Apa yang bisa Anda pelajari dari arikel ini?
- Apa rahasia Tanjung Verde meraih tiket Piala Dunia di tengah berbagai keterbatasan?
- Bagaimana Macedonia Utara dan Kosovo menjaga mimpi ke Piala Dunia?
- Bagaimana kiprah Inggris sejauh ini di kualifikasi zona Eropa?
- Mengapa Ronald Koeman masih menemukan dilema pada timnas Belanda?
- Bagaimana laga versus Israel menjadi tekanan Gattuso di timnas Italia?
Tanjung Verde, negara kecil yang penduduknya hanya 550.000 jiwa, mewujudkan mimpi negara sebesar Indonesia. Untuk kali pertama sepanjang sejarah, negara di Afrika itu merebut tiket ke babak utama Piala Dunia. Kisah heroik negara kecil juga bermunculan di Eropa, antara lain, dilakukan Kosovo dan Macedonia Utara.
Tanjung Verde, negara di lepas pantai Senegal, kini resmi menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit kedua yang lolos ke ajang empat tahunan tersebut. Mereka hanya sedikit lebih banyak dari Eslandia, 350.000 penduduk, yang mencatatkan rekor saat lolos ke Piala Dunia Rusia 2018.
”Si Hiu Biru”, julukan Tanjung Verde, meraih tiket ke Piala Dunia seusai menang atas tim tamu, Eswatini, 3-0, di Stadion Nasional, Praia, Selasa (14/10/2025) WIB. Mereka lolos dengan status juara Grup D (23 poin) dalam babak kualifikasi zona Afrika.
Tim asuhan Pedro Brito itu mengungguli tim langganan Piala Dunia, Kamerun, yang datang bersama bintang Liga Inggris, seperti Carlos Baleba dan Bryan Mbeumo. Kamerun finis di peringkat kedua (19 poin). Mereka pun mengikuti jejak Mesir, Maroko, dan Ghana, yang sudah lolos lebih dulu.
”Memberikan kebahagiaan ini kepada rakyat kami sangat luar biasa. Ini adalah kemenangan untuk seluruh rakyat Tanjung Verde, dan yang terpenting, untuk mereka yang telah berjuang demi kemerdekaan kami. Ini momen spesial dalam perayaan 50 tahun kemerdekaan,” kata Bubista, panggilan sang pelatih.
Negara kecil lainnya di Eropa, Kosovo, juga mencoba mengikuti jejak Tanjung Verde. Mereka tidak kalah heroik dengan mengalahkan langganan Piala Dunia, Swedia, 1-0, Selasa dini hari WIB. Kosovo, negara Balkan berpenduduk 1,8 juta orang, mengalahkan Swedia, runner-up Piala Dunia 1958.
Berkat kemenangan itu, Kosovo kini menempati peringkat kedua Grup B zona Eropa, yaitu di bawah Swiss. Dengan koleksi 7 poin dari empat laga, kans Kosovo untuk merebut tiket lewat jalur playoff pun terbuka. Tiket ke playoff diberikan ke tim-tim runner-up grup. Adapun setiap juara grup berhak langsung lolos ke babak utama Piala Dunia.
Sementara Swedia justru terancam gagal lolos ke Piala Dunia untuk kali kedua beruntun. Mereka menempati juru kunci Grup B dengan 1 poin. ”Saya bangga dengan semangat juang tim ini. Kami akan kembali berusaha mengejar kemenangan pada laga selanjutnya yang menentukan,” ujar Franco Foda, Pelatih Kosovo.
Setali tiga uang, tim liliput, Macedonia Utara, mendekati mimpinya tampil di Piala Dunia seusai menahan Kazakhstan, 1-1, di Stadion Arena Tose Proeski, kota Skopje, ibu kota Macedonia Utara. Mereka untuk sementara menempati posisi runner-up Grup J dengan koleksi 13 poin dari tujuh laga. Mereka berada di bawah Belgia, tim favorit di grup itu.
