Serangan koalisi Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran berpotensi memengaruhi partisipasi tim nasional sepak bola Iran di Piala Dunia 2026. Ancaman terhadap keikutsertaan Iran bukan sekadar persiapan ”Tim Melli” yang terganggu, melainkan juga indikasi AS untuk memblokir kehadiran Iran di Amerika Utara pada musim panas nanti.
Iran—yang akan menjalani partisipasi ketujuh di Piala Dunia—tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Salah satu duta Asia itu akan memulai persaingan pada 16 Juni pukul 08.00 WIB dengan menghadapi Selandia Baru.
Dua laga awal Iran di Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, AS. Laga pamungkas Iran di babak penyisihan bakal berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, AS.
Tentu tidak ada jaminan dari Pemerintah AS untuk memberikan visa kepada pemain dan staf pelatih Iran untuk Piala Dunia 2026. Meskipun FIFA menjamin semua pemain dan ofisial peserta akan mendapat visa untuk masuk wilayah AS, nasib skuad Iran benar-benar berada di tangan AS.
Seandainya nama Iran tereliminasi sebagai salah satu dari 48 peserta Piala Dunia 2026, Grup G tentu akan mengalami penyesuaian. Dengan pertimbangan persaingan hingga aspek komersial, FIFA tidak akan membiarkan Grup G hanya diikuti tiga tim.
Kondisi itu akan memaksa FIFA mencari pengganti Iran. Calon pengganti Iran kemungkinan berasal dari duta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Tim dengan peringkat tertinggi dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan menjadi calon kuat pengganti Iran. Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) adalah duta Asia yang paling berpotensi untuk mengisi slot Iran. Hal itu merujuk pada performa mereka di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.
Apa yang bisa Anda dapatkan dalam artikel ini?
- Apakah Presiden AS Donald Trump menjamin keselamatan para pemain timnas Iran jika berlaga di Amerika Serikat?
- Apa saja dilema yang dialami oleh timnas Iran dalam menghadapi Piala Dunia 2026?
- Mulai kapan Iran terancam tidak bisa mengikuti Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat?
- Apakah Indonesia bisa menggantikan Iran jika Iran batal mengikuti Piala Dunia 2026?
Apakah Presiden AS Donald Trump menjamin keselamatan para pemain timnas Iran jika berlaga di Amerika
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menjamin keselamatan tim nasional sepak bola Iran jika tetap tampil di Piala Dunia 2026. Merujuk pernyataan Trump itu, FIFA—otoritas sepak bola tertinggi di dunia—seharusnya mempertimbangkan ulang menggelar pesta sepak bola tahun ini di ”Negeri Paman Sam”. Indonesia pernah merasakan hal itu pada 2023.
”Tim sepak bola Iran disambut di Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa mereka hadir di sana, demi kehidupan dan keselamatan mereka,” kata Trump dalam pernyataan di akun pribadi Truth Social, Kamis (12/3/2026) waktu setempat atau Jumat (13/3/2026) tengah malam WIB.
Pernyataan Trump itu mempertegas pernyataan yang lebih dulu disampaikan sahabatnya, Presiden FIFA Gianni Infantino, Kamis. Trump melakukan pertemuan khusus dengan Infantino untuk fokus membahas nasib Iran di Piala Dunia 2026.
”Presiden Trump menegaskan kembali bahwa Iran, tentu saja, dipersilakan berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” ujar Infantino.
Namun, pernyataan Infantino itu bertolak belakang dengan nihilnya usaha FIFA untuk memberikan kesetaraan kepada Iran serupa dengan 41 tim lain yang sudah memastikan tempat di turnamen musim panas nanti.
Tidak ada dorongan FIFA kepada Pemerintah AS untuk meluluskan permohonan visa enam anggota delegasi Iran, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj, untuk hadir pada upacara undian babak penyisihan, Desember 2025, di Washington DC.
Apa saja dilema yang dialami oleh timnas Iran dalam menghadapi Piala Dunia 2026?
Nasib tim nasional Iran di Piala Dunia 2026 benar-benar dalam persimpangan. Potensi mundur dari pesta sepak bola terakbar amat terbuka karena skuad ”Tim Melli” ingin memberikan solidaritas kepada sesama anak bangsa dan bersama keluarga mereka di tengah serangan koalisi Amerika Serikat-Israel. Namun, menarik diri dari Piala Dunia 2026 membuat Iran berpeluang mendapat ”tsunami” sanksi dari FIFA.
