Delapan tim yang dipastikan lolos sebagai peringkat ketiga terbaik Piala Dunia 2026 akhirnya bisa bernapas lega setelah laga terakhir babak grup, Minggu (28/6/2026) WIB. Delapan tim tersebut adalah RD Kongo, Swedia, Ghana, Ekuador, Bosnia-Herzegovina, Aljazair, Paraguay, dan Senegal.
Bertambahnya jumlah peserta Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim menyebabkan tim peringkat ketiga di setiap grup tidak langsung tersingkir. Mereka masih memiliki ”kesempatan kedua” dari jalur delapan tim terbaik.
Delapan tim tersebut melengkapi 24 tim dari 12 grup yang telah lolos sebagai peringkat pertama ataupun kedua. Selanjutnya, mereka akan bertarung lagi di babak 32 besar untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut?
- Siapa tim yang lolos lebih dulu sebagai peringkat ketiga terbaik?
- Bagaimana RD Kongo bisa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik?
- Bagaimana Aljazair dan Ghana bisa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik?
1. Siapa tim yang lolos lebih dulu sebagai peringkat ketiga terbaik?
Senegal, Swedia, Paraguay, Bosnia-Herzegovina, serta Ekuador berhasil memanfaatkan celah dari banyaknya peserta Piala Dunia 2026. Mereka adalah lima tim yang lebih dulu memastikan lolos ke babak 32 besar.
Senegal lolos secara dramatis sekaligus ”beruntung” karena mereka hanya mengantongi poin pas-pasan dari tiga laga. Mereka masuk dalam grup sulit, yakni Grup I, yang berisi tim favorit seperti Perancis dan Norwegia. Senegal kalah 1-3 dari Perancis dan 2-3 dari Norwegia sehingga peluang mereka hampir tertutup. Namun, kemenangan 5-0 atas Irak pada pertandingan terakhir mengubah nasib mereka. Senegal mengoleksi tiga poin dan selisih gol plus dua.
Swedia lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik meskipun tampil tidak stabil. Mereka meraih kemenangan besar 5-1 atas Tunisia pada laga pembuka. Namun, Swedia kalah dari Belanda (1-5) pada laga kedua dan imbang 1-1 melawan Jepang. Hasil imbang melawan Jepang membawa Swedia lolos dengan empat poin dan selisih gol nol.
Paraguay lolos berkat karakter pantang mundur. Wakil Amerika Selatan itu memulai turnamen dengan kekalahan telak 1-4 dari Amerika Serikat, tetapi bangkit dengan kemenangan 1-0 atas Turki dan hasil imbang tanpa gol melawan Australia. Empat poin dan selisih gol minus dua sangat memadai untuk lolos.
Bosnia-Herzegovina memulai fase grup dengan hasil imbang melawan Kanada (1-1) dan kekalahan besar dari Swiss (1-4). Akan tetapi, kemenangan 3-1 atas Qatar jadi kunci mereka lolos. Bosnia-Herzegovina finis dengan empat poin dan selisih gol minus satu.
Ekuador membuat kejutan setelah dua pertandingan awal yang kurang meyakinkan, yaitu kalah dari Pantai Gading (0-1) dan seri melawan Curacao (0-0). Ekuador baru menang sekali atas Jerman, 2-1. Hasil tersebut mengangkat posisi mereka dalam daftar peringkat ketiga terbaik dengan empat poin dan selisih gol nol. Ekuador menunjukkan, kemampuan bertahan dan keberanian menghadapi tim kuat dapat membuka peluang ke fase gugur.
2. Bagaimana RD Kongo bisa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik?
Republik Demokratik (RD) Kongo tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan. Grup tersebut menjadi tantangan berat karena Portugal dan Kolombia memiliki pengalaman serta kualitas pemain yang lebih baik. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan RD Kongo adalah pemain-pemain diaspora yang memiliki pengalaman bermain di level tinggi Eropa.
RD Kongo menahan Portugal 1-1 pada laga pertama, lalu kalah dari Kolombia, 0-1, pada laga kedua. Laga terakhir melawan Uzbekistan adalah kesempatan terakhir untuk lolos. RD Kongo tidak mau membuang peluang dengan bermain agresif dan sukses meraih kemenangan 3-1.
Kemenangan atas Uzbekistan itu amat penting karena RD Kongo akhirnya masuk tim peringkat ketiga terbaik dengan empat poin dan selisih gol plus satu. Kemenangan tersebut juga memperlihatkan mentalitas Kongo yang pantang menyerah meskipun menghadapi tekanan besar.
3. Bagaimana Aljazair dan Ghana bisa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik?
Aljazair lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik setelah menjalani laga penuh drama melawan Austria di pertandingan terakhir Grup J. Pertandingan hidup mati tersebut berakhir imbang, 3-3. Aljazair lolos sebagai peringkat ketiga terbaik dan Austria sebagai runner-up grup.
Situasi Grup J membuat laga Aljazair dan Austria berlangsung dalam kondisi unik. Kemenangan akan memastikan salah satu tim sebagai runner-up grup, tetapi kekalahan berarti angkat koper. Sementara itu, hasil imbang cukup untuk membawa keduanya lolos ke babak 32 besar. Muncul kekhawatiran kedua tim akan bermain aman, tetapi justru tercipta banyak gol.
Keberhasilan Aljazair menunjukkan bahwa format baru Piala Dunia dengan adanya tim peringkat ketiga terbaik tidak selalu berarti negatif. Terbukti, tim-tim yang tidak diunggulkan bisa lolos ke babak 32 besar dengan catatan tidak kalah mental menghadapi tim yang diunggulkan.
Ghana tergabung di Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Panama, yang membuatnya dipandang sebelah mata. Pada laga pertama, Ghana menang tipis atas Panama, 1-0. Pada laga kedua, Ghana membuat kejutan besar dengan menahan Inggris, 0-0. Namun, Ghana kalah dari Kroasia, 1-2, pada laga penutup.
Ghana lolos karena mampu mengamankan empat poin dan mempertahankan margin gol serendah mungkin (nol). Selain itu, Ghana memiliki pemain dengan mental bertanding yang kuat serta tidak mudah ditekan.
Delapan tim yang dipastikan lolos sebagai peringkat ketiga terbaik Piala Dunia 2026 akhirnya bisa bernapas lega setelah laga terakhir babak grup, Minggu (28/6/2026) WIB. Delapan tim tersebut adalah RD Kongo, Swedia, Ghana, Ekuador, Bosnia-Herzegovina, Aljazair, Paraguay, dan Senegal.
Bertambahnya jumlah peserta Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim menyebabkan tim peringkat ketiga di setiap grup tidak langsung tersingkir. Mereka masih memiliki ”kesempatan kedua” dari jalur delapan tim terbaik.
Delapan tim tersebut melengkapi 24 tim dari 12 grup yang telah lolos sebagai peringkat pertama ataupun kedua. Selanjutnya, mereka akan bertarung lagi di babak 32 besar untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut?
- Siapa tim yang lolos lebih dulu sebagai peringkat ketiga terbaik?
- Bagaimana RD Kongo bisa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik?
- Bagaimana Aljazair dan Ghana bisa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik?
1. Siapa tim yang lolos lebih dulu sebagai peringkat ketiga terbaik?
Senegal, Swedia, Paraguay, Bosnia-Herzegovina, serta Ekuador berhasil memanfaatkan celah dari banyaknya peserta Piala Dunia 2026. Mereka adalah lima tim yang lebih dulu memastikan lolos ke babak 32 besar.
Senegal lolos secara dramatis sekaligus ”beruntung” karena mereka hanya mengantongi poin pas-pasan dari tiga laga. Mereka masuk dalam grup sulit, yakni Grup I, yang berisi tim favorit seperti Perancis dan Norwegia. Senegal kalah 1-3 dari Perancis dan 2-3 dari Norwegia sehingga peluang mereka hampir tertutup. Namun, kemenangan 5-0 atas Irak pada pertandingan terakhir mengubah nasib mereka. Senegal mengoleksi tiga poin dan selisih gol plus dua.
Swedia lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik meskipun tampil tidak stabil. Mereka meraih kemenangan besar 5-1 atas Tunisia pada laga pembuka. Namun, Swedia kalah dari Belanda (1-5) pada laga kedua dan imbang 1-1 melawan Jepang. Hasil imbang melawan Jepang membawa Swedia lolos dengan empat poin dan selisih gol nol.
Paraguay lolos berkat karakter pantang mundur. Wakil Amerika Selatan itu memulai turnamen dengan kekalahan telak 1-4 dari Amerika Serikat, tetapi bangkit dengan kemenangan 1-0 atas Turki dan hasil imbang tanpa gol melawan Australia. Empat poin dan selisih gol minus dua sangat memadai untuk lolos.
Bosnia-Herzegovina memulai fase grup dengan hasil imbang melawan Kanada (1-1) dan kekalahan besar dari Swiss (1-4). Akan tetapi, kemenangan 3-1 atas Qatar jadi kunci mereka lolos. Bosnia-Herzegovina finis dengan empat poin dan selisih gol minus satu.
Ekuador membuat kejutan setelah dua pertandingan awal yang kurang meyakinkan, yaitu kalah dari Pantai Gading (0-1) dan seri melawan Curacao (0-0). Ekuador baru menang sekali atas Jerman, 2-1. Hasil tersebut mengangkat posisi mereka dalam daftar peringkat ketiga terbaik dengan empat poin dan selisih gol nol. Ekuador menunjukkan, kemampuan bertahan dan keberanian menghadapi tim kuat dapat membuka peluang ke fase gugur.
2. Bagaimana RD Kongo bisa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik?
Republik Demokratik (RD) Kongo tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan. Grup tersebut menjadi tantangan berat karena Portugal dan Kolombia memiliki pengalaman serta kualitas pemain yang lebih baik. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan RD Kongo adalah pemain-pemain diaspora yang memiliki pengalaman bermain di level tinggi Eropa.
RD Kongo menahan Portugal 1-1 pada laga pertama, lalu kalah dari Kolombia, 0-1, pada laga kedua. Laga terakhir melawan Uzbekistan adalah kesempatan terakhir untuk lolos. RD Kongo tidak mau membuang peluang dengan bermain agresif dan sukses meraih kemenangan 3-1.
Kemenangan atas Uzbekistan itu amat penting karena RD Kongo akhirnya masuk tim peringkat ketiga terbaik dengan empat poin dan selisih gol plus satu. Kemenangan tersebut juga memperlihatkan mentalitas Kongo yang pantang menyerah meskipun menghadapi tekanan besar.
3. Bagaimana Aljazair dan Ghana bisa lolos sebagai peringkat ketiga terbaik?
Aljazair lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik setelah menjalani laga penuh drama melawan Austria di pertandingan terakhir Grup J. Pertandingan hidup mati tersebut berakhir imbang, 3-3. Aljazair lolos sebagai peringkat ketiga terbaik dan Austria sebagai runner-up grup.
Situasi Grup J membuat laga Aljazair dan Austria berlangsung dalam kondisi unik. Kemenangan akan memastikan salah satu tim sebagai runner-up grup, tetapi kekalahan berarti angkat koper. Sementara itu, hasil imbang cukup untuk membawa keduanya lolos ke babak 32 besar. Muncul kekhawatiran kedua tim akan bermain aman, tetapi justru tercipta banyak gol.
Keberhasilan Aljazair menunjukkan bahwa format baru Piala Dunia dengan adanya tim peringkat ketiga terbaik tidak selalu berarti negatif. Terbukti, tim-tim yang tidak diunggulkan bisa lolos ke babak 32 besar dengan catatan tidak kalah mental menghadapi tim yang diunggulkan.
Ghana tergabung di Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Panama, yang membuatnya dipandang sebelah mata. Pada laga pertama, Ghana menang tipis atas Panama, 1-0. Pada laga kedua, Ghana membuat kejutan besar dengan menahan Inggris, 0-0. Namun, Ghana kalah dari Kroasia, 1-2, pada laga penutup.
Ghana lolos karena mampu mengamankan empat poin dan mempertahankan margin gol serendah mungkin (nol). Selain itu, Ghana memiliki pemain dengan mental bertanding yang kuat serta tidak mudah ditekan.