Kontras dengan capaian tim-tim kecil itu, raksasa Eropa, Italia, harus berjuang ekstra keras untuk sekadar lolos ke playoff. Mereka kini menempati peringkat kedua Grup I dengan koleksi 12 poin dari lima laga. Mereka tertinggal 6 poin dari pemuncak klasemen, Norwegia.
Tim ”Gli Azzurri” bahkan terancam gagal lolos ke playoff jika kalah dari Israel pada laga dini hari nanti. Italia hanya unggul 3 poin atas Israel yang menempati peringkat ketiga. Kekalahan pada laga itu akan menjadi bencana bagi Italia yang pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yaitu 2018 dan 2022, absen.
Apa rahasia Tanjung Verde meraih tiket Piala Dunia di tengah berbagai keterbatasan?
Negara kecil Tanjung Verde membuktikan, jumlah penduduk tidak berkorelasi dengan kesempatan tampil di Piala Dunia. Dibantu para pemain diaspora, negara kepulauan berpenduduk sekitar 550.000 jiwa itu membuat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026.
Tanjung Verde tidak bisa banyak berharap dengan liga domestik. Kasta tertinggi liga mereka hanya diikuti 12 tim. Federasi sepak bola mereka mengatasi keterbatasan potensi dari dalam dengan mencari potensi dari luar, yaitu lewat para pemain diaspora seperti dilakukan Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, mereka bergantung dengan pemain yang lahir di luar negeri dari orangtua atau kakek dan nenek dari Tanjung Verde. Kebanyakan lahir di Belanda dan Portugal. Ketergantungan terhadap pemain diaspora sangat terlihat dalam laga penentu versus Eswatini, Senin (13/10/2025).
Gol pembuka Tanjung Verde dicetak oleh penyerang Dailon Livramento yang lahir di Rotterdam, Belanda. Lalu, gol kedua mereka dihasilkan pemain sayap Willy Semedo yang lahir di Bordeaux, Perancis.
Adapun sebelas pemain starter Tanjung Verde juga berstatus diaspora. Tiga pemain berasal dari Portugal, sementara masing-masing satu dari Amerika Serikat, Irlandia, Uni Emirat Arab, Romania, Rusia, Belanda, Turki, dan Siprus. Jaringan diaspora mereka sangat luas.
Walaupun proyek terkesan instan, bukan dengan pembinaan pemain, ”Si Hiu Biru” ternyata sangat menghargai proses. Kunci keberhasilan mereka diawali dengan sosok pelatih yang sudah membangun tim sejak Januari 2020. Bubista, mantan pemain timnas, membangun skuad perlahan dari tahun ke tahun.
Bubista tetap dipercaya federasi walaupun timnya tidak lolos ke Piala Afrika 2025. Federasi melihat gambaran lebih besar soal potensi skuad ke depan. Alih-alih bereaksi gegabah dengan merekrut pelatih baru, federasi mereka mempertahankan Bubista untuk kualifikasi Piala Dunia. Kepercayaan itu pun terbayar.
Bagaimana Macedonia Utara dan Kosovo menjaga mimpi ke Piala Dunia?
Dua negara Balkan, Macedonia Utara dan Kosovo, berada di jalur yang benar untuk menuju babak playoff kualifikasi Piala Dunia zona UEFA alias Eropa. Raihan poin pada laga, Selasa (1 4/10/2025) dini hari WIB, menjaga asa mereka mempertahankan peringkat kedua masing-masing grup demi menjalani laga penentu, November nanti.
Macedonia Utara menjalani pertandingan ketujuh Grup J kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Kazakhstan, Selasa. Hasil imbang, 1-1, itu membuat Macedonia Utara berada di peringkat kedua dengan 13 poin. Mereka tertinggal satu poin dari Belgia di pucuk klasemen.
Selain itu, Makedonia Utara juga unggul tiga poin dari Wales yang duduk di peringkat ketiga Grup J. Belgia dan Wales masih memiliki satu laga lebih sedikit dari Macedonia Utara. Perebutan peringkat kedua menyisakan arena pertarungan untuk Macedonia Utara dan Wales.
Meskipun tertinggal tiga poin, Wales masih bisa berjuang menyamakan perolehan poin Macedonia Utara ketika bertandang ke markas Liechtenstein, 16 November nanti.
Pertarungan ”final” akan tersaji di Stadion Millenium, Cardiff, 19 November mendatang, yaitu ketika Wales menjamu Macedonia Utara. Pemenang dari duel itu dipastikan akan melaju ke babak playoff demi meraih empat tiket tersisa menuju Piala Dunia dari zona Eropa.
Pelatih Macedonia Utara Blagoja Milevski berpeluang menciptakan sejarah bagi negaranya. Ia sempat membawa Risovi menembus babak playoff Piala Dunia 2022. Sempat mengalahkan Italia di babak semifinal, jalan Macedonia Utara ke pentas dunia pupus akibat dua gol gelandang Portugal, Bruno Fernandes, pada laga final yang seharga satu tiket babak utama Piala Dunia Qatar.
Tim Balkan lainnya, Kosovo, juga menjaga asa meraih tiket Piala Dunia lewat playoff. Menduduki peringkat kedua Grup B pada klasemen sementara saat ini adalah capaian terbaik Kosovo dalam perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia.
Padahal, Kosovo adalah anggota FIFA paling muda di bawah naungan UEFA. Belum tepat satu dekade, Federasi Sepak Bola Kosovo (FFK) bergabung ke FIFA dan UEFA.
Bagaimana kiprah Inggris sejauh ini di kualifikasi zona Eropa?
Tim nasional sepak bola Inggris hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Mereka menyongsong ajang empat tahunan itu tanpa rasa khawatir lagi sebab sudah mendapatkan duet terbaik di posisi gelandang. Tepatnya menemukan pendamping untuk Declan Rice.
Inggris akan otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia jika menang atas tuan rumah Latvia dalam laga kualifikasi babak grup di Stadion Daugava, Riga, Rabu (15/10/2025) pukul 01.45 WIB. Kekalahan Serbia dari Albania melapangkan jalan tim asuhan Pelatih Thomas Tuchel itu di Grup K.
”Tiga Singa”, julukan mereka, berada di puncak klasemen dengan 15 poin dari lima laga. Pesaing terdekat hanyalah Albania (11 poin) yang sudah memainkan enam laga. Dengan jumlah total delapan laga di babak grup, Inggris hanya perlu tiga poin tambahan untuk memastikan status juara grup.
Piala Dunia Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sudah di depan mata Inggris. Terlepas dari kelolosan, ada hal lebih penting. Kurang dari setahun menjelang Piala Dunia, Tuchel mulai menemukan gambaran utuh skuad, khususnya di lini tengah dengan duet gelandang Rice dan Elliot Anderson.
”Pelatih sangat menyukai permainan kami dalam tiga pertandingan terakhir. Dia tetap mempertahankan (kombinasi) itu,” kata Rice tentang duet dengan Anderson.
”Saya bisa lebih banyak maju (membantu serangan) berkatnya. Kami membangun kerja sama dan hubungan yang baik di tengah,” ujarnya kemudian.
Mengapa Ronald Koeman masih menemukan dilema pada timnas Belanda?
Dari dua laga terakhir tim nasional sepak bola Belanda di jeda internasional kali ini terlihat jelas dilema manis yang dimiliki Ronald Koeman. Saking banyak pemain bertahan berkualitas di dalam skuadnya, sang pelatih Belanda masih terus mengganti kombinasi nama dalam pemilihan empat bek sejajar. Meskipun demikian, opsi mulai mengerucut.
Kombinasi empat bek, yaitu Denzel Dumfries, Jurrien Timber, Virgil van Dijk, dan Micky van de Ven, menjadi pemain inti untuk kedua kali beruntun saat Belanda menang atas Finlandia 4-0 dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Minggu (12/10/2025) malam WIB. Mereka kini di puncak Grup G kualifikasi Piala Dunia zona Eropa.
Jika berdasarkan spesialisasi posisi di klub masing-masing, formasi ideal adalah Van Dijk dan Van de Ven di posisi bek tengah serta Dumfries dan Timber di sisi sayap. Namun, Koeman sedikit bereksperimen. Van de Ven kembali dipercaya sebagai bek sayap kiri seperti dalam dua tahun terakhir, sementara Timber mendapat tugas baru.
Timber dipercaya mengisi posisi bek tengah, berduet dengan Van Dijk. Bek Arsenal itu memang bisa bermain di seluruh posisi lini belakang, tetapi spesialisasinya terletak di bek sayap kanan. Sungguh unik ide Koeman. Pemain yang merupakan salah satu bek sayap terbaik di Liga Inggris itu justru tidak ditampilkan di posisi terbaiknya.
Koeman semula hanya mencoba-coba di laga sebelumnya, yaitu ketika menang 4-0 atas Malta, Jumat lalu. Hasilnya ternyata berjalan lebih baik dari perkiraan. ”Kami punya banyak bek tengah. Saya pikir Timber bermain sangat bagus. Di momen ini, tidak ada alasan untuk mengubah apa pun (versus Finlandia),” kata Koeman kepada ESPN.
Bagaimana laga versus Israel menjadi tekanan Gattuso di timnas Italia?
UDINE, SENIN —Sempat diragukan, Gennaro Gattuso nyatanya mampu membimbing Italia kembali ke jalur Piala Dunia. Tiga laga sudah dilalui Gattuso sebagai pelatih dengan manis seusai mengemas tiga kemenangan beruntun. Kesempurnaan Gattuso mendapat tekanan hebat menjelang garis akhir kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menghadapi Israel, Italia diharapkan bisa terus menjaga tren positif demi menghindari skenario gagal lolos Piala Dunia tiga kali beruntun. Namun, Italia sedikit diuntungkan karena bertindak sebagai tuan rumah. Laga kontra Israel berlangsung di Stadion Bluenergy, Udine, Rabu (15/10/2025) pukul 01.45 WIB.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Italia demi menjaga harapan ke Piala Dunia sebagai runner-up Grup I. ”Azzurri” hampir tidak mungkin mengejar Norwegia selaku pemimpin grup dengan koleksi 18 poin. Namun, harapan lolos Piala Dunia masih ada lewat jalur playoff. Syaratnya, Italia harus mengamankan posisi peringkat kedua grup dari kejaran Israel.
Kedua tim itu saat ini hanya terpaut tiga poin. Hanya saja, Israel sudah memainkan satu laga lebih banyak. Maka itu, kemenangan atas Israel sudah bisa dipastikan akan membuat Italia keluar sebagai runner-up grup. Israel sudah tentu tidak akan membiarkan Italia bisa melenggang sebagai runner-up dengan mudah.
Perlawanan sengit diprediksi akan tersaji. Pada pertemuan pertama, Israel sangat merepotkan Italia lewat serangan balik cepat. Laga itu pada akhirnya dimenangi Italia, 5-4, tetapi daya juang Israel untuk keluar dari ketertinggalan patut menjadi perhatian Gattuso.
Meskipun telah mencetak 13 gol dalam tiga laga dan semuanya berakhir kemenangan, Gattuso mendapat tekanan cukup hebat menjelang laga melawan Israel. Gagal lolos dua kali beruntun pada edisi Piala Dunia sebelumnya menyisakan kecemasan tersendiri bagi publik Italia.
Apalagi, kegagalan lolos ke Piala Dunia Qatar terjadi setelah Italia meraih kesempurnaan di tiga laga awal kualifikasi saat itu.
Apa yang bisa Anda pelajari dari arikel ini?
- Apa rahasia Tanjung Verde meraih tiket Piala Dunia di tengah berbagai keterbatasan?
- Bagaimana Macedonia Utara dan Kosovo menjaga mimpi ke Piala Dunia?
- Bagaimana kiprah Inggris sejauh ini di kualifikasi zona Eropa?
- Mengapa Ronald Koeman masih menemukan dilema pada timnas Belanda?
- Bagaimana laga versus Israel menjadi tekanan Gattuso di timnas Italia?
Tanjung Verde, negara kecil yang penduduknya hanya 550.000 jiwa, mewujudkan mimpi negara sebesar Indonesia. Untuk kali pertama sepanjang sejarah, negara di Afrika itu merebut tiket ke babak utama Piala Dunia. Kisah heroik negara kecil juga bermunculan di Eropa, antara lain, dilakukan Kosovo dan Macedonia Utara.
Tanjung Verde, negara di lepas pantai Senegal, kini resmi menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit kedua yang lolos ke ajang empat tahunan tersebut. Mereka hanya sedikit lebih banyak dari Eslandia, 350.000 penduduk, yang mencatatkan rekor saat lolos ke Piala Dunia Rusia 2018.
”Si Hiu Biru”, julukan Tanjung Verde, meraih tiket ke Piala Dunia seusai menang atas tim tamu, Eswatini, 3-0, di Stadion Nasional, Praia, Selasa (14/10/2025) WIB. Mereka lolos dengan status juara Grup D (23 poin) dalam babak kualifikasi zona Afrika.
Tim asuhan Pedro Brito itu mengungguli tim langganan Piala Dunia, Kamerun, yang datang bersama bintang Liga Inggris, seperti Carlos Baleba dan Bryan Mbeumo. Kamerun finis di peringkat kedua (19 poin). Mereka pun mengikuti jejak Mesir, Maroko, dan Ghana, yang sudah lolos lebih dulu.
”Memberikan kebahagiaan ini kepada rakyat kami sangat luar biasa. Ini adalah kemenangan untuk seluruh rakyat Tanjung Verde, dan yang terpenting, untuk mereka yang telah berjuang demi kemerdekaan kami. Ini momen spesial dalam perayaan 50 tahun kemerdekaan,” kata Bubista, panggilan sang pelatih.
Negara kecil lainnya di Eropa, Kosovo, juga mencoba mengikuti jejak Tanjung Verde. Mereka tidak kalah heroik dengan mengalahkan langganan Piala Dunia, Swedia, 1-0, Selasa dini hari WIB. Kosovo, negara Balkan berpenduduk 1,8 juta orang, mengalahkan Swedia, runner-up Piala Dunia 1958.
Berkat kemenangan itu, Kosovo kini menempati peringkat kedua Grup B zona Eropa, yaitu di bawah Swiss. Dengan koleksi 7 poin dari empat laga, kans Kosovo untuk merebut tiket lewat jalur playoff pun terbuka. Tiket ke playoff diberikan ke tim-tim runner-up grup. Adapun setiap juara grup berhak langsung lolos ke babak utama Piala Dunia.
Sementara Swedia justru terancam gagal lolos ke Piala Dunia untuk kali kedua beruntun. Mereka menempati juru kunci Grup B dengan 1 poin. ”Saya bangga dengan semangat juang tim ini. Kami akan kembali berusaha mengejar kemenangan pada laga selanjutnya yang menentukan,” ujar Franco Foda, Pelatih Kosovo.
Setali tiga uang, tim liliput, Macedonia Utara, mendekati mimpinya tampil di Piala Dunia seusai menahan Kazakhstan, 1-1, di Stadion Arena Tose Proeski, kota Skopje, ibu kota Macedonia Utara. Mereka untuk sementara menempati posisi runner-up Grup J dengan koleksi 13 poin dari tujuh laga. Mereka berada di bawah Belgia, tim favorit di grup itu.
Kontras dengan capaian tim-tim kecil itu, raksasa Eropa, Italia, harus berjuang ekstra keras untuk sekadar lolos ke playoff. Mereka kini menempati peringkat kedua Grup I dengan koleksi 12 poin dari lima laga. Mereka tertinggal 6 poin dari pemuncak klasemen, Norwegia.
Tim ”Gli Azzurri” bahkan terancam gagal lolos ke playoff jika kalah dari Israel pada laga dini hari nanti. Italia hanya unggul 3 poin atas Israel yang menempati peringkat ketiga. Kekalahan pada laga itu akan menjadi bencana bagi Italia yang pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yaitu 2018 dan 2022, absen.
Apa rahasia Tanjung Verde meraih tiket Piala Dunia di tengah berbagai keterbatasan?
Negara kecil Tanjung Verde membuktikan, jumlah penduduk tidak berkorelasi dengan kesempatan tampil di Piala Dunia. Dibantu para pemain diaspora, negara kepulauan berpenduduk sekitar 550.000 jiwa itu membuat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026.
Tanjung Verde tidak bisa banyak berharap dengan liga domestik. Kasta tertinggi liga mereka hanya diikuti 12 tim. Federasi sepak bola mereka mengatasi keterbatasan potensi dari dalam dengan mencari potensi dari luar, yaitu lewat para pemain diaspora seperti dilakukan Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, mereka bergantung dengan pemain yang lahir di luar negeri dari orangtua atau kakek dan nenek dari Tanjung Verde. Kebanyakan lahir di Belanda dan Portugal. Ketergantungan terhadap pemain diaspora sangat terlihat dalam laga penentu versus Eswatini, Senin (13/10/2025).
Gol pembuka Tanjung Verde dicetak oleh penyerang Dailon Livramento yang lahir di Rotterdam, Belanda. Lalu, gol kedua mereka dihasilkan pemain sayap Willy Semedo yang lahir di Bordeaux, Perancis.
Adapun sebelas pemain starter Tanjung Verde juga berstatus diaspora. Tiga pemain berasal dari Portugal, sementara masing-masing satu dari Amerika Serikat, Irlandia, Uni Emirat Arab, Romania, Rusia, Belanda, Turki, dan Siprus. Jaringan diaspora mereka sangat luas.
Walaupun proyek terkesan instan, bukan dengan pembinaan pemain, ”Si Hiu Biru” ternyata sangat menghargai proses. Kunci keberhasilan mereka diawali dengan sosok pelatih yang sudah membangun tim sejak Januari 2020. Bubista, mantan pemain timnas, membangun skuad perlahan dari tahun ke tahun.
Bubista tetap dipercaya federasi walaupun timnya tidak lolos ke Piala Afrika 2025. Federasi melihat gambaran lebih besar soal potensi skuad ke depan. Alih-alih bereaksi gegabah dengan merekrut pelatih baru, federasi mereka mempertahankan Bubista untuk kualifikasi Piala Dunia. Kepercayaan itu pun terbayar.
Bagaimana Macedonia Utara dan Kosovo menjaga mimpi ke Piala Dunia?
Dua negara Balkan, Macedonia Utara dan Kosovo, berada di jalur yang benar untuk menuju babak playoff kualifikasi Piala Dunia zona UEFA alias Eropa. Raihan poin pada laga, Selasa (1 4/10/2025) dini hari WIB, menjaga asa mereka mempertahankan peringkat kedua masing-masing grup demi menjalani laga penentu, November nanti.
Macedonia Utara menjalani pertandingan ketujuh Grup J kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Kazakhstan, Selasa. Hasil imbang, 1-1, itu membuat Macedonia Utara berada di peringkat kedua dengan 13 poin. Mereka tertinggal satu poin dari Belgia di pucuk klasemen.
Selain itu, Makedonia Utara juga unggul tiga poin dari Wales yang duduk di peringkat ketiga Grup J. Belgia dan Wales masih memiliki satu laga lebih sedikit dari Macedonia Utara. Perebutan peringkat kedua menyisakan arena pertarungan untuk Macedonia Utara dan Wales.
Meskipun tertinggal tiga poin, Wales masih bisa berjuang menyamakan perolehan poin Macedonia Utara ketika bertandang ke markas Liechtenstein, 16 November nanti.
Pertarungan ”final” akan tersaji di Stadion Millenium, Cardiff, 19 November mendatang, yaitu ketika Wales menjamu Macedonia Utara. Pemenang dari duel itu dipastikan akan melaju ke babak playoff demi meraih empat tiket tersisa menuju Piala Dunia dari zona Eropa.
Pelatih Macedonia Utara Blagoja Milevski berpeluang menciptakan sejarah bagi negaranya. Ia sempat membawa Risovi menembus babak playoff Piala Dunia 2022. Sempat mengalahkan Italia di babak semifinal, jalan Macedonia Utara ke pentas dunia pupus akibat dua gol gelandang Portugal, Bruno Fernandes, pada laga final yang seharga satu tiket babak utama Piala Dunia Qatar.
Tim Balkan lainnya, Kosovo, juga menjaga asa meraih tiket Piala Dunia lewat playoff. Menduduki peringkat kedua Grup B pada klasemen sementara saat ini adalah capaian terbaik Kosovo dalam perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia.
Padahal, Kosovo adalah anggota FIFA paling muda di bawah naungan UEFA. Belum tepat satu dekade, Federasi Sepak Bola Kosovo (FFK) bergabung ke FIFA dan UEFA.
Bagaimana kiprah Inggris sejauh ini di kualifikasi zona Eropa?
Tim nasional sepak bola Inggris hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Mereka menyongsong ajang empat tahunan itu tanpa rasa khawatir lagi sebab sudah mendapatkan duet terbaik di posisi gelandang. Tepatnya menemukan pendamping untuk Declan Rice.
Inggris akan otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia jika menang atas tuan rumah Latvia dalam laga kualifikasi babak grup di Stadion Daugava, Riga, Rabu (15/10/2025) pukul 01.45 WIB. Kekalahan Serbia dari Albania melapangkan jalan tim asuhan Pelatih Thomas Tuchel itu di Grup K.
”Tiga Singa”, julukan mereka, berada di puncak klasemen dengan 15 poin dari lima laga. Pesaing terdekat hanyalah Albania (11 poin) yang sudah memainkan enam laga. Dengan jumlah total delapan laga di babak grup, Inggris hanya perlu tiga poin tambahan untuk memastikan status juara grup.
Piala Dunia Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sudah di depan mata Inggris. Terlepas dari kelolosan, ada hal lebih penting. Kurang dari setahun menjelang Piala Dunia, Tuchel mulai menemukan gambaran utuh skuad, khususnya di lini tengah dengan duet gelandang Rice dan Elliot Anderson.
”Pelatih sangat menyukai permainan kami dalam tiga pertandingan terakhir. Dia tetap mempertahankan (kombinasi) itu,” kata Rice tentang duet dengan Anderson.
”Saya bisa lebih banyak maju (membantu serangan) berkatnya. Kami membangun kerja sama dan hubungan yang baik di tengah,” ujarnya kemudian.
Mengapa Ronald Koeman masih menemukan dilema pada timnas Belanda?
Dari dua laga terakhir tim nasional sepak bola Belanda di jeda internasional kali ini terlihat jelas dilema manis yang dimiliki Ronald Koeman. Saking banyak pemain bertahan berkualitas di dalam skuadnya, sang pelatih Belanda masih terus mengganti kombinasi nama dalam pemilihan empat bek sejajar. Meskipun demikian, opsi mulai mengerucut.
Kombinasi empat bek, yaitu Denzel Dumfries, Jurrien Timber, Virgil van Dijk, dan Micky van de Ven, menjadi pemain inti untuk kedua kali beruntun saat Belanda menang atas Finlandia 4-0 dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Minggu (12/10/2025) malam WIB. Mereka kini di puncak Grup G kualifikasi Piala Dunia zona Eropa.
Jika berdasarkan spesialisasi posisi di klub masing-masing, formasi ideal adalah Van Dijk dan Van de Ven di posisi bek tengah serta Dumfries dan Timber di sisi sayap. Namun, Koeman sedikit bereksperimen. Van de Ven kembali dipercaya sebagai bek sayap kiri seperti dalam dua tahun terakhir, sementara Timber mendapat tugas baru.
Timber dipercaya mengisi posisi bek tengah, berduet dengan Van Dijk. Bek Arsenal itu memang bisa bermain di seluruh posisi lini belakang, tetapi spesialisasinya terletak di bek sayap kanan. Sungguh unik ide Koeman. Pemain yang merupakan salah satu bek sayap terbaik di Liga Inggris itu justru tidak ditampilkan di posisi terbaiknya.
Koeman semula hanya mencoba-coba di laga sebelumnya, yaitu ketika menang 4-0 atas Malta, Jumat lalu. Hasilnya ternyata berjalan lebih baik dari perkiraan. ”Kami punya banyak bek tengah. Saya pikir Timber bermain sangat bagus. Di momen ini, tidak ada alasan untuk mengubah apa pun (versus Finlandia),” kata Koeman kepada ESPN.
Bagaimana laga versus Israel menjadi tekanan Gattuso di timnas Italia?
UDINE, SENIN —Sempat diragukan, Gennaro Gattuso nyatanya mampu membimbing Italia kembali ke jalur Piala Dunia. Tiga laga sudah dilalui Gattuso sebagai pelatih dengan manis seusai mengemas tiga kemenangan beruntun. Kesempurnaan Gattuso mendapat tekanan hebat menjelang garis akhir kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menghadapi Israel, Italia diharapkan bisa terus menjaga tren positif demi menghindari skenario gagal lolos Piala Dunia tiga kali beruntun. Namun, Italia sedikit diuntungkan karena bertindak sebagai tuan rumah. Laga kontra Israel berlangsung di Stadion Bluenergy, Udine, Rabu (15/10/2025) pukul 01.45 WIB.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Italia demi menjaga harapan ke Piala Dunia sebagai runner-up Grup I. ”Azzurri” hampir tidak mungkin mengejar Norwegia selaku pemimpin grup dengan koleksi 18 poin. Namun, harapan lolos Piala Dunia masih ada lewat jalur playoff. Syaratnya, Italia harus mengamankan posisi peringkat kedua grup dari kejaran Israel.
Kedua tim itu saat ini hanya terpaut tiga poin. Hanya saja, Israel sudah memainkan satu laga lebih banyak. Maka itu, kemenangan atas Israel sudah bisa dipastikan akan membuat Italia keluar sebagai runner-up grup. Israel sudah tentu tidak akan membiarkan Italia bisa melenggang sebagai runner-up dengan mudah.
Perlawanan sengit diprediksi akan tersaji. Pada pertemuan pertama, Israel sangat merepotkan Italia lewat serangan balik cepat. Laga itu pada akhirnya dimenangi Italia, 5-4, tetapi daya juang Israel untuk keluar dari ketertinggalan patut menjadi perhatian Gattuso.
Meskipun telah mencetak 13 gol dalam tiga laga dan semuanya berakhir kemenangan, Gattuso mendapat tekanan cukup hebat menjelang laga melawan Israel. Gagal lolos dua kali beruntun pada edisi Piala Dunia sebelumnya menyisakan kecemasan tersendiri bagi publik Italia.
Apalagi, kegagalan lolos ke Piala Dunia Qatar terjadi setelah Italia meraih kesempurnaan di tiga laga awal kualifikasi saat itu.