Di sisi lain, jika tetap bertarung di Amerika Utara 2026, Mehdi Taremi dan kawan-kawan akan menghadapi situasi sulit karena potensi tim tidak datang lengkap akibat kendala visa. Iran juga tidak akan nyaman tampil di AS karena bakal mendapat kawalan ketat dari aparat keamanan AS.
Dari sisi politik, Iran bakal berhadapan dengan potensi adanya ”pembelot” di dalam skuad Iran yang menolak pulang ke Tanah Air mereka setelah bertanding. Itu merujuk dari peristiwa tujuh pemain tim putri Iran yang meminta suaka kepada Pemerintah Australia setelah berpartisipasi di Piala Asia Putri 2026, Maret ini.
Berdasarkan perspektif Iran, undur diri dari Piala Dunia 2026 merupakan keputusan realistis. Persiapan Tim Melli menuju turnamen idaman setiap pesepak bola di dunia itu sangat terganggu. Liga Pro Teluk Iran sudah terhenti sejak 27 Februari lalu. Padahal, kompetisi domestik merupakan tulang punggung Pelatih Iran Amir Ghalenoei membentuk skuad.
Mulai kapan Iran terancam tidak bisa mengikuti Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat?
Hanya beberapa hari setelah perang AS-Iran dimulai, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah menyampaikan sinyal bahwa Iran tidak akan bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Kini, nasib keikutsertaan ”Tim Melli” sepenuhnya berada di tangan FIFA sebagai penyelenggara pesta sepak bola terakbar yang dimulai 11 Juni mendatang.
Iran bersama Jepang adalah dua tim paling awal yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Sejatinya, di bawah kendali Pelatih Amir Ghalenoei, Iran akan menjalani partisipasi Piala Dunia ketujuh. Iran pun selalu menjadi wakil Asia pada empat edisi beruntun Piala Dunia sejak edisi Brasil 2014.
Dengan situasi perang berhadapan dengan koalisi AS-Israel, hak Iran tampil di Piala Dunia 2026 berpotensi besar dirampas oleh AS sebagai tuan rumah. Presiden AS Donald Trump mengirimkan pertanda untuk tidak memberikan visa masuk bagi skuad dan staf tim Iran.
”Saya benar-benar tidak peduli (jika Iran berpartisipasi di Piala Dunia 2026),” kata Trump dalam wawancara khusus kepada POLITICO, Selasa (3/3/2025), di Washington DC, AS. Wawancara itu dipublikasikan pada Selasa siang waktu AS atau Rabu (4/3/2026) dini hari WIB.
Apakah Indonesia bisa menggantikan Iran, jika Iran batal mengikuti Piala Dunia 2026?
Serangan koalisi Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran berpotensi memengaruhi partisipasi tim nasional sepak bola Iran di Piala Dunia 2026. Ancaman terhadap keikutsertaan Iran bukan sekadar persiapan ”Tim Melli” yang terganggu, melainkan juga indikasi AS untuk memblokir kehadiran Iran di Amerika Utara pada musim panas nanti.
Iran—yang akan menjalani partisipasi ketujuh di Piala Dunia—tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Salah satu duta Asia itu akan memulai persaingan pada 16 Juni pukul 08.00 WIB dengan menghadapi Selandia Baru.
Dua laga awal Iran di Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, AS. Laga pamungkas Iran di babak penyisihan bakal berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, AS.
Tentu tidak ada jaminan dari Pemerintah AS untuk memberikan visa kepada pemain dan staf pelatih Iran untuk Piala Dunia 2026. Meskipun FIFA menjamin semua pemain dan ofisial peserta akan mendapat visa untuk masuk wilayah AS, nasib skuad Iran benar-benar berada di tangan AS.
Seandainya nama Iran tereliminasi sebagai salah satu dari 48 peserta Piala Dunia 2026, Grup G tentu akan mengalami penyesuaian. Dengan pertimbangan persaingan hingga aspek komersial, FIFA tidak akan membiarkan Grup G hanya diikuti tiga tim.
Kondisi itu akan memaksa FIFA mencari pengganti Iran. Calon pengganti Iran kemungkinan berasal dari duta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Tim dengan peringkat tertinggi dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan menjadi calon kuat pengganti Iran. Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) adalah duta Asia yang paling berpotensi untuk mengisi slot Iran. Hal itu merujuk pada performa mereka di